Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Zat Penting untuk Tumbuh Kembang Optimal

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  01 Aug '18

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan seseorang, yaitu faktor genetik dan lingkungan. Nutrisi, stimulasi, aktivitas fisik, iklim, ketinggian, urbanisasi, serta migrasi termasuk ke dalam faktor lingkungan yang bisa mempengaruhi tinggi badan.

Nutrisi dan tinggi badan sangat berkolerasi, karena setiap pertumbuhan sel-sel tubuh akan memerlukan suplai energi, protein: asam amino, air, lemak, vitamin dan mineral. Disebutkan terdapat sekitar 50 nutrisi yang bisa membantu tinggi badan dari berbagai sumber makanan seperti yang berasal dari biji-bijian, sayuran, buah, sumber protein hewani, protein nabati, serta susu sapi. 

Berikut adalah beberapa sumber makanan sehat yang dapat membantu pertumbuhan tinggi anak:

1. Protein:  berperan sebagai pembangun sel, sumbernya:

  • Daging ayam, daging sapi, telur, seafood, ikan, susu dan keju.
  • Buah-buahan, seperti: alpukat, blackberry, pisang, nangka, apricot.
  • Sayuran: toge, kedelai, kacang-kacangan.

2. Kalsium: adalah pembentuk tulang, 99% dari kalsium tubuh disimpan di tulang dan gigi. Sumbernya: susu, keju, yoghurt, ikan salmon/sarden dengan tulang, beberapa      sayuran hijau seperti brokoli, dan kale.

3. Vitamin D:  Membantu penyerapan kalsium dan fosfor dan merangsang hormon pertumbuhan. Sumbernya:  susu, kuning telur, ikan cod, salmon dan sarden.

4. Vitamin K: Penting untuk menjaga kesehatan tulang. Sumbernya: sayauran hijau, bayam, kecambah.

5. Zink/Seng: diperlukan dalam jumlah tertentu untuk mempercepat laju pertumbuhan sel tulang dan juga untuk merangsang hormon pertumbuhan. Sumbernya: daging kalkun, ayam, sapi, produk susu, apricot yang dikeringkan, alpukat, dan buah peach.

Apakah minum susu dapat membuat anak lebih tinggi?

Memberikan minum susu dengan rutin pada masa anak-anak selalu diasosikan dengan tinggi badan yang optimal, faktanya memang susu yang sudah difortifikasi mengandung nutrisi penting seperti protein, kalsium, vitamin D, dan zink/seng.

Khusus buat protein yang merupakan kandungan utama susu anak, pilihkanlah susu dengan kandungan protein yang berkualitas tinggi, seperti whey protein alfa-laktalbumin dengan asam amino yang berkualitas, seperti: tryptophan, lysine dan metionin.

Berkaitan dengan konsumsi susu, terdapat contoh bagaimana minum susu sangat berperan dalam tinggi badan: laki-laki di sub-sahara yang tinggal di dekat peternakan susu sapi dan secara rutin minum susu, mempunyai ukuran tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak rutin minum susu, padahal mereka sama-sama tinggal di Rwanda, Uganda, Sudan.

Dalam beberapa tahun terakhir di Cina, terlihat banyak generasi muda yang tinggi badannya di atas rata-rata walau secara genetik mereka tidak terlalu tinggi. Hal ini tidak terlepas dari usaha pemerintah Cina yang mengharuskan konsumsi susu pada saat masih anak-anak dalam beberapa dekade terakhir.

Studi terbaru “The American Journal of Clinical Nutrition,” menemukan bahwa anak-anak yang minum susu mempunya tinggi badan 4 cm lebih tinggi dari anak sesusianya yang tidak minum susu.

Pertumbuhan normal tinggi badan anak

Selama anak masih dalam tahap pertumbuhan, selama itu pula ia masih dapat bertambah tinggi. Pada masa pertumbuhan tersebut, lempeng pertumbuhan pada tulang belum menutup sehingga memungkinkan tulangnya akan terus bertambah panjang. Biasanya menginjak usia 20 tahun pada laki- laki dan 19 pada perempuan, 90% pertumbuhan tulang akan berhenti. Setelah usia ini, kemungkinan pertumbuhan tulang menjadi sangat kecil.

Kunci anak tumbuh tinggi

Selain faktor genetik dan nutrisi yang sudah dibahas di atas, maka ada hal lain yang juga diperhatikan untuk mengoptimalkan tinggi badan anak, seperti:

Olahraga

Agar pertumbuhan tinggi badannya berlangsung optimal, anak juga perlu berolahraga. Berjalan cepat, bersepeda, atau berenang adalah jenis olahraga sederhana yang baik untuk anak. Lakukanlah secara teratur agar pertumbuhan tulangnya dapat terstimulasi dan Si Kecil akan terhindar dari risiko kegemukan.

Tidur cukup

Nutrisi dan stimulasi yang diberikan harus diimbangi dengan tidur malam yang cukup, yaitu 10-12 jam. Saat tidur, tubuh melepaskan hormon yang dapat menstimulasi pertumbuhannya. Semakin lelap anak tidur dan dengan durasi yang cukup, maka semakin optimal pula kerja hormon ini.

 

Semoga bermanfaat.

Narasumber: dr. Muliaman Mansyur.

By: Babyologist Editor.

336 Morinaga Platinum

Comments

Related Stories