Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waspadai Kehamilan Anggur

PREGNANCY  |  05 Dec '17

Hamil anggur pada umumnya merupakan salah satu kehamilan yang bisa dikatakan kehamilan gagal atau bermasalah karena pada hamil anggur janin serta plasenta tidak terbentuk dengan sempurna dan bahkan janin yang ada didalam perut tidak mengalami perkembangan. Lalu, bagaimana tanda-tanda awal kehamilan anggur ?

Tahukah anda sebenarnya kehamilan anggur tidak akan memperlihatkan gejala-gejala yang spesifik. Di usia kandungan 10 minggu atau 14 minggu, anda dapat melakukan USG dan disitu hamil anggur bisa terdeteksi. 

Berikut tanda-tanda awal kehamilan anggur yang perlu anda wapadai :

  1. Sesak nafas serta perut bengkak
    Ibu hamil yang sedang mengalami hamil anggur cenderung akan terlihat melalui fisiknya yaitu perut yang bengkak yang tidak wajar ketika usia kehamilan trimester pertama, hal ini disebabkan karena tekanan yang lebih cepat pada rahim serta lebih besarnya pertumbuhan sel mola yang tedapat pada rahim, sehingga menyebabkan pembengkakan pada perut ibu hamil. Hal ini juga bisa menyebabkan sesak nafas yang tidak biasa karena tekanan darah yang sudah menyebar pada paru-paru.
  2. Morning sickness jangka parah dan berjangka waktu lama
    Tanda-tanda awal kehamilan anggur selanjutnya adalah ibu hamil mengalami morning sikness yang sangat parah, ibu hamil akan cenderung mual dan muntah-muntah yang berlanjut sangat lama yang menyebabkan ibu hamil tersebut merasa kelelahan dan tidak mood untuk makan. Hal tersebut terjadi karena sel mola yang tumbuh sangat cepat.
  3. Pendarahan hebat
    Terjadi karena pertumbuhan sel penyebab hamil anggur tumbuh lebih cepat sehingga akan menyebabkan pendarahan seperti flek berwarna coklat dan berbau tdak enak.

Itulah beberapa tanda-tanda awal kehamilan anggur yang sangat wajib anda ketahui. Jika anda mengalami tanda-tanda tersebut sebaiknya anda langsung memeriksakan kehamilan anda kepada dokter atau bidan yang sudah anda percayai dan segera lakukan USG agar penyebabnya bisa terdeteksi.

By: Babyologist Editor

4377 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories