Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waspadai Meningkatnya Risiko Serangan Jantung pada Ibu Hamil

HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  25 Sep '18

Studi terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Mayo Clinical Proceedings menunjukkan bahwa kasus serangan jantung pada ibu hamil kian meningkat. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah terdapat peningkatan sebanyak 25% ibu hamil penderita serangan jantung dari tahun 2002 hingga 2014.

Penelitian dilakukan pada lebih dari 49 juta kelahiran di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, ada 2.390 kasus serangan jantung setelah melahirkan, 1.061 kasus serangan jantung selama persalinan, dan 922 kasus serangan jantung selama kehamilan.

Meskipun risiko terkena serangan jantung pada ibu hamil relatif rendah, para pakar mengatakan kita tidak boleh meremehkan angka peningkatan kasus sebanyak 25% itu. Menurut penelitian tersebut, serangan jantung menyebabkan tingkat kematian hingga 4,5%. Angka ini termasuk tinggi karena wanita usia subur seharusnya memiliki risiko rendah terkena serangan jantung.

Ahli jantung intervensi dan asisten profesor kedokteran di NYU Langone Health, Nathaniel Smilowitz, mengatakan bahwa serangan jantung pada wanita muda merupakan kasus yang jarang terjadi. Meskipun demikian, wanita sangat rentan terkena penyakit jantung saat hamil dan usai melahirkan.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti peningkatan masalah jantung saat hamil dan melahirkan. Menurut spekulasi para peneliti, ibu hamil berusia 35 hingga 39 tahun memiliki risiko serangan jantung lima kali lebih besar daripada ibu hamil yang berusia 20-an.

Mencegah Serangan Jantung Saat Hamil

Ahli kesehatan dr. Sophia B. Hage, membagikan saran-saran agar ibu hamil terhindar dari serangan jantung selama dan sesudah kehamilan. Jika Moms merokok, segera hentikan kebiasaan tersebut karena perokok memiliki risiko terkena serangan jantung dua kali lebih besar daripada yang tidak merokok. Selain itu, Moms harus menghindari paparan asap rokok sebisa mungkin.

Moms juga harus mengonsumsi makanan sehat. Konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Intinya, diet yang Moms jalankan harus dapat menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol agar tetap stabil.

Jika tekanan darah, gula darah, dan kolesterol tetap tidak ideal meskipun telah berusaha diet, Moms disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Dokter akan membantu memberikan resep obat untuk mengontrol kondisi tubuh Moms.

Selain itu, jagalah berat badan agar tetap ideal. Risiko serangan jantung dapat dikurangi apabila Moms tidak memiliki lemak berlebih. Olahraga ringan seperti jalan cepat, bersepeda, dan berenang secara rutin sangat disarankan. Adapun durasi setiap olahraga bisa diatur mulai dari 30 hingga 60 menit per sesi sebanyak tiga hingga lima kali seminggu.

Yoga atau meditasi secara rutin juga sangat bermanfaat menjaga kesehatan jantung. Moms tidak boleh terlampau emosional atau stres menghadapi masalah-masalah kehidupan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Dewasa ini, serangan jantung dapat menimpa siapa saja bukan hanya para lansia. Oleh karena itu, kegiatan cek medis rutin menjadi sangat penting. Moms dapat menjadwalkan kegiatan cek medis rutin dengan dokter spesialis yang Moms pilih.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

112 Babyologist Editor Send Message to Writer

Related Stories