Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waspadai Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil!

HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  PREGNANCY  |  05 Jan '20


Sejak awal hamil saya selalu rutin melakukan cek laboratorium. Mengapa? Cek laboratorium ini sangat berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan kita apakah terdapat suatu penyakit, infeksi, atau penyakit bawaan. Nah biasanya cek laboratorium ini dilakukan pada saat trimester 1 dan 3. Ternyata benar ada gunanya ya Moms cek laboratorium ini berdasarkan pengalaman pribadi. Saat hamil trimester 3 saya melakukan cek lab. Pada saat itu hasil menunjukkan adanya bakteri yang hinggap di tubuh saya. Saya memang sempat merasakan saat buang air kecil merasa agak sakit. Alhasil saya pun disuruh untuk melakukan cek urin. Dan benar saja, hasilnya menunjukkan bahwa saya positif terkena ISK (Infeksi Saluran Kemih). Apa itu ISK? ISK merupakan infeksi yang terjadi pada saluran kemih. Infeksi ini disebabkan adanya bakteri di saluran kemih.

Bagaimana ciri orang terkena ISK?

Ciri-ciri umum penderita ISK antara lain intensitas buang air kecil lebih sering, sakit saat buang air kecil, air kencing cenderung keruh, demam, dan mual. Namun ada juga yang tidak menunjukkan tanda tersebut sama sekali ya Moms. Dalam kasus yang saya alami, saya merasakan gejala antara lain sakit saat buat air kecil, air kencing cenderung keruh, dan intensitas buang air kecil lebih sering.

Apa penyebab ISK?

Beberapa hal yang menjadi penyebab ISK antara lain kurang konsumsi air putih, sering menahan buang air kecil, membasuh miss V dengan arah belakang ke depan, dan menggunakan daleman yang ketat.
Penelitian menunjukkan ISK lebih sering dialami oleh perempuan dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan uretra perempuan lebih pendek dibanding laki-laki. Selain itu, saat hamil saluran kemih terdorong oleh janin yang semakin besar sehingga perempuan hamil lebih mudah untuk terkena ISK. Pola hidup juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Kurangnya menjaga area miss V memicu munculnya bakteri sehingga akan mengakibatkan ISK.

Bagaimana penanganan ISK?

Saat didiagnosa ISK, saya pun mendapat terapi dengan mengonsumsi obat antibiotik. Karena saya sedang hamil, saya pun diberi dosis terkecil antibiotik. Dan perlu diingat obat antibiotik hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter ya Moms. Konsumsinya juga harus rutin dan tepat waktu agar tidak terjadi resistensi bakteri (kebal terhadap bakteri). Obat antibiotik tersebut dikonsumsi dalam waktu 1 minggu. Setelahnya konsumsi antibiotik selama 1 minggu, alhamdulillah keadaan sudah lebih baik dan saya tidak mengalami sakit saat buang air kecil. Selain minum obat antibiotik, saya juga selalu rutin membersihkan miss V setelah buang air dengan cara menyediakan lap kering khusus untuk membersihkan area miss Vsetiap habis buang air.

Bagaimana akibatnya jika kita membiarkan ISK terjadi?

Mengingat ISK ini tidak selalu ditunjukkan dengan tanda secara fisik, memang alangkah lebih baiknya kita rutin melakukan cek lab dan urin ya Moms. Karena akibat dari kita membiarkan ISK terjadi saat hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur.

Nah Moms itu tadi sharing saya tentang ISK yang saya alami saat hamil. Dan ternyata ISK ini bisa menurun pada anak kita Moms. Mungkin itu juga salah satu penyebab anak saya mengalami ISK yang waktu itu pernah saya ceritakan di artikel sebelumnya. Jadi, untuk Moms yang pernah terkena ISK harus ekstra menjaga kebersihan area kemaluan anak ya Moms untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

316 Meidisya Isnaini

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

4 Pemeriksaan Penting Saat Hamil Trimester Akhir

Ketika usia kehamilan sudah trimester akhir ada beberapa rangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan, apa saja itu?

Diare di Trimester Akhir Kehamilan? Waspadalah!

Diare di trimester akhir kehamilan adalah kondisi yang cukup umum terjadi, apa saja resiko yang dihadapi?

Ketuban Pecah Dini dan Tipis Akibat Keputihan

Awal hamil sampai akhirnya melahirkan Kirana, aku sering menganggap enteng keputihan dan sering capek.

Kerap Mengalami Diare Saat Hamil Trimester Akhir, Normalkah?

Perubahan hormon ibu hamil bisa mengganggu masalah sistem pencernaan, salah satunya mengalami diare

Fun Facts di Balik Perubahan Tubuh Saat TM3

Walau aku baru sampai TM3, tapi merasakan kehadiran baby yang terus bertumbuh di dalam rahim adalah anugerah.

Susah Tidur di Trimester Ke-3? Atasi Dengan Cara Sederhana Ini

Semakin besar kondisi perut, kesempatan untuk tidur dengan nyaman pun semakin berkurang.

Penyebab Ambeien Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Saat lagi hamil memasuki trimester 3, saya sering merasa gatal, perih dan sakit saat buang air besar.

Moms Mengalami Pruritus Saat Memasuki Trimester Akhir?

Bagaimana mengatasi gatal-gatal (pruritus) saat masa kehamilan? Yuk cari tahu dari cerita Mom Andrea berikut ini

Obat Diare Ibu Hamil yang Aman

Di trimester ke-3 tentunya bumil akan mengalami diare karena pencernaan yang tidak teratur, berikut cara mengatasinya

7 Manfaat Mengikuti Kelas Prenatal Yoga

Saat memasuki trimester ketiga kehamilan, tak jarang mulai merasa cepat lelah dan nyeri punggung. Berikut solusinya!

Mengatasi GERD Saat Hamil

Salah satu hal yang tidak mengenakkan dan sering dialami ibu hamil di trimester 3 adalah GERD. Apakah itu?

Ciri-Ciri Infeksi pada Tali Pusat Newborn dan Cara Merawatnya

Tali pusat bayi sebaiknya dirawat sejak dini ya Moms, karena mengabaikan tali pusat ternyata bisa berujung infeksi.