Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

MY STORY  |  OTHERS  |  23 Sep '19


Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan. Rencana awal saya & suami, yang jelas saya akan cari kerja lagi, karena sebelum menikah memang saya resign dan sengaja tidak langsung mencari pekerjaan baru karena ada rencana honeymoon ke luar negeri. Jadi daripada susah meminta cuti, saya lebih baik tidak cari pekerjaan baru dulu. Lalu terbesit juga keinginan untuk merantau berdua ke luar negeri, sudah dibicarakan ke keluarga saya & suami dan mereka semua mendukung, dibayangkan saja sudah cukup membuat bahagia. 

Memang manusia punya rencana tapi Tuhan yang menentukan. Awal Agustus kami menikah, dan di akhir Agustus saya mendapatkan dua garis biru. Senang? Pasti dong. Tapi beda dengan suami, suami pemikirannya lebih rasional, pada saat itu suami sempat kaget, bingung & kuatir karena semua rencana awal jadi berantakan. 

Ternyata suami juga bisa mengalami baby blues. Tapi berbeda dengan saya, kalau pada suami baby blues muncul lebih awal, yaitu pada masa kehamilan saya, biasanya disebut pre-baby blues. Dengan kehamilan saya ini, otomatis saya jadi tidak bisa mencari pekerjaan & semua beban ada di suami. 

Baru saja menikah, status baru seorang suami yang harus bertanggung jawab ke istri. Muncul lagi tekanan dan kekhawatiran lain karena akan ada status baru & tanggung jawab baru sebagai seorang ayah. 

Suami jadi terlihat 'berbeda'. Kalau sedang sibuk, mungkin tidak terlalu nampak, tapi ketika sedang santai atau sedang menyetir, terasa sekali perbedaannya. Suami jadi suka merenung & lebih diam tidak seperti biasanya.

Sepuluh tahun menjalin hubungan dengan suami membuat saya sangat cukup mengenal suami. Biasanya ketika suami diam, saya akan langsung menanyakan, "hayo mikirin apa?" Walaupun sebenarnya saya tahu, suami pasti memikirkan biaya pengeluaran, belanja bulanan, kontrol kandungan setiap bulan, vitamin yang harus dibeli, belum lagi persiapan barang-barang bayi & dana untuk melahirkan nanti yang cukup membuat suami tertekan.

Disinilah tugas sebagai istri harus dijalankan, mendampingi, menguatkan suami & menjadi penolong yang sepadan. Suami saya bukan tipe yang berbicara jika ada masalah, jadi saya yang harus aktif tanya ke suami, menguatkan dengan kata-kata yang positif. Nah sebagai istri juga harus cermat, memilih apa saja biaya yang memang harus dikeluarkan & tidak perlu dikeluarkan supaya pengeluaran tetap terkontrol jadi suami tidak semakin tertekan karena pengeluaran membengkak.

Dan penting sekali suami punya me-time, melakukan hobinya, atau mengajak jalan-jalan supaya pikirannya tetap jernih & terbebas dari pre-baby blues.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

177 Eveline Sugiharto

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?

Takut Mencari Informasi Karena Baby Blues

Saya pun tersadar mencari informasi itu penting, membantu saya menemukan solusi dan tidak panik dalam mengurus newborn