Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waspada Mom Shaming Di Sekitar Kita

MY STORY  |  OTHERS  |  10 Sep '19


Hingar bingar menjadi seorang ibu baru terkadang tidak serta merta membuat semuanya berjalan indah seperti bayangan.

Kondisi menjadi ibu baru yang tak jarang menguras energi dan air mata. Ditambah pola adaptasi waktu yang diupayakan agar selaras dengan jiwa dan raga, penuh perjuangan hingga dapat menikmati itu semua. Bukan, bukan tentang kurangnya rasa syukur namun tak dapat dihindari kelelahan diawal pergantian status kerap melanda dengan beragam situasi. Hal yang wajar jika belum pandai mengatur waktu dengan baik.

Perjalanan diatas tak lepas pula dari beragam tanggapan kanan dan kiri. Baik itu positif maupun negatif. Tentu saja, semua itu sangat rentan mengusik seorang ibu jika tak mampu menyaring tanggapan dan komentar miring yang masuk kedalam hatinya.

"Kenapa gendongnya begitu sih, nanti bayimu bau tangan!"

"Pasti ASInya sedikit nih, jadi bayimu rewel terus!"

"Ko makannya masih disuapin sih, anakku usia segini udah bisa tuh makan sendiri!"

Kalimat yang terdengar menyudutkan diatas mungkin sudah ada sejak dahulu kala, namun di era milenial saat ini kita sering mendengarnya dengan istilah mom-shaming. Pola mengasuh anak biasanya menjadi topik paling sering mendapatkan kritikan dari berbagai pihak.

Apa itu Mom-Shaming?

Dalam sebuah kuliah online dalam grup Whatsapp Support Grup Ortu RUM dengan pembicara yaitu Ayu Sulistyaningsari, seorang ibu serta psikolog founder Momikologi menjelaskan bahwa Mom - Shaming dapat dikatakan sebagai tindakan "mempermalukan" atau menyalahkan Ibu atas sikap atau pilihan yang dibuatnya karena adanya perbedaan sikap atau pilihan. Biasanya pelakunya pun ialah sesama Ibu.

Apa dampak dari Mom-Shaming?

Walau ada orang-orang hebat yang menjadi korban dari tindakan ini merasa baik-baik saja bahkan ingin menunjukkan kemampuannya mengasuh dan mengurus anak. Banyak sekali efek samping yang ditimbulkan dari tindakan mom-shaming ini. Dampak paling ringan yaitu ia akan merasa malu, apalagi jika dilakukan di depan umum.

Kemudian merasa tak percaya diri, dapat meningkatkan rasa kecewa telah menjadi seorang ibu yang gagal. Lalu jika terus berlanjut hal ini akan memengaruhi psikologis ibu. Ia akan merasa terpuruk, kemudian memicu baby blues. Lebih buruknya lagi sampai pada tahap post partum depression.

Apa yang sebenarnya menjadi pendorong seorang ibu melakukan mom-shaming?

Banyak hal yang menarik ibu untuk melakukan tindakan mom-shaming, atas dasar perhatian tepatnya. Walau perhatian itu menjadi mengganggu jika penerima tidak memintanya. Beberapa faktor lainnya antara lain merasa bosan, marah, cemburu, repot, terlalu letih, kehilangan jati diri serta ingin mendapatkan pengakuan. Menarik bukan?

Lantas apa yang perlu kita lakukan agar terhindar menjadi pelaku mom-shaming?

THINK BEFORE TALK

Pikiran seseorang memainkan peran dalam menyikapi berbagai hal dalam kehidupan. Dengan pikiran positif, emosi kita menjadi lebih positif sehingga mampu bertindak positif dalam menjalani hidup. Tentu saja bukan berarti kita abai terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Pikiran negatif yang timbul dalam suatu situasi bersifat manusiawi.

Dalam kasus mom-shaming yang menjadi salah satu contoh situasi negatif yang tak jarang dialami seorang ibu. Maka perlunya menambahkan pikiran positif saat kita berpikir negatif agar tidak menjadi pelaku sebelum mengoreksi kesalahan orang lain.

• Apa yang dilakukannya salah? Seberapa salahkah ia sehingga saya perlu mengoreksinya?

• Apakah yang saya sampaikan adalah informasi yang baik?

• Apakah perlu menyampaikan hal ini padanya?

• Apakah ia tidak akan merasa tersinggung oleh perkataan saya?

Pikiran-pikiran diatas niscaya menjadi rem kita sebelum menjadi pelaku mom-shaming. Ternyata sifat "gak enakan" saya sangat berguna saat seperti ini. Belum tentu apa yang saya sampaikan terhadap orang lain berguna, belum tentu pula ia membutuhkannya.

Bagaimana caranya agar kuat mengatasi mom-shaming?

1. Caranya yang paling utama tetap berpikir positif

Tak ada satupun ibu di dunia ini yang ingin menjerumuskan anaknya. Apa yang dilakukan ibu adalah upaya terbaiknya. Jadi jika ada komentar miring, berikan penegasan positif pada diri sendiri bahwa "saya lah yang paling memahami apa yang dibutuhkan anak saya."

2. Support system

Kenapa poin utamanya di support system? Karena kita sebagai ibu yang baru melahirkan sangat kesulitan untuk melindungi diri sendiri dan masih sangat perlu bantuan. Jadi jangan segan meminta bantuan suami untuk membela kita jika ada komentar miring yang tak sesuai.

3. Bahagia

Selain meminta kepada yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mengasuh si kecil, hal terpenting yang perlu diingat Ibu baru agar terhindar dari stres adalah banyak bersyukur. Karena kita telah dipercayakan menjadi seorang Ibu.

Ketiga poin diatas menjadi acuan saya dulu sampai saat ini, sangat besar memengaruhi sikap kita sebelum bertindak. Baik-baik dalam menjaga diri. Perkataan orang lain, bahkan sikap orang lain terhadap kita tidak akan bisa menyakiti kita jika kita tidak mengijinkannya.

Tak perlu menjadi Ibu yang hebat dan sempurna dalam segala hal, mereka hanya perlu Ibu bahagia yang akan menemaninyanya tumbuh menjadi anak-anak kebanggaan orang tua.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

154 Chriesty Anggraeni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kontrak Pra-Nikah, Sudah Tau Moms?

Kontrak pra-nikah atau yang juga biasa disebut sebagai prenup, sebetulnya apa ya? Mari simak bersama berikut ini.

Masa Pandemi Jadi Sering Ribut Dengan Pasangan? Ini Penyebabnya

Kenapa ya selama masa karantina mandiri ini jadi sering ribut dengan suami? Coba simak yang satu ini.

Ratus Pasca Persalinan, Yes or No?

Moms pernah mendengar istilah ratus? Yuk simak cerita berikut ini.

Pandemic Membuatku Jadi Makin Mesra

Simak tips semakin mesra selama pandemi berikut ini yuk Moms and Dads!

Cerita Lebaran Tahun Kedua Fiersa

Meskipun Lebaran tahun ini berbeda, tapi tetap merupakan momen yang perlu dirayakan. Yuk simak cerita berikut ini.

Ini Cara Kami Mewujudkan Pernikahan Sehat Di Masa Pandemi

Yuk simak cara Mom Risny menjaga keharmonisan rumah tangga di saat pandemi ini.

Lakukan 4 Hal Ini Untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama Pandemi

Moms and Dads, selama pandemi ini jaga keharmonisan rumah tangga yuk. Simak bersama yang berikut ini.

Inspirasi Nursery Room

Para bumil sedang mencari inspirasi untuk mendekor kamar si Kecil? Bisa lihat yang satu ini ya.

Menjaga Kesehatan Pernikahan Selama Di Rumah Aja

Selama di rumah aja, apa yang Moms and Dads lakukan untuk menjaga kesehatan rumah tangga? Baca cerita berikut ini ya.

Komunikasi Suami Istri Saat WFH

Apabila suami istri sedang tegang, apa yang sebaiknya dilakukan? Simak cerita berikut ini ya.

Daddies Cook on Vals Day with Nutribaby+

Babymoov menyelenggarakan acara Daddies cook on Valentines Day!

Tips Sederhana untuk Mengurangi Sampah Rumah Tangga

Mengurangi sampah bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang sederhana ya Moms, apa sajakah itu?

Yang Perlu Dipersiapkan saat Jadi Mama Muda di Perantauan

Apa saja yang harus dipersiapkan saat memutuskan untuk tinggal sendiri alias jauh dari keluarga?

Membereskan Baju dengan Menggunakan Konmari Method

Gerah banget ga sih Moms, tiap buka lemari liat baju anak awut2an. Perlu ngumpulin niat yang banyak buat rapihin semua.

Habis Melahirkan, Tetapkan Aturan Berikut

Jangan sungkan untuk menerapkan aturan aturan ya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

Tips Menghempaskan Mom Shaming!

Yuk ikuti tips berikut ini untuk mengatasi mom shaming

Bahaya Baby Blues

Ternyata 80% Ibu yang baru melahirkan mengalami dan merasakan yang namanya Baby Blues

Tips Menghadapi Mom Shaming dan Baby Shaming

Moms pasti pernah mengalami Mom shaming ataupun Baby shaming, "Kok anaknya nangis mulu, ASI kamu pasti dikit tuh!"

Pentingnya Bahasa Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan merupakan sebuah ikatan antara dua orang yang memerlukan kerja sama antara keduanya.

Hindari Kalimat Ini jika Bertemu Ibu Baru

Menjadi seorang ibu tentu tidaklah mudah. Terlebih bagi seorang ibu baru.