Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waspada! Bayi Rentan Terserang Hipotermia!

OTHERS  |  30 Aug '18


Salah satu hal yang penting diperhatikan oleh Moms dalam merawat bayi baru lahir adalah suhu tubuh. Masalah yang dapat ditimbulkan oleh suhu tubuh ternyata cukup serius, seperti hipotermia. Tak hanya orang dewasa, nyatanya hipotermia juga dapat menyerang bayi. Penyebab dari hipotermia juga seringkali disepelekan bahkan tidak disadari oleh orang tua. Apa sajakah sebenarnya yang dapat menyebabkan hipotermia? Mari kita perhatikan penjelasannya berikut ini:

Mengapa bayi/newborn rentan terkena hiportemia?

Newborn rentan terkena hipotermia karena berbagai hal:

  • Luas permukaan per kg berat badannya tergolong luas, sehingga penguapan panas tubuh lebih mudah terjadi.
  • Cadangan lemak bawah kulit dan lemak coklat yang sedikit pada bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal.
  • Adanya infeksi tertentu, misalnya sepsis atau infeksi local yang menyebar ke darah.

Apa saja penyebab bayi/newborn bisa terkena hiportemia?

Hipotermia pada bayi baru lahir dapat terjadi melalui beberapa mekanisme:

  1. Radiasi: penguapan panas tubuh bayi ke benda sekitarnya. Radiasi pada bayi umumnya terjadi melalui kepala.

  2. Konveksi: penguapan panas ke udara. Penguapan panas tubuh bayi secara konveksi dapat terjadi bila aliran udara cukup deras dan suhu udara sekitar cenderung dingin.

  3. Evaporasi: penguapan panas tubuh ke melalui insensible waterloss atau penguapan cairan tubuh yang tidak disadari, contohnya seperti cairan yang diekskresi melalui feses. Penguapan tubuh secara evaporasi dapat diperberat bila bayi dalam keadaan basah, dan bayi lahir prematur yang lemaknya relatif lebih sedikit.

  4. Konduksi: penguapan panas tubuh ke benda-benda yang menempel di sekitarnya. Bila benda- benda sekitarnya bersuhu dingin, penguapan ini lebih cepat terjadi.

Apa saja gejala hipotermia yang terlihat pada bayi?

Perlu diketahui bahwa suhu normal tubuh bayi adalah antara 36,5-37,5°C. Hipotermia terjadi bila suhu bayi terukur di bawah 36,5°C. Berdasarkan tingkatan klinisnya, hipotermia dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  • Stres dingin: terjadi bila tubuh bayi teraba hangat tapi tangan dan kaki teraba dingin. Batasan stres dingin suhu antara 35,5-36,4°C.
  • Hipotermia sedang: tubuh, kaki dan tangan teraba dingin dan suhu antara 32-35,4°C.
  • Hipotermia berat: tubuh, kaki dan tangan teraba dingin dan suhu tubuh kurang dari 32°C.

Pengukuran temperatur tubuh dapat dilakukan dengan menempelkan thermometer di ketiak bayi. Jangan melakukan pengukuran melalui anus karena dapat mencederai anus bayi. Pengukuran melalui dahi atau telinga juga tidak dianjurkan karena hasilnya cenderung tidak akurat.

Bila tidak segera ditangani, hipotermia pada bayi dapat berlanjut dan akan timbul berbagai gejala berikut:

  • Bayi terlihat pucat
  • Bayi lemas, malas menyusu, frekuensi napasnya melambat
  • Penurunan berat badan, gagal tumbuh

Bagaimana cara penanganan dan pencegahan untuk bayi/newborn yang terkena hiportemia?

Bayi yang mengalami stres dingin perlu dicari penyebabnya, apakah popok yang basah, suhu pendingin ruangan yang terlalu rendah, tubuh bayi basah (misalnya ketika seusai mandi tidak segera dikeringkan).

Yang terpenting, Mom harus segera menghangatkan tubuh bayi. Menghangatkan tubuh bayi dapat dilakukan dengan kontak kulit ke kulit antara bayi dan ibunya sambil disusui, dan ukur ulang suhu bayi setiap jam sampai suhu tubuhnya kembali normal. Bila suhunya tetap tidak naik atau justru semakin turun maka segera bawa ia ke dokter.

Pada hipotermia sedang, penanganan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Perlekatan kulit ke kulit dengan ibu dan memberikan selimut di atasnya.
  • Meletakkan bayi di infant warmer atau incubator.
  • Memberikan handuk hangat.

Sedangkan pada hipotermia berat, penanganannya lebih mendalam lagi, berupa:

  • Meletakkan bayi di infant warmer untuk sesegera mungkin menaikkan suhu ke angka 34°C, lalu hangatkan secara perlahan.
  • Pemberian cairan melalui infus.
  • Pemberian oksigen dan suntikan vitamin K.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hipotermia pada newborn adalah:

  • Menutup kepala bayi dengan topi, pakaian yang kering,
  • Bayi selalu dalam keadaan kering,
  • Pemberian selimut bayi,
  • Suhu ruangan dijaga hangat (suhu kamar tidak kurang dari 25°C),
  • Tidak menempatkan bayi di arah hembusan angin dari jendela/pintu/pendingin ruangan.

Sebelum memandikan bayi, Mom perlu menyiapkan baju, handuk, dan air hangat. Setelah dimandikan, segera keringkan tubuh bayi dengan handuk dan dipakaikan baju.

Apakah hiportemia yang dialami oleh bayi baru lahir dapat dicegah/ditolong menggunakan losion/minyak bayi? Jika iya, losion/minyak bayi yang seperti apa yang dapat digunakan? Jika tidak, mengapa?

Penggunaan minyak bayi sebagai pencegahan dan penanganan hipotermia sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemberian minyak bayi pada bayi yang baru lahir justru dapat meningkatkan risiko hipotermia. Lapisan lemak alami yang berfungsi melindungi kulit bayi akan hilang dengan pengolesan minyak tersebut. Hilangnya lapisan lemak di atas kulit ini berpotensi menyebabkan penguapan panas tubuh secara transdermal (melalui permukaan kulit) lebih cepat terjadi.

Walau demikian pada bayi yang lebih besar, pengolesan minyak bayi dapat dilakukan untuk memberikan efek hangat. Namun, Mom tentu tetap harus memperhatikan hal lain seperti pemberian baju yang dapat memberikan kenyamanan dan rasa hangat, serta suhu ruangan dijaga agar tidak terlalu dingin. Minyak yang digunakan untuk bayi sebaiknya berasal dari bahan alami, bersifat non iritatif dan aman untuk digunakan bagi kulitnya yang masih sensitif.

Semoga bermanfaat.

Narasumber: dr. Dyan Mega Inderawati.

By: Klik Dokter.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1788 Klik Dokter

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Babyo Hati ke Hati : Juni 2020

Hi Moms, yuk simak Babyo Hati ke Hati edisi Juni berikut ini!

Babyo Hati ke Hati Ed#1

Hai Moms! Yuk simak Babyo Hati ke Hati edisi pertama dari Chief Editor Babyo.

Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Membeli Food Processor?

Apa aja sih yang perlu diperhatikan sebelum membeli food processor? Fungsinya, kapasitasnya, atau harganya?

FAQ - Babyo Story, Points, dan Babyo App

"Kok, artikelku lama banget di-publish-nya, sih?" Mau tahu alasannya? Yuk temukan di sini!

Kata Mertua VS Fakta

Perbedaan pendapat dengan mertua seringkali memicu ketegangan dalam rumah tangga.

Kamu Orang Tua Baru? Udah Tahu soal yang Satu Ini Belum?

Betulkah bayi yang menangis menjerit-jerit itu karena ia merasa lapar?

Hamil dan Bingung Harus Bagaimana?

Babyologist hadir sebagai social media platform untuk memberikan dukungan masa kehamilan & parenting.

Babyo App: Cara Share Story - Weekly Topic

Sekarang, Moms bisa menulis artikel “Weekly Topic” di Babyo App, lho! Simak di sini caranya!

Babyo App: Cara Share Story

Siapa yang suka share pengalaman di Babyo? Sekarang Share Story bisa dilakukan lewat Babyo App lho!

Babyo App: Cara Share Moment

Kini share moment lebih mudah dengan Babyo App. Yuk ikuti langkahnya di sini!

Apakah Ada Efek Samping dalam Menggunakan Pil KB?

Tahukah Moms, bahwa ternyata ketika menggunakan Pil KB akan menimbulkan efek samping?

Kapan Nano Punya Adik?

Tidak terasa sebentar lagi usia Nano 2 tahun, kira-kira kapan Nano akan punya seorang adik? Yuk, simak jawaban mom Lysa.

What To Bring While Traveling With 4 month Baby?

Tentunya setiap ibu ingin travelling bersama sang buah hati. Apa yang perlu dibawa saat travelling bersama si Kecil?

Ketidakcocokan Rh Selama Kehamilan

Ternyata ketidakcocokan Rh juga dapat berpengaruh sampai keguguran loh Moms, berikut informasi lengkapnya.

Pentingnya Asupan Bebas Gluten Bagi Kesuburan Pria dan Wanita

Jumlah gluten pada tubuh ternyata dapat mempenggaruhi berbagai hal loh Moms, yuk simak informasi selengkapnya.

Packing Essential Saat Liburan Bersama si Kecil

Tentunya setiap keluarga ingin pergi berlibur bersama anaknya, karena itu perlu disiapkan barang bawaan yang diperlukan.

Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan didefinisikan sebagai tumor ganas di faring, laring, atau amandel.

Bisakah Seorang Wanita Berovulasi Lebih Dari Satu Kali Per Siklus?

Apakah moms mengetahui bagaimana seorang wanita berovulasi dan akhirnya mengalami pembuahan? Yuk, simak informasinya!

Ide Bermain Anak - Pattern Game

Masih banyak barang bekas yang bisa dikreasikan untuk jadi mainan si Kecil loh Moms! Yuk, coba permainan berikut.

Apa itu Sindrom Down?

Apakah Moms pernah mendengar tentang sindrom down? Apa jenis, penyebab sindrom down dan bagaimana efeknya?