Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waktu yang Tepat untuk Menambahkan Garam pada Makanan Bayi

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  08 Jul '18


Makanan orang dewasa atau anak-anak seringkali ditambahkan garam untuk menambah cita rasa pada makanan sehingga bisa menggugah selera yang menikmatinya, karena makanan yang ditambahkan akan terasa gurih. Tapi Mom tidak perlu menambahkan garam pada makanan bayi. Lalu kapan waktu yang tepat untuk menambahkan garam pada makanan bayi?

Anak biasanya akan memilih-milih makanan, namun Anda bisa membiasakan anak mengenal beragam jenis makanan sejak bayi mulai bisa memakan makanan pendamping ASI. Namun Mom tidak perlu menambahkan garam pada makanan bayi ini, biarkan bayi bisa mengenali berbagai jenis makanan, tekstur dan rasa asli dari masing-masing jenis makanan. Selain itu bayi juga belum perlu garam.

Jika sejak awal mengenal makanan anak diberi garam, bisa jadi anak akan terbiasa dengan makanan asin dan berlanjut hingga dewasa. Sehingga ketika diberi sayuran atau buah manis anak akan akan merasa makanan tersebut hambar bahkan tidak menyukainya. Oleh karena itu sebaiknya Mom sebaiknya menghindari menambahkan penyedap atau garam pada makanan padat bayi.

Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clicinal Nutrition. Dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa bayi yang sejak usia 6 bulan  sudah diberikan makanan padat tinggi karbohidrat akan cenderung lebih menyukai kuah sup ayam yang terasa gurih daripada air putih yang terasa tawar keti anak sudah beranjak besar. Sementara anak bayi yang belum diperkenalkan makanan pendamping ASI gurih maka akan masih menolak rasa asin.

Jika Mom berpikir untuk menambahkan garam pada makanan bayi adalah salah satu cara untuk memperkenalkan rasa gurih, sebenarnya bayi sudah mengenal rasa gurih sejak disusui karena susu mempunyai rasa gurih yang alami. Selain itu Anda tidak perlu menambahkan garam pada makanan bayi karena ginjal bayi belum kuat untuk mengolah kelebihan garam.

Anda sebaiknya menunda menambahkan garam pada makanan bayi sampai anak berusia 1-2 tahun. Karena ketika di bawah umur 1 tahun anak hanya sedikit sekali membutuhkan asupan garam, yaitu hanya 1 gram per hari. Bahkan ketika anak usia 1-3 tahun, anak hanya memerlukan 2 gram garam perhari. Mom bisa saja menambahkan garam pada makanan bayi untuk membangkitkan selera makan bayi, tapi perlu diingat, Anda hanya perlu menambahkan sedikit saja garam. Namun akan lebih baik jika Anda bisa menunda menambahkan garam pada makanan bayi hingga umurnya 1-2 tahun.

Meskipun belum menambahkan garam pada makanan bayi, Mom juga perlu berhati-hati ketika membeli makanan yang sudah jadi, karena biasanya mengandung nutrium yang tinggi dan garam yang tersembunyi, jadi jangan lupa sebelum membeli sebaiknya Mom membaca label kemasan makanan yang akan dibeli.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

702 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Serba-serbi Abses Payudara

Salah satu kasus yang umum ditemukan pada ibu menyusui adalah abses payudara. Yuk kenal lebih dalam tentang abses

Apakah Diet Vegetarian Cocok untuk Si Kecil?

Jika Moms adalah seorang vegetarian, Moms mungkin akan mengusahakan agar si Kecil mendapatkan diet yang sesuai

Manfaat Susu Soya untuk Bayi

Selain memiliki banyak manfaat & menyehatkan, susu soya dapat menjadi alternatif untuk anak yang alergi susu sapi Moms.

7 Langkah Sukses ASI Saat Berpuasa

Moms masih mengASIhi, tapi ingin ikut berpuasa? Yuk simak tips berikut ini agar sukses melakukannya

Jangan Minum Es, Entar Demam Lho! Benarkah?

Kita biasa melarang anak untuk minum es karena bisa menyebabkan demam, batuk dll. Tapi benarkah demikian?

Bahaya Garam dan Gula untuk Bayi Di Bawah 1 Tahun

MPASI untuk bayi di bawah 1 tahun belum boleh diberi garam/gula, apa alasannya?

Bolehkah Ibu dengan Hepatitis B Memberikan ASI?

Apakah ibu menyusui yang menderita hepatitis B tetap boleh memberikan ASI?

Bikin Kenyang Tapi Kurus? Konsumsi Ini Saat Diet!

Makanan apa saja yang bisa membuat perut kenyang namun tidak menaikkan berat badan?

Manfaat Telur Puyuh

Meskipun bentuknya kecil, namun telur puyuh memiliki segudang menfaat. Yuk, simak berikut ini.

7 Buah Ini Atasi Sembelit Bayi

Buah yang bertekstur lembek maupun keras yang kaya akan serat ini mampu mengatasi sembelit pada bayi.

Si Kecil Kurus Meski Sudah Makan Banyak? Ini Sebabnya

Kenapa si Kecil tidak gemuk walaupun ia makan dengan porsi yang banyak?

Kolik Karena Intoleransi Laktosa?

Benarkah salah satu penyebab kolik pada bayi adalah karena intoleransi laktosa?

Hindari Anemia dengan Mengonsumsi Makanan Kaya Zat Besi Berikut Ini

Makanan apa saja yang bisa meningkatkan kadar hemoglobin pada anak?

7 Jenis Ikan yang Memiliki Asam Lemak Omega 3 Baik Untuk si Kecil

Ikan merupakan makanan yang tinggi akan omega 3. Lalu ikan apa saja yang mengandung omega 3 yang baik?

Kapankah Anak Butuh Vitamin Penambah Nafsu Makan?

Apa ciri-ciri yang menunjukkan si Kecil membutuhkan vitamin penambah nafsu makan? Simak penjelasan berikut.

10 Buah Ini Mampu Atasi Sembelit pada Bayi

Si Kecil cukup rentan mengalami sembelit. Daripada memberikannya obat, lebih baik atasi dengan buah-buah ini.

Si Kecil Tetap Kurus Walau Minum ASI, Mengapa?

Berat badan si Kecil tidak bertambah walau sudah diberi ASI eksklusif? Yuk simak tips ala Mom Lisrin berikut

Makanan Apa yang Mengandung Protein Nabati Tinggi?

Moms ingin diet vegetarian, tapi takut protein yang dibutuhkan berkurang? Yuk simak list makanan berikut

Dot Bayi Manakah yang Cocok untuk si Kecil?

Dot bayi terbagi ke dalam beberapa jenis menurut fungsi dan bentuknya. Dot manakah yang terbaik?

6 Makanan Tinggi Kandungan Mineral

Makanan apa saja yang mengandung mineral tinggi dan baik untuk tubuh?