Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Waktu Terbaik Menyimpan ASI Perah

FEEDING  |  23 Mar '18


Ibu menyusui dan juga memiliki berbagai pekerjaan lainnya tentu harus bisa meluangkan waktu sebisa mungkin agar kedua hal itu bisa tetap dengan baik dikerjakan. Namun, Moms yang memiliki berbagai kesibukan dan selalu ada urusan mendesak, tentunya harus berpikir mencari solusi supaya bayi mereka tetap mendapatkan ASI dan pekerjaan mereka juga bisa dikerjakan tepat waktu.

Salah satu solusi yang sering dilakukan yaitu dengan memerah ASI-nya, agar bayi tetap bisa mendapatkan ASI walaupun tidak ada disampingnya. Namun timbul pertanyaan, berapa lama penyimpanan ASI yang sudah diperah dapat bertahan ? Hal ini tergantung sarana apa yang Moms gunakan untuk menyimpan ASI ini, lalu tergantung juga dengan berapa tingkat temperatur di tempat yang anda gunakan untuk menyimpan ASI.

Berapa Lama ASI Bisa Bertahan Setelah Diperah ?

Berikut adalah  beberapa daftar tempat penyimpanan ASI dan seberapa lama ASI bisa bertahan:

  • ASI dalam suhu ruangan
    ASI yang sudah diperah ada baiknya untuk segera disimpan ke dalam botol susu yang steril. Lama penyimpanan ASI di dalam botol dan disimpan di suhu ruangan bisa bertahan hingga 4 jam.
  • ASI yang di simpan dalam lemari pendingin
    Lemari pendingin normalnya memiliki suhu 0’C - 4’C. ASI yang sudah diperah jika ditempatkan di lemari pendingin bisa bertahan selama 4-5 hari. ASI yang akan ditempatkan di lemari pendingin ada baiknya dimasukan dulu ke dalam botol steril, lalu gunakan wadah besar untuk menampung botol-botol yang sudah diisi oleh ASI perah tersebut.
  • ASI yang disimpan dalam mesin pendingin (Freezer)
    Jika Moms memiliki pasokan ASI perah yang banyak maka ada baiknya disimpan di mesin pendingin atau biasa disebut freezer. Ada yang mengatakan bahwa ASI perah yang disimpan di mesin pendingin ini bisa bertahan maksimal hingga 6 bulan. Namun Moms tentu harus mengaturnya sedemikian rupa agar tanggal ASI yang diperah masing-masing tidak tertukar. Moms bisa melakukannya dengan menempelkan label dan keterangannya di masing-masing botol atau kantong susu. Hal ini akan mudah untuk membedakan usia dari setiap kantong susu. Kemudian jika Moms  hendak memberikan ASI yang sudah dibekukan kepada bayi, sebaiknya Moms menghangatkannya terlebih dahulu. Dan sebagai tambahan, ASI beku yang sudah dihangatkan tidak boleh dibekukan kembali.

Perlu diingat bahwa hal ini dilakukan hanya untuk Moms yang tidak memiliki waktu untuk menyusui sang buah hati secara langsung. Bagaimanapun menyusui ASI  secara langsung itu lebih baik daripada ASI yang sudah diperah. Jika terpaksa untuk melakukan itu, maka ASI yang sudah diperah sebaiknya disimpan di dalam botol yang steril.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

782 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.