Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Wajarkah Kotoran Mata Berlebih pada Bayi Newborn?

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  03 Dec '19


Saat Scarlett baru lahir, sekitar 4-5 hari setelah kelahirannya. Mata kanannya mengeluarkan kotoran banyak sekali, setiap habis bangun tidur, sampai seperti sulit dibuka karena kotorannya menutupi antara kelopak mata atas dan bawah. Air matanya juga sering terlihat mengambang di matanya, bahkan suka terlihat mengeluarkan air mata sendiri tanpa menangis. Tapi diperhatikan, matanya tidak memerah seperti orang sakit mata, ia pun seperti tidak terganggu, tidak rewel pula. Lalu juga matanya tidak sembab, maupun bengkak.

Kemudian saya cari tau dengan kondisinya yg seperti itu bagaimana penanganannya. Ternyata hal ini bisa terjadi diakibatkan karena saluran air mata bayi ada yg tersumbat atau terlambatnya perkembangan dan pembukaan saluran mata, sehingga kotoran mata dan air mata yang seharusnya masuk ke rongga hidung tidak bisa mengalir lancar ke hidung. Jadi air mata terus mengambang di mata dan bercampur dengan debu, sel kulit mati, benda asing, dan kotoran dari luar sehingga menjadi banyak kotoran mata yang menumpuk. Kondisi ini tidak berbahaya ya moms, dan akan membaik sendiri lama kelamaan seiring dengan perkembangan anak. Scarlett mulai membaik dari minggu ke minggu dan sudah benar-benar sempurna saluran air matanya di usia 5 minggu.

Bagaimana cara membersihkan kotoran mata yg seringkali membuat matanya lekat?
Basahi kapas dengan air hangat, lalu usap perlahan ke mata anak, jangan terlalu keras, karena bisa menyebabkan iritasi pada matanya. Lebih baik perlahan namun berulang kali sampai bersih. Jangan gunakan handuk mandi anak karena khawatir kotorannya mengandung bakteri dan membawa bibit penyakit untuk anak, selain itu juga permukaan kain lebih kasar jika dipakai untuk mengusap mata berkali-kali.

Untuk membantu mempercepat terbukanya saluran mata, moms bisa melakukan pijatan di mata bayi. Caranya:

1. Tekan sedikit pada pangkal mata yang terdapat saluran air mata. Sambil menekan, lakukan pijat gerakan naik turun pada jari yang menekan mata sebanyak 10 hitungan.
2. Di hitungan ke sebelas, tekan pijatan ke bawah (batang hidung).
3. Lalu lakukan lagi langkah nomor 1.
4. Di hitungan ke sebelas, tekan pijatan ke arah luar mata.
5. Lakukan terus sesering mungkin langkah 1-4 di atas.

Namun ada kondisi yang perlu diwaspadai. Jika gejala kotoran mata dan air mata yang mengembang disertai dengan:

- Mata yang merah dan sembab
- Bayi tidak mau membuka mata atau terlihat kesilauan jika terpapar matahari/cahaya.
- Bayi merasa terganggu dengan sering mengucek/menggosok matanya, sehingga menjadi rewel.

Segera konsultasikan ke dokter jika disertai gejala di atas ya moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

260 Chloe Adeline S.Psi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda

Normalkah BAB Seminggu Sekali pada Bayi ASI Eksklusif? Bagaimana Mengatasinya?

Moms mungkin khawatir kalau ternyata bayinya BAB hanya seminggu sekali? Tenang Moms, ini masih normal kok.