Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Vonis Caesar Berakhir Normal

MY STORY  |  27 Jul '19


Hari itu tepatnya 38 Week 6 Day usia kehamilanku, yaaa sudah mateng banget. Tapi belum ada tanda tanda cinta si utun mau lahir. Hanya ada segaris flek seperti coretan bolpoin.

Keesokan harinya tepat 39 week waktunya kontrol USG, senangnya bisa ketemu si utun yang sudah masuk panggul dengan posisi "mapan" lagi (Dokter sudah bilang dari umur kehamilan 36 week si utun sudah masuk panggul). Selesailah registrasi, dan yang pasti aku sampaikan keluhan flek segaris bolpoint kemarin.

Singkat cerita, karena kehamilanku sudah masuk 39Week, takutnya flek itu adalah tanda tanda melahirkan, jadilah hari itu menjadi pertama kalinya aku merasakan "Cek Pembukaan" yassshhhh. Beneran nggak nyaman sumpah.

"Bukaan 1 belum longgar bu"

Whatttt???? Sudah bukaan 1? Kapan itu? Kok aku nggak kerasa? Mulai campur aduk rasanya. Nggak kerasa sebentar lagi ketemu sama si utun yang sudah 39 week di gembol kemana mana.

Pindahlah kemudian ke ruang USG, dokter mulai mendeteksi denyut jantung, panjang janin, berat janin dan posisi janin.

"Kok masih ngambang ya, belum masuk panggul"

"Minggu kemarin sudah masuk dok katanya"

"Ini ni, yaaa masih ngambang"

Selesai di periksa duduklah berhadapan kita di meja dokter (mirip FTV)

"Ini sudah 39 minggu, sudah waktunya lahir, tapi kepala janin masih jauh dari jalan lahir. Kalaupun di induksi juga percuma, malahan akan nyakitin ibunya. Ditunggu saja sampai 40 minggu kalau belum turun juga, tidak ada jalan lain selain caesar"

What?? Jantung rasanya terpacu cepat, sambil mikir, uang darimana buat biaya operasi. Sedangkan sebelumnya sama sekali tidak ada pikiran untuk bikin BPJS/Asuransi lain. Hari itu aku benar benar kacau, apa yang selama ini sudah di usahakan agar bisa melahirkan secara normal (karena keterbatasan biaya) ternyata akan berakhir di meja operasi. Waktu itu suamiku kerja, dan selama hamil tua aku memilih pulang ke rumah orangtua. Jadi kita LDRan selama hamil.

Jadi, harus ku bagikan ke siapa kekalutan ini? Darimana uang puluhan juta untuk operasi?Berkali kali ku usap perutku, sambil menangis dan terisak.

"Dek, kalau memang harus operasi, bunda ikhlas. Tapi kalau adek bisa, ayok kita berjuang sama sama lahiran normal"

Sampai rumah langsung ku ceritakan vonis caesar dari dokter, dan langsung ku tinggal masuk rumah. Karena rasanya takut, campur sesaknya nahan tangis di depan keluarga.

"Kamu kenapa? nggak apa apa, mau normal atau caesar sama, yang penting kamu dan anakmu sehat semua" kata bapak

"Kasian suamiku pak, aku merasa jadi beban saja. Kasian dia harus ngeluarin uang sebesar itu" tangisku mulai tidak bisa tertahan.

"Nanti bapak bantu, sudah nggak perlu di fikirkan. Yang penting kamu dan anakmu sehat dan selamat. Nggak usah mikirin biaya" entahlah, itu barusan suara siapa. Seketika hati ini tenang rasanya.

Dalam setiap bersujud, akupun tak luput berdoa, menangis dan meminta yang terbaik.

"Ya Allah, jika memang operasi adalah jalan terbaik, hamba ikhlas. Namun, jika melahirkan normal adalah takdirku, berikan aku mukjizatMu"

39 week 0 Day Malam

Hari ini suamiku datang, seperti biasa aku menceritakan semuanya. Ya dia menguatkanku dan memberiku semangat. Baginya istri dan anaknya sehat sudah cukup, biaya pasti ada saja. "Tuhan pasti membantu" katanya.

Esoknya, masih belum ada tanda apa apa. Sampai di jam 10 pagi perut serasa kram, seperti mau haid tapi samar dan nggak pengaruh apa apa. Siangnya masih bisa beli jajan di minimarket buat bekal suami balik lagi ke kota seberang untuk kerja. Masih dengan rasa kram yang sama namun lebih terasa.

"Perutku sakit ya daritadi, kayak mau haid"

Suami diem aja cuma kasih muka khawatir, karena emang nggak ngerti.

Sorenya, pas suami mau pamit ke stasiun (kebetulan memang aku yang nyuruh naik kereta, biar nggak capek di jalan), aku kayak ngerasain ada yang nggak beres di CD. Pas di cek ternyata emang keluar Flek. Masih sedikit sih dan belum ada bercak darah. Its normal batinku.

"Hati hati ya sayang"

"Iya, kamu ati ati juga. Adek, ayah kerja dulu ya. Kalau mau lahir nggak usah nungguin ayah" satu kecupan untuk perut buncitku. Sedih rasanya, pas hamil besar gini harus pisah sama suami.

Singkat cerita, aku cek lagi CDku. Ternyta sudah banyak flek bercampur darah yang keluar. Langsunglah aku kabari kakakku.

"Mbak, aku keluar flek campur darah"

"Hahh?sudah waktunya?terus suamimu kemana?"

"Barusan sudah berangkat naik kereta"

"Telepon, suruh balik lagi. Siapkan tas persalinanmu. Ayo tak antar ke klinik bersalin"

Tepat di usia kehamilan 39 week 1 day jam 19.00 aku masuk klinik. Perut rasanya sudah mulai kram 5 menit sekali tapi masih bisa tertahan. Cek pembukaan lagi.

"Bukaan 2 longgar, kepala janin sudah turun" kata bidan

"Alhamdulillah"

"Tapi kok suhu tubuhnya 37°C ya bu? Mikir apa? Minum air putih yang banyak ya biar cepet turun suhunya"

Sambil nungguin suamiku yang lagi perjalanan balik lagi dan batal pulang ke kota seberang, aku harus berusaha menurunkan suhu tubuh. Air mineral 1500ml ada 2 buah. Harus habis. Harus!!!

Beberapa Menit kemudian suamiku sampai ke klinik, di susul bapak, ibu dan keluarga lainnya. Kram ini makin lama makin bandel, melilit seperti tembus ke tulang belakang. Dan aku rasakan itu setiap 5 menit sekali. Nikmatnyaaaaaa. Suamiku yang sejak tadi kuremas, ku cakar, hanya menyemangatiku. Apalagi selain itu, kehadirannya saja sudah cukup.

Hingga pukul 01.49 rasanya perut ini sudah tidak tahan. Sakit, sangat sakit. Buat nafas atau nahan sakit saja rasanya sudah susah. Masuklah ke ruang bersalin. Dan cek pembukaan lagi, "Bukaan 4, jangan mengejan dulu ya bu. Kasihan bayinya"

"Jadi aku bisa lahiran normal mbak?"

"Kenapa tidak, ini sudah bagus kok sebentar lagi ya, tahan dulu"

Sekitar jam 3 pagi rasanya perut semakin menjadi jadi,rasa pengen mengejan, tapi belum boleh mengejan. Dan "pyooooooorrrrrrrrr" ketubanku pecah.

Yaaaa, sejak masuk ruang bersalin, bibi ku lah yang nemenin. Kenapa bukan ibu atau suamiku? Ibuku takut, suamiku diusir sama bibiku karena nangis lihat aku diinfus xixixi. Kata bidan ketubanku berwarna hijau jadi harus dapat antibiotik dari infus.

Semakin pagi, perut rasanya nggak karuan. Apapun itu rasanya pengen aku ambil buat pegangan menahan rasa ingin mengejan ini. Sambil sesekali berandai andai ditemani suami tercinta.

Tepat 07.05 bayi tampan nan mungil yang kami beri nama Adam Faiz Al-Arkhan akhirnya lahir normal dengan sehat tanpa kurang suatu apapun. Lahir dengan BB 3,1kg TB 51cm.

Tak berhentinya aku bersyukur, berterimakasih kepada semua keluargaku. Dan juga Tuhanku yang memberikanku mukjizat sebesar ini. Akhirnya, aku menjadi salah satu bukti bahwa Vonis dokter bisa di patahkan dengan kekuatan Doa. God Bless You <3

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

160 Yesi Nofia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Pernikahan Selama Pandemi Covid19

Di masa pandemi ini, yuk Moms kita bangun hubungan yang semakin erat dengan suami dan si Kecil.

Pengalamanku Mengenal Babyo Hingga Redeem Point Pertama

Yuk Moms simak cerita dan pengamalan berikut ini.

Aku dan Babyologist

Apa sih Babyologist? Apa manfaatnya bergabung dengan Babyo? Yuk, simak pengalaman dari Mom Sasika berikut ini.

Beef Steak with Mashed Potato

Moms, ingin masakan bintang lima tetapi low budget? Coba masak sendiri Beef Steak with Mashed Potato dengan resep dari Mom Julia berikut ini.

Quality Time, Kunci Menjaga Hubungan

Siapa yang disini setuju kalau quality time adalah salah satu kunci kebahagiaan rumah tangga? Yuk simak yang berikut ini.

Redeem Point Pertamaku Di Babyologist: B.Box Insulated Food Jar

Setelah bergabung sejak bulan Juli 2019, akhirnya ngerasain juga redeem point pertama di Babyologist

Menikah dan Jadi Mama di Usia Muda, Bagamana?

Menikah muda dan menjadi ibu dalam usia yang masih muda? Yuk simak cerita Mom Risny berikut ini

Ketika Suamiku Cemburu dengan si Kecil

Mengurus newborn memang tidak ada habisnya ya Moms, seperti main tamagotchi, tapi tidak bisa di-pause.

Dilema Ketika Anak First Molar

Apakah si Kecil sedang mengalami first molar juga Moms? Yuk, simak beberapa cara mom Ulan mengatasinya!

Rahim Turun Setelah Melahirkan? Kok Bisa?

Rahim turun atau disebut prolapsus uteri adalah kondisi dimana rahim tidak pada tempatnya. Bagaimana cara mengatasinya?

Kolak Pisang Ubi (18 M+)

Kebetulan hari ini hujan, pengen ngemil yang hangat-hangat. Langsung saja bikin kolak pisang dan ubi Moms!

Nasi Goreng Tomat (18M+)

Rata-rata anak kecil pasti suka nasi goreng. Yuk, variasikan masakan nasi goreng Moms! Salah satunya nasi goreng tomat.

Sudah Waktunya Me Time Lho Moms

Kapan terakhir kali mommy punya waktu untuk me time? Berikut ini ada beberapa tips me time yang bisa moms lakukan

Tips ME TIME ala Working Mom

Saya ibu pekerja yang memiliki anak hiperaktif. Kadang membuat saya lelah, mood berubah & selalu ingin marah.

Redeem Point Babyologist Pertamaku

Saya tahu Babyologist sudah lama, waktu itu memang hanya melihat-lihat informasi di Instagramnya saja.

Pengalamanku Pertama Kali Mengikuti Babyo Session

Bagaimana pengalaman Mom Ngel Zhuang ketika mengikuti acara babyo session untuk yang pertama kalinya?

New Mom

Sebagai new Mom, jangan lupa untuk mencari informasi tentang berbagai hal mengenai kehamilan dan menyusui ya!

Me Timeku Dengan Babyologist

Semenjak berkenalan dengan babyologist, saya sudah dibuat jatuh cinta

Pengalamanku Mengajak Deana Toilet Training

Awal saya mencoba toilet training pada Deana itu saat usianya 20 bulan.

Kegalauan Launching Debay

Yang di galauin bukan takut dioperasi atau sakitnya, tapi ASInya keluar gak nanti abis lahiran? Sama gak Moms?