Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tumbuh Gigi, GTM, dan Cara Menghadapinya ala Mom Intan

FEEDING  |  GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  24 Apr '19


Setelah memasuki dunia perIBUan, banyak istilah unik yang baru aku ketahui. Salah satu istilah unik tersebut adalah GTM alias Gerakan Tutup Mulut, yang diartikan bahwa ini adalah momen di mana si Bayi lagi benar-benar menolak makan.

Sejak usia Alfa 6 bulan dan masuk dunia MPASI, sebenarnya aku sudah gugup, takut Alfa GTM, picky eater, dsb. Tapi syukurlah dari sejak makan pertama kali, Alfa selalu lahap. Dimasakin apa pun, masuk. Dikasih apa pun, oke. Namun itu semua berakhir setelah drama Tumbuh Gigi menyerang.

Selama tumgi, Alfa mulai GTM. Tapi GTM Alfa ini bukan yang ekstrem sampai gak masuk apa pun ya Moms. Setelah banyak percobaan, akhirnya aku menemukan solusinya, yaitu:

  • Jangan memaksa
    Ini penting banget ya Moms. Meskipun kita semua tahu kalau anak lagi malas makan, hati Moms mungkin jadi gundah gulana, serba takut, takut anak jadi sakit, BB drop, lemes, dll. Sehingga muncullah momen "memaksa". Tapi please, BIG NO ya. Jangan. Jika dipaksa, yang ada anak bisa lebih menolak buka mulut.
  • Sedikit tapi sering dan suapi menggunakan tangan
    Karena gak boleh paksa makan, akhirnya aku ikuti ritmenya aja dan cari kesempatan kasih makan (bisa berupa camilan, buah, maupun makan besar) di saat baby kelihatan good mood. Gak apa-apa sedikit, tapi sering. Biasanya aku curi-curi kasih makan ke Alfa saat dia lagi heboh main sendiri, teriak-teriak, nyanyi-nyanyi. Nah ini lagi good mood banget. So aku suapi makan "pakai tangan", langsung hap masuk mulutnya. Dan doi akhirnya ngunyah. Kalau dilepeh, masuk ke tahap selanjutnya, yaitu:
  • Sabar dan sugesti positif
    Sebagai Ibu, kita mesti perbanyak stok sabar ya, apalagi saat menghadapi masa GTM ini. Kita juga harus sugesti positif ke diri sendiri. INI PENTING! Karena kalau kita sendiri langsung down dan bahkan berpikir negatif, misalnya:
    "aaah anakku gak mau makan terus nih"
    "Ini aku yang salah"
    "aduh anakku pasti nanti turun deh BBnya"
    "masakanku pasti gak enak ya?"
    Kalau si ibu sendiri aja udah berpikiran negatif, percaya tidak percaya, lama-lama momen kasih makan ke anak sendiri itu jadinya berasa BEBAN. Si ibu jadi capek, kesel, ngedumel dan masalah GTM-nya gak bakal kelar.

    Daripada berpikir negatif kayak di atas, mending ubah jadi berpikir positif. Misalnya kalau makanan dilepeh atau beneran tutup mulut:
    "Oh lagi seru mainnya, nanti dicoba lagi PASTI mau."
    "It's okay. Sabar. Nanti PASTI makan."
    "Gapapa. Yakin, PASTI LAHAP lagi."
    Aku terapkan ini. Dan serius, aku jadi lebih legowo dan nyantai apa pun respons Alfa saat makan. Karena aku YAKIN, di suapan selanjutnya, Alfa bakal makan. Kalau enggak makan juga, berarti di suapan selanjutnya lagi. Dan seterusnya. Pokoknya SABAR, SEMANGAT, SUGESTI POSITIF.
  • Sadar kalau tidak bisa selalu idealis
    Setelah melewati masa GTM Alfa, aku sadar kalau aku gak bisa selalu idealis. Jadi kalau Alfa beneran lagi ogah makan, ya gak apa-apa. Aku ganti jadi kasih roti aja. Saat dikasih roti, Alfa doyan banget. Disodorin, diambil, makan sendiri. Lalu momen makan berikutnya, aku kasih lauk aja. Terus sayurnya aja.
  • Sounding
    Apa sih sounding itu? Jadi sounding itu adalah memberi kata-kata positif yang biasanya work dilakukan saat momen di mana anak lagi dalam fase mau lelap tidur. Jadi saat Alfa sudah mau terlelap tidur, aku bisikkan: "Alfa pintar. Alfa makan yang cukup ya, Nak." Berulang kali.

    Kata-katanya simpel aja. Inti yang mau dicapai. Kalau sounding kita diterima sama anak, biasanya ditandai dengan dia gerak dikit atau mengangguk, pokoknya saat dibisikkan, dia ada respons (tapi tetap dalam fase mau lelap tidur itu ya). InsyaAllah ini work. Tergantung kepekaan anaknya. Meski gak langsung hap lahap, tapi ada perubahan di hari berikutnya. Selain sounding buat makan, aku suka sounding Alfa agar jangan rewel dan tidur nyenyak.
  • Dukung anak makan sendiri
    Dan akhirnya, inilah solusi paling JOSS setelah menjalani dan mengamati masa GTM Alfa. Ternyata Alfa lebih condong makan kalau dia sendiri yang pegang makanan. Setelah dipikir-pikir, mungkin memang sudah masanya Alfa belajar makan sendiri tanpa disuapi. Jadi sekarang setiap jam makan, Alfa duduk di booster seat, dan makan sendiri di piring yang ada suction-nya (punyaku merek Marveila). Dan Alhamdulillah, Alfa akhirnya buka mulut, makan sendiri, dan gak berhenti mengunyah. Solusi termanjur untuk GTM Alfa ternyata membiarkan dia mengeksplor makanan sendiri dan mandiri. Karena Alfa belum bisa pakai sendok, jadi dia makannya pakai tangan.

    Jangan takut makanan berantakan ya Moms. Sisa-sisa makanan yang bercecerannya bisa dibersihkan, lantainya bisa di pel. Biarkan anak mandiri dan bereksplorasi.
  • Makan bersama
    Terakhir, yuk makan bareng anak. Saat Alfa makan, aku juga makan di sebelahnya, sambil sesekali suapi juga. Kalau begini kan "Anak kenyang, Mamak kenyang".

 

Semoga bermanfaat.

By: Intan Sukma Utami

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

292 Intan Sukma Utami

Comments

Related Stories