Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  07 Jan '20


Setiap Ibu pasti ingin melahirkan anak yang sehat, IMD, dan rooming in. Hal-hal itu sangat aku nantikan sewaktu menunggu kelahiran si Kecil. Tapi sayangnya, Allah punya rencana lain untukku. Meskipun anakku saat ini Alhamdulillah dalam keadaan sehat, membawanya pulang setelah dilahirkan ke dunia cukup menguras air mata.

Aku melahirkan secara pervaginam, setelah melalui proses yang cukup panjang yaitu 20 jam. Sesuai dengan instruksi dokter, aku diinduksi saat bukaan 7 karena selaput ketuban sudah pecah dari belasan jam yang lalu. Sejam setelah diinduksi, lahirlah anakku. Bayi perempuan yang cantik, dengan berat lahir yang Alhamdulillah sehat.

Mendengar tangisannya, campur aduk perasaanku. Senang, terharu sampai tidak percaya bahwa buah hatiku sudah lahir ke dunia. Namun sayangnya, saat proses IMD, bayiku tidak mencari putingku. Saat itu aku belum terlalu paham dan masih sangat terpana oleh kehadirannya. Setelah proses IMD selesai, suster membawa bayiku ke kamar bayi untuk dimandikan dan diobservasi.

Masih teringat jelas, suster berkata bahwa proses observasi adalah 6 jam. Jika sebelum 6 jam ada yang mengkhawatirkan, suster akan beri tahu kami. Masih sangat lelah, aku pun hanya berbaring sembari berbincang dengan suamiku di kamar bersalin.

Tiba-tiba, suster meminta suamiku ke ruang bayi. Di situlah perasaanku mulai tidak enak, seakan sudah tahu ada yang salah dengan bayiku. Kembalinya dari ruang bayi, suamiku berkata bahwa nafas anak kami sangat cepat saat tidak dipakaikan alat bantu oksigen dan harus dipindahkan ke ruang PERINA untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hancur rasanya mendengar kabar itu, namun aku tetap optimis dan berdoa untuk kesembuhan anakku. Setelah dilakukan serangkaian tes ternyata anak kami mengalami Transient Tachypnea of the Newborn (TTN), yaitu gangguan pernafasan yang cukup umum ditemui pada bayi baru lahir. Bayi yang mengalami TTN ini umumnya bernafas dengan sangat cepat.

Apakah penyebab TTN?

Menurut Stanford Children’s Health, TTN disebabkan oleh penyerapan cairan yang lambat di paru-paru bayi. Cairan ini menyebabkan pengambilan oksigen lebih sulit dan sebagai gantinya bayi harus bernapas lebih cepat.

Siapa saja yang berisiko mengalami TTN?

- Bayi yang lahir melalui operasi caesar
- Bayi yang memiliki riwayat asma dalam keluarganya (saya penderita asma)
- Bayi Makrosomia (lahir dengan berat badan di atas 4 kg)
- Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes

Seperti apa gejala TTN?

- Bernafas dengan sangat cepat, lebih dari 60-80 tarikan per menit
- Retraksi atau tulang rusuk yang tertarik saat bayi menarik nafas
- Mengeluarkan bunyi seperti mendengus saat bernafas
- Lubang hidung bayi yang membesar

Meskipun tidak tergolong sangat berbahaya, namun TTN tetap harus ditangani sampai bayi dapat bernafas dengan normal tanpa alat bantu. Berikut penanganan yang diberikan kepada anakku:

- Alat bantu oksigen dan infus 
- Tes darah untuk mengukur kadar oksigen dan adanya infeksi atau bakteri 
- Rontgen untuk melihat apakah ada kelainan dengan paru-paru
- Penundaan pemberian ASI sampai 2 hari karena risiko aspirasi makanan
- Pengosongan cairan di lambung untuk memastikan tidak ada cairan ketuban yang terminum

Syukurlah, hasil cek darah tidak menunjukkan adanya infeksi atau bakteri serta hasil rontgen pun tidak menunjukkan adanya kelainan pada paru-paru anak kami. Dan di hari kelima (setelah drama billirubin yang cukup tinggi karena anakku tidak mendapat ASI selama 2 hari), aku bisa membawa pulang anakku.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

507 Jasmine Karissa

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda

Normalkah BAB Seminggu Sekali pada Bayi ASI Eksklusif? Bagaimana Mengatasinya?

Moms mungkin khawatir kalau ternyata bayinya BAB hanya seminggu sekali? Tenang Moms, ini masih normal kok.

Mengatasi Pilek si Kecil Tanpa Obat

Para orang tua tentu akan merasa sangat panik bila buah hatinya terkena flu bukan?