Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Trimester Kedua - Waktu yang Tepat untuk Traveling Saat Hamil

MY STORY  |  PREGNANCY  |  18 Jul '19


Memasuki trimester kedua, saya yang awalnya selalu mual, pusing, dan muntah di hampir selama trimester pertama, kini sudah lebih membaik. Saya rasa hormon di tubuhku sudah mulai mengalami penyesuaian sehingga makin hari mual, pusing, dan muntahnya semakin berangsur membaik dan perlahan hilang di trimester kedua. 

Kalau kata orang-orang, trimester kedua adalah masa yang paling menyenangkan selama hamil. Dan setelah mengalaminya sendiri, saya juga setuju dengan statement tersebut. Di trimester kedua ini perut belum terlalu besar jadi masih sangat nyaman untuk dibawa bergerak sehari-hari dan diajak explore sana sini. Nafsu makan juga sudah mulai membaik di trimester kedua, lebih bisa makan banyak macam dan diterima oleh tubuh dengan baik. Tapi moms tidak berarti ini bisa dijadikan patokan ya karena setiap moms tidak selalu akan mengalami yang sama persis dengan apa yang saya alami selama masa kehamilan. Ada yang memang sedari awal tidak mengalami fase mual muntah seperti saya atau yang sering disebut hamil kebo. Tapi ada juga yang dari awal sampai akhir kehamilan mengalami mual muntah atau gejala lainnya sehingga harus bed rest dan sebagainya. Semua kembali lagi ke tubuh dan hormon tiap moms masing-masing.

Di trimester kedua inilah akhirnya saya sudah mulai bisa berpergian atau traveling. Kalau dulu saat trimester pertama itu adalah hal yang tidak mungkin saya lakukan karena untuk naik kendaraan dengan jarak tempuh dekat saja saya pasti mual. Saya tidak langsung memilih untuk traveling dengan jarak yang jauh karena saat itu saya juga masih sedang adaptasi dengan respon tubuh apakah sudah bisa atau belum diajak berpergian. Dan setelah kondisi saya sudah mulai membaik, saya dan suami mulai traveling lagi.

1. Puncak

Di awali dengan trip ke puncak. Saat itu bertepatan dengan acara family day dari kantor dan saya sangat ingin ikut acara itu. Akhirnya saya beranikan diri untuk mencoba pergi ke puncak dengan suami setelah melihat track record beberapa hari belakangan respon tubuh saya sudah mulai bersahabat. Dan puji Tuhan semuanya lancar walaupun sempat sesekali saya mengalami mual dan pusing tapi overall semua aman dan menyenangkan. Saat itu saya sangat bahagia sekali karena akhirnya bisa refreshing sejenak keluar dari kota Jakarta.

2. Bandung

Kemudian selang 2 minggu setelahnya, dicoba kembali dengan trip yang lebih jauh dari puncak yaitu ke bandung. Lumayan takut juga kalau tiba-tiba mual dan pusing itu kembali muncul, tapi puji Tuhan itu semua tidak terjadi. Entah karena sugesti atau memang benar begitu adanya, salah satu yang membuat saya tidak mual adalah yang menyetir harus suami saya. Selama hamil saya selalu mau yang menyetir adalah suami dan terbukti setiap kali suami yang nyetir saya tidak mual, aneh memang tapi kenyataan yang terjadi begitu. 

Saya dan suami pergi ke bandung bersama dengan sahabat-sahabat kami. Dan salah satu alasan mengapa kami pergi ke bandung adalah karena saya yang ngidam dengan mie rica kejaksaan. Untungnya ngidam itu kesampean dan di trip kali ini saya sudah bisa makan banyak macam, jadi sekalian kulineran di bandung. Trip bandung pun berhasil, semua aman + saya dan dede kucil happy hihi.

3. Bali

Setelah 2 kali road trip, 2 minggu sepulang dari bandung, kini saatnya mengajak dede kucil terbang naik pesawat ke Bali. Ini lebih deg-degan daripada road trip sebelumnya karena kali ini saya akan perdana membawa bayi di dalam perut terbang. Terbang perdana kali ini saya tidak didampingi suami karena saya pergi dalam rangka acara kantor dan suami baru akan menyusul di weekendnya. Segala persiapan untuk terbang sudah kami siapkan jauh hari sebelum harinya, termasuk informasi terkait apa saja yang diperlukan untuk ibu hamil boleh terbang. 

Puji Tuhan semuanya berjalan lancar, mulai dari terbang dari Jakarta ke Bali, trip selama di Bali, sampai akhirnya kembali lagi ke Jakarta. Trip ini juga sekaligus menjadi babymoon kami bertiga (saya, suami, dan dede kucil di perut) dan benar-benar sangat mengobati rasa kangen saya dengan traveling yang rasanya sudah lama saya dan suami tidak lakukan semenjak saya hamil.

Sekian sharing pengalaman traveling di masa trimester kedua kehamilan saya. Saran saya jika moms ingin berpergian atau traveling di saat hamil, jangan lupa konsultasikan dulu dengan dokter kandungan moms ya dan persiapkan dengan matang termasuk kondisi badan moms harus fit supaya semuanya dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

464 Florencia Triana

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

6 Daftar Pertanyaan Wajib Sebelum Memilih Tempat Bersalin

Di usia kehamilan saya yang udah mulai memasuki 26w ini, saya sudah mulai berpikir tentang persalinan. Sebagian Moms-to-be juga mungkin [...]

Preggo Story: Prenatal Gentle Yoga Sejak UK 20 Weeks

Hallo Moms, di artikel kali ini saya mau sedikit flashback kegiatan saya saat masa kehamilan kemarin.

Pengalamanku Alami Hidramnion di Usia Kehamilan 25 Minggu

Tak disangka, saya kembali divonis Polihidramnion di usia kandungan 25 minggu.

Ultrasonography (USG) 4 Dimensi

Yakin banget semua pasti familiar dengan USG 2D yang biasa hitam putih & bisa dilihat waktu monthly check up.

Keluhan Umum Selama Kehamilan Trimester 2

Ternyata di trimester 2 kehamilan, beberapa ketidaknyamanan akan muncul lho Moms, apa saja ya?

Preggo Story: Trimester 2, Calon Ibu Harus Pinter

Menikmati masa-masa kehamilan tuh ternyata sangat menyenangkan ya? Banyak sekali hal yang dilalui dan dipelajari

Kehamilan Kosong, Terus Bayinya di Mana?

Hamil kosong, pernah dengar gak moms tentang kehamilan kosong ini?

Placenta Previa: Pengalaman Pendarahan di Usia Kandungan 15 Minggu

1 April 2019 lalu atau tepatnya saat usia kandungan saya 14 minggu, saya mengalami pendarahan ringan.

Pengalaman Menjalani Operasi Pengangkatan Kista saat sedang Hamil

Simak bagaimana Mom Laura bisa selamat dari kista selama menjalani masa kehamilannya.