Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Travelling With Your Baby? Why Not?

MY STORY  |  OTHERS  |  15 Oct '18

Seperti kebanyakan ibu lainnya, berlibur bersama anak terutama yang usianya masih di bawah 2 tahun, menjadi suatu hal yang diinginkan, sekaligus ditakutkan.

Diinginkan karena sebagai seorang ibu baik working moms maupun ibu rumah tangga, liburan menjadi hal yang dinanti-nanti, lepas dari segala kejenuhan di kantor (saya seorang working mom), dan bisa mengeksplor tempat yang belum pernah saya datangi menjadi hal yang ditunggu-tunggu.

Namun di satu sisi juga menjadi kegiatan yang ditakutkan karena, dikhawatirkan lebih tepatnya bingung anak mesti diajak atau ditinggal. Kalau diajak takut anaknya rewel atau sakit, atau bahkan kita khawatir tiidak bisa liburan dengan bebas. Tapi, meninggalkan anak kalau saya pribadi bukan menjadi opsi terbaik, karena selain saya masih breastfeeding saya juga tidak tega membayangkan saya enak-enakan liburan sementara anak saya di rumah ditinggal bersama ART. Tapi kembali lagi ke usia anaknya masing-masing ya, kebetulan anak saya usianya masih 13 bulan.

Karena hal tersebut saya memutuskan untuk mengajak anak saya liburan, tentunya membawa bayi liburan terutama ke tempat yang jauh butuh banyak persiapan (waktu itu saya berkesempatan ke Jepang, saat musim panas). Tentunya banyak juga orang di sekitar saya yang memberikan komentar-komentar mengenai saya yang berlibur dengan membawa bayi.

Ketika cuaca yang katanya saat itu paling panas dalam beberapa tahun, atau bahkan bisa dibilang pasti akan sulit berlibur jika membawa bayi. Tapi saya dan suami meyakinkan diri bahwa liburan kali ini selain buat kami tapi buat anak kami juga, jadi yang diutamakan adalah kondisi dan mood dari anak kami nantinya.

Persiapan Traveling Bersama Bayi Usia 13 Bulan

  • Memantau Cuaca
    Dikarenakan cuaca di sana sedang ekstrem (sempat ada heat wave dan badai sebelum keberangkatan kami), suami saya setiap hari mengecek cuaca dan suhu di sana. Bahkan selama kami berlibur dia tetap memastikan cuaca dan suhu saat itu, untuk memastikan kegiatan kami hari itu akan lancar.

  • Persiapkan Baby Gear
    Kami juga dari jauh hari sudah berdiskusi dan memutuskan baby gear apa yang akan kami gunakan selama di sana. Kami memutuskan menyewa cabin stroller, serta membawa hipseat carrier (hanya dudukannya) sebagai cadangan kalau si Kecil bosan duduk di stroller. Kebetulan hipseat nya bisa dilipat jadi bisa disimpan di tas stroller. Cabin stroller saya pilih agar mudah dilipat dan dipasang, dan karena ada tasnya jadi bisa lebih mudah untuk dibawa. Pada akhirnya saya memutuskan untuk membawa geos juga, karena geos bisa saya pakai jika harus menggendong anak saya ketika dia makan, tapi bisa juga dipakai sebagai selimut ketika di stroller, jadi praktis.

  • Kesehatan
    Hal yang satu ini juga menjadi concern saya, terutama untuk Lula (anak saya). Seminggu terakhir sebelum keberangkatan Lula terkena virus Roseola, saya sempat khawatir dengan kondisi Lula nantinya. Tapi bersyukur hanya beberapa hari menjelang keberangkatan Lula berangsur sembuh. Disaat Lula sakit saya banyak berkonsultasi dengan DSA yang menjadi langganan Lula. Saya juga minta ke DSA untuk diresepkan obat panas, flu, vitamin serta obat mual untuk Lula. Selain membawa obat-obatan saya juga menyiapkan thermometer, chest rub dan kompres bayi untuk berjaga-jaga. Sementara untuk saya dan suami, saya siapkan obat-obatan seperti untuk demam, flu, vitamin, sampai salonpas.

  • Siapkan Makanan Bayi
    Usia Lula sudah di atas 1 tahun, masalah makanan saya tidak terlalu khawatir, saya sudah membiasakan Lula untuk makan makanan yang sama seperti orangtuanya, hanya tidak pedas, tetapi untuk berjaga-jaga saya tetap membawa abon sapi untuk bayi. Serta abon rumput laut untuk Lula, juga menyiapkan bubur-bubur instan siap seduh kalau-kalau Lula susah makan. Untungnya di sana Lula juga mau makan dengan telur, yoghurt maupun makanan lainnya yang ada di sana. Ketika berlibur, saya sendiri tidak kaku terhadap jam makan Lula, yang penting Lula mau makan. Jadi kalau Lula belum mau makan nasi, atau makanan berat lainnya, saya akan ganti dengan cemilan-cemilan atau yoghurt yang dia pasti mau makan.

  • Bawa Pakaian dan Diapers yang Mencukupi
    Pakaian dan pampers, saya selalu menyiapkan 3-4 pasang pakaian untuk tiap harinya (termasuk baju tidur), untuk berjaga-jaga kalau bajunya basah ataupun kotor.

  • Sunblock
    Sunblock dan topi juga menjadi barang wajib yang saya bawa karena saat itu cuaca sedang panasnya-panasnya di Jepang.

  • Ekstra Sabar dan Fisik yang Optimal
    Selebihnya adalah kesabaran dan fisik yang optimal menjadi hal yang sangat berpengaruh ketika berlibur bersama anak. Kerjasama yang baik dengan suami juga akan sangat membantu terutama saat banyak bawaan.

Sebagai orangtua, ketika berlibur dengan anak, yang harus kita ingat adalah kita harus mendahulukan kepentingan anak. Jadi jangan biarkan mood kita rusak kalau-kalau ada tempat atau tujuan wisata yang gagal kita datangi karena anak rewel, tidur, atau capek.

Oh ya, sebaiknya sisipkan juga tempat wisata yang menarik untuk anak-anak kunjungi agar mereka juga senang, misalnya Disneyland, Sanrio Land, dll.

Semoga bermanfaat.

By: Nabila meidianti

65 Nabila meidianti Send Message to Writer

Related Stories