Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tongue Tie, Puting Lecet, Gumoh Bukan Alasan Berhenti DBF

BABY  |  MY STORY  |  20 Feb '20


Perjalanan saya mengASIhi Arjuna sekarang sudah berusia 6 bulan dan lulus asi eksklusif. Menjadi ibu membuat saya suka membaca dan belajar banyak hal tentang anak. Salah satunya adalah bahaya pemakaian dot. Dari hamil saya bertekad untuk tidak mengenalkan dot ke Arjuna. Bahkan saya memberanikan diri untuk resign agar bisa mengurus Arjuna full time. Saya ingin selalu bisa melihat perkembangan Arjuna setiap harinya. Dan saya juga bertekad untuk selalu dbf (direct breastfeeding) agar Arjuna tidak kenal dot. Berat awalnya karna harus selalu standby untuk Arjuna apalagi dia selalu menyusu 2 jam sekali. 

Perjalanan mengASIhi dimulai saat Arjuna lahir dan di diagnosa tongue tie. Bayi yang memiliki tongue tie menyusu lebih kasar karena lidahnya tidak leluasa untuk bergerak, sehingga menggangu proses menyusu dan porsi menyusu menjadi berkurang, padahal produksi asi saya sangat banyak. Saya selalu memakai breastpad kemanapun saya pergi bahkan dirumah karena jika tidak memakai breastpad otomatis baju basah kuyup seperti kena kuah bakso.

Karena tongue tie ini juga munculah masalah puting lecet karena cara menyusu Arjuna yang tidak tepat. Setiap mau menyusu seperti momen mengerikan untuk saya karena perihnya luar biasa. Ingin rasanya memakai dot dan tidak menyusui dulu tapi beruntungnya saya memilki suami yang selalu men-support saya. Akhirnya godaan memakai dot pergi dan saya semangat untuk menyusui Arjuna. Setelah dilakukan tindakan frenulum akhirnya Arjuna mulai pintar saat menyusu. Drama puting lecet berlalu setelah seminggu. 

Arjuna sangat kuat saat menyusu bahkan saat kenyangpun dia tetap ingin menyusu, sampai akhirnya masalah gumoh berlebihan pun muncul. Setiap kali setelah menyusu berlebihan dia gumoh dan setiap gumoh mungkin hampir 100ml lebih keluar dari mulutnya. Saat konsultasi dengan DSA dan bidan semua menjawab itu hal biasa karena saluran pencernaan bayi belum sempurna. Saya dan suami mulai terbiasa melihat Arjuna gumoh berlebihan seperti orang muntah. Setelah gumoh saya selalu menyusui Arjuna lagi sesuai saran dari DSA. Dan memang benar setelah masuk 4 bulan gumohnya mulai hilang.

Godaan menggunakan dot pun juga masih datang saat saya harus dbf dimanapun dan kapanpun Arjuna mau. Kadang saat menyetir saya harus berhenti dipinggir jalan untuk menyusui. Kemanapun saya pergi Arjuna selalu ikut, bahkan saat acara pernikahan temanpun saya sempat untuk menyusui Arjuna di ujung ruangan menggunakan apron menyusui dan ditemani suami pastinya.

Akhirnya perjuangan saya membuahkan hasil, Arjuna lulus asi eksklusif 6 bulan tanpa kenal dot. Semoga perjalanan mengASIhi Arjuna bisa berlanjut sampai 2 tahun.

Semangat mengASIhi untuk para ibu nenyusui karena setiap tetes asi yang kita berikan adalah pahala untuk kita.


Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

228 Dini Iscahyani

Comments

Related Stories