Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Toilet Training Anak Kedua Cenderung Lebih Mudah

PARENTING  |  22 Apr '19

Masa-masa yang paling deg-degan bersama anak menuju usia toddler menurut aku yaitu di saat anak mau disapih dan di saat harus mengajarkan anak toilet training.

Setiap ibu pasti memiliki target hingga kapan anak menggunakan pospak ya. Meski setiap kita bisa berbeda-beda. Di sini aku cuma ingin berbagi cerita sedikit tentang proses toilet training adik yang ternyata sangat jauh berbeda dengan masa toilet training kakak dahulu. Relatif lebih gampang adik, karena adik sudah punya role model yaitu kakaknya.

Adik toilet training mulai dikenalkan di usia 2 tahun. Tepatnya saat liburan sekolah di akhir Desember tahun 2018. Awalnya cuma kepikiran buat ngenalin/sounding aja, dulunya kakak sudah dikenalkan dari usia 18 bulan. Butuh effort yang cukup lama untuk sampai ke tahap konsistennya.

Jadi untuk adik kali ini aku lebih sedikit nyantai. Lebih melihat kesiapan Qeena tanpa ada target kayak kakak dulu yang harus udah free pospak sebelum adik lahir (setres kan). Karena idealnya menurut aku, belajar toilet training ini bisa menjadi menyenangkan di usia 2 hingga 3 tahun. Masa di saat anak ingin mengenal lebih banyak, berkomunikasi dan menjalani rutinitas. Jadi kita bisa membuat anak tanpa merasa terpaksa, kita pun enjoy menjalaninya.

Jadilah di waktu liburan yang cukup lama. Sekitar 2 mingguan kurang dari ulang tahun kedua Qeena. Kita sepakat buat belajar. Awalnya di rumah tidak dipasangkan diaper. Jadi pakai celana dalam aja. Saat-saat awal pastinya masih bocor ya. Apalagi kalau aku yang kelupaan mentatur Qeena ke kamar mandi. Tapi berhubung anak kedua lebih selow dan berpikir santai, ”yaudahlah. Yang penting kenal dulu.”

Gak punya target yang muluk-muluk ke anaknya. Soalnya aku berpikir Qeena anaknya memang gak perlu ditargetin buru-buru, yang ada nanti aku yang stres. Tapi kalau dia udah ngerasa dia butuh pasti dia akan bisa sendiri melakukannya. Yang penting ingatkan selalu dan sounding tentunya, ternyata asyik ya pipis di kamar mandi. Bisa ditambahkan dengan buku cerita sebelum tidur atau iklankan dengan tontonan tentang potty. Ini jauh akan membuat anak untuk berpikir kalau ke toilet itu keren. 2 minggu untuk belajar sepertinya sudah cukup lama bagi anaknya ya. Ternyata benar, anaknya hanya butuh waktu beberapa hari saja untuk beradaptasi.

Jadilah untuk hari 1-3 masih fase trial and error dan sekitar 5 hari, Qeena sudah terbiasa malah sangat excited dengan kegiatan ke kamar mandinya. Ada rasa pengen pipis sedikit dia langsung minta ke kamar mandi, baik pup, pee bahkan kentut doang. Mintanya ke toilet dengan menyebutkan, ”eek”. Sampai saat ini, Qeena masih belum bisa menyebutkan kata selain ini untuk BAB, BAK dan BAS (terakhir sudah menyebutkan pipis beberapa kali). Di minggu kedua. Aku sedikit bersemangat untuk lanjutin toilet training Qeena saat malam.

Saat weekend pertama. Kita jalan keluar, sudah teruji dia bisa meski aku pakein diaper, dia tetap menyebutkan ingin ke toilet jika hendak pee n pup. Meski masih butuh waktu untuk anaknya bisa menahan dan gak bablas pipisnya (kadang masih suka keluar dikit ya, karena nyari toilet kadang cukup jauh, anaknya masih belajar menahan, its okay Qeena. Nanti coba ditahan dikit lagi ya, kalimat itu yang aku sampaikan). Jadi kalau keluar rumah jangan lupa bawa baju ekstra dan diaper tentunya buat di mobil kalau kebelet kita pake cara ini, pakein diaper dulu kalau tidak ketemu toilet, misal di toll.

Di malam-malam pertama Qeena gelisah tidur malam saat kebelet. Pertanda udah ada alarm minta ke toilet. Kita harus siap jiwa dan raga untuk membawa anak ke kamar mandi ya. Hingga malam berikutnya. Akunya yang memang masih belum siap akhirnya nyerah. Ketiduran bablas hingga pagi dan lupa membawa Qeena ke toilet. Karena untuk usia 2 tahun belum bisa bangun sendiri dan jalan ke kamar mandi terus cebok sendiri ya. Jadi jangan dibayangkan anak yang sudah lepas diaper usia segini udah bisa ngelakuin semua sendiri. Tingkat keterrgantunganya terhadap orangtuanya masih cukup tinggi. Makanya, kalau ada yang bertanya apa sih tips toilet training? Cuman satu, yaitu ibu dan anaknya siap.

Hingga selesai 2 minggu liburan. Masuklah hari sekolah. Sebulan pertama di bulan Januari sudah oke meski perjalanan cukup lama ke sekolah (lebih kurang 30 menit), anaknya hampir gak pernah bocor atau kelepasan pipis. Malam pun begitu, kadang diaper kering hingga pagi (kalau aku sempet bangun dan pipisin). Kadang anaknya udah gelisah tapi akunya ketiduran (bisa bablas ya), kadang anaknya yang kebablasan bareng akunya juga ketiduran hehe. Jadi PR malam memang aku lagi-lagi gak paksakan. Semampu dan sesiap anaknya nanti (begitu juga akunya). Target tetap aku batasi, usia 3 tahun dia sudah bisa diajak negosiasi dan memahami baik buruknya jika pipis sembarangan (di celana dalam). Sambil belajar mendapatkan konsekuensi.

Bulan kedua semangat mulai menurun. Di bulan kedua, Februari. Rasa semangat Qeena pudar. Rasa malas pun muncul. Karena anaknya udah gak penasaran lagi buat minta pipis ke toilet. Hingga hampir akhir Februari aku biarkan semaunya untuk gak pipis di toilet lagi (ini bisa jadi anak gak siap detected ya).

Aku pakein pospak kembali, tapi aku punya keyakinan anaknya nanti akan nyobain buat belajar lagi nih (di saat aku siap tentunya), karena di sini yang gak siap itu terutama akunya. Dipakein pospak lagi semata-mata hanya karena aku yang gak siap melihat dia pipis di segala penjuru rumah dan ganti celana berkali-kali (means cucian numpuk). Tapi tetap dibiarkan gak pake diaper di rumah saat pagi hari. Kalau anaknya sudah mulai cuek dengan pipisnya, mulai ngerasa nyantai lagi, ya aku balik pakein pospak setelahnya.

Merasakan celana dalam yang basah karena ompol. Gak jarang pasti anak harusnya gak nyaman trus minta ganti ya, jika memang sudah siap. Kalau masih nyantai, ya berarti anaknya belum siap. Lagi fase males, kayak kita juga kan kadang berada di titik itu ya, jadi jangan salahkan anak semata. Ya di situ paling aku masukkan kembali lagi nilai-nilai ke anaknya kalau gak enak kan pipis di celana itu. Tapi untuk keluar rumah dan malamnya aku ambil aman lagi. Anaknya kembali dipakein diaper. Pembelian diaper meningkat lagi, pengeluarannya di bulan Februari. Meski paling cuma 1-2 perhari. Ini terjadi lebih kurang selama 2 minggu.

Di akhir Februari Qeena sudah kembali lagi seperti semula. Gak nyaman pipis di diaper dan minta ke toilet. Tadaa, aku harus siap menyambut semangat anak yang kembali ini. Hingga saat ini. PRnya ya tinggal malam. Kalau aku sudah siap nanti akan kita mantapkan kembali yang toilet training malam.

Jadi sekali lagi makin jelas ya, kalau gaya parenting setiap orangtua itu tidak bisa kita samakan dengan yang lain. Beda anak pun akan beda hal yang akan kita dapatkan pola gaya dan tingkahnya. Jadi gak usah merasa menjadi orangtua yang paling buruk sedunia jika kita melihat orangtua lain banyak melakukan hal yang lebih hebat untuk anaknya, kayak pencitraan di sosial media misalkan yang belum tentu benar sepenuhnya, ngelihat foto perfect artis sama anaknya misal. Tetaplah bersemangat dan memberikan yang terbaik versi diri kita sendiri terhadap anak kita. Sekian review aku tentang toilet training Qeena yang sebenernya banyak trial errornya, banyak masalahnya juga. Sekilas di luaran sana banyak yang bilang, "Wah hebat ya, udah gak pake diaper keluar rumah". "Wah, umurnya udah berapa?".

Sekilas terlihat mudah saat ibu lain berhasil melakukan sesuatu yang belum bisa kita lakukan. Padahal jika kita bener-bener niat dan mau sungguh-sungguh melakukannya semua ibu pasti akan mendapatkan hasil yang sama. Meskipun kondisi dan panjang perjalanannya akan berbeda-beda karena kondisi kita berbeda-beda. Semoga bermanfaat ya. Ambil baiknya buang buruknya.

Semoga bermanfaat.

By: Mesa lindari

Copyright by Babyologist

988 Mesa lindari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Respon Tepat Menghadapi Gigitan si Baby

Apakah si Kecil sudah mulai memasuki masa pertumbuhan gigi? Yuk, simak tips untuk menghindari gigitan si Kecil.

Bolehkah si Kecil Mencorat-coret Tembok?

Usia 2 tahun merupakan masa si Kecil mengekspresikan imajinasinya di lingkungan, coba alihkan ke media lain ya Moms.

Manfaat Tidur Siang untuk Anak

Anak pada umumnya membutuhkan jam tidur yang lebih banyak dibanding dengan orang dewasa. Apa saja fungsinya?

Memulai Disiplin Dini Untuk Anak

Pada usia berapa anak mulai bisa di ajarkan disiplin? Sedini mungkin. Moms bisa memulainya dari hal-hal kecil loh.

Mengajak si Kecil Bermain Ke Taman Bermain Umum

Apakah si Kecil sudah mulai bosan untuk bermain didlm rumah Moms? Sesekali mari ajak si kecil bermain di luar!

Tips Menciptakan Bonding yang Erat antara Ayah dan Anak

Sebagian anak cenderung lebih dekat dengan sang Ibu. Yuk, mulai biasakan si Kecil untuk mendekatkan diri dengan ayah!

Pentingnya Mengajarkan Sharing Pada Anak

Mengajarkan anak berbagi penting dilakukan sejak dini. Jangan biasakan selalu menuruti tuntutan dan keinginannya Moms!

Prinsip Menjadi Seorang Working Mom buat Mom Sherlly

Bagaimana sih cara Mom Sherlly mengatur waktu untuk kerluarga dan pekerjaan? Yuk, simak informasi berikut.

Sikap Sederhana yang Membuat Anak Merasa Sangat Dicintai

Kadang sebagai orangtua pasti Moms terlalu sibuk mempersiapkan segalanya untuk anak sampai lupa hal-hal sesederhana ini yang nyatanya penting [...]

Trik Efektif Mengatasi Anak Pemalu di Sekolah

Memasuki usia sekolah, si Kecil akan mengalami perubahan besar dalam tahap kehidupannya.

Suka Berteriak pada si Kecil? Stop dari Sekarang!

Ibu adalah sekolah pertama bagi putra putrinya. Walau tidak mudah, seorang ibu haruslah banyak belajar, belajar mengasuh,

Tips Lalui Akhir Pekan dengan Water Beads

Water beads merupakan super absobent polymer berbentuk butiran-butiran yang dapat menyerap air.

Menghadapi Anak Pertama yang Menjadi Sangat Manja saat Moms Hamil Anak Kedua

Hai Moms, kali ini saya ingin sharing tentang perilaku anak pertama saya yang saat ini berusia balita (27 bulan).

Hati-hati dalam Mengucapkan Sesuatu Kepada Anak

Hati-hati, kata-kata bisa menjadi sumber inspirasi dan bahkan bisa menjadi boomerang bagi kita sendiri loh Moms!

Mengajarkan Membuang Sampah Pada Tempatnya Sejak Dini

Yuk, ajarkan kebiasaan yang baik mulai dari hal-hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

Belajar Mendidik Anak dari Negara Terbahagia di Bumi

Tulisan ini terinspirasi dari buku “The Danish Way of Parenting” yang ditulis oleh Ayah Edy.

3 Tantangan Orangtua Saat Ajari Puasa si Kecil

Apa saja tantangan orangtua saat mengajari si Kecil untuk berpuasa? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Orang Tua Jaman Now yang Smart

Terima kasih kepada teknologi, kita – orang tua, jadi cepat mendapat banyak ilmu dan informasi melalui media sosial.

Mitos dan Fakta Merawat Bayi

Menurut mitos yang berkembang, hidung bayi bisa mancung dengan cara ditarik? Benarkah demikian?

Si Kecil Mudah Marah? Simak 5 Cara Mengatasi Amarah Anak

Memasuki usia balita, si Kecil sudah semakin pandai meluapkan emosinya.