Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Sukses ASI Eksklusif untuk Working Mom

BABY  |  BRANDS  |  FEEDING  |  04 Jun '20


Bekerja kembali setelah 3 bulan cuti melahirkan bisa jadi membuat Moms merasa gugup. Bagaimana tidak, kini, Moms memiliki tanggung jawab mengasuh si Kecil yang ditinggal di rumah selama Moms bekerja. Tantangan memberikan ASI eksklusif baru saja dimulai. Pengalaman ini tentu akan memberikan kesan tersendiri bagi Moms, terlebih apabila Moms baru memiliki anak pertama. Mungkin, di benak Moms, timbul banyak pertanyaan dan kekhawatiran seperti khawatir kualitas ASI di bawah standar, cemas stok ASI tidak cukup, hingga bingung bagaimana caranya menyimpan ASIP.

Tenang, Moms, rintangan-rintangan dalam memberikan ASI eksklusif juga dialami oleh ibu menyusui lainnya baik itu yang bekerja atau ibu rumah tangga saja. Nah, supaya Moms sukses memberikan ASI eksklusif, perhatikan tips-tips berikut ini:

1. Jaga suasana hati Moms agar selalu positif

Suasana hati sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI. Rasa takut, gugup, malu, tertekan, dan perasaan negatif lainnya malah akan menghambat produksi ASI. Bahkan, jika Moms sangat stres, ASI dapat berhenti berproduksi sepenuhnya. Maka, jagalah agar suasana hati Moms selalu positif, riang gembira, optimis menjalani hidup. Tenangkan perasaan dan pikiran Moms. Buat Moms merasa nyaman. Ingatlah bahwa ASI Moms sangat dibutuhkan untuk si Kecil agar sehat, bahagia, dan berkembang secara optimal.

2. Mengonsumsi makanan bergizi

Perubahan bentuk tubuh dan penambahan berat badan selama hamil memang menjadi momok bagi banyak ibu hamil. Mereka ingin segera kembali singset setelah melahirkan. Tak heran, banyak dari para ibu yang baru saja melahirkan ini menjalani diet ketat. Padahal, mereka masih harus mengasuh dan menyusui si Kecil. 

Moms, adalah sangat wajar jika seorang ibu menyusui merasa lapar terus-menerus. Jangan sampai keinginan mendapatkan bentuk tubuh ideal menghalangi Moms untuk makan sewajarnya. Jangan menahan-nahan lapar. Sebaliknya, makanlah makanan bergizi saat waktu makan tiba. Karena ketahuilah, kandungan gizi dalam makanan tersebut berpengaruh besar pada produksi ASI. Kandungan vitamin, mineral, karbohidrat, dan lain sebagainya yang Moms konsumsi memperkaya kandungan ASI yang Moms produksi.

3. Utamakan menyusui secara langsung

Jika memang Moms hanya mempunyai quality time bersama si Kecil di rumah saat malam hari, sebisa mungkin lakukan kegiatan direct breastfeeding. Stimulasi alami dari si Kecil akan mempermudah refleks keluarnya ASI. Ikatan antara Moms dan si Kecil pun akan meningkat karena melakukan sentuhan fisik langsung. Selain kontak kulit, mencium bau tubuh si Kecil juga bisa menstimulasi keluarnya ASI.

4. Buatlah jadwal menyusui dan memompa ASI

Aktivitas bekerja memang menguras tenaga dan waktu. Tanpa adanya perencanaan yang matang seperti membuat jadwal kegiatan, sesi menyusui atau memompa ASI bakalan gampang terlewatkan, Moms. Padahal, payudara harus rutin dikosongkan untuk menjaga produksi ASI dan mencegah pembengkakan payudara (mastitis). Oleh sebab itu, manfaatkan kalender, aplikasi pengingat, atau aplikasi manajemen ASI agar Moms selalu ingat kapan harus menyusui atau memompa ASI.

Sebagai contoh jadwal, Moms dapat menyusui si Kecil di pagi hari sebelum bekerja. Segera setelah Moms sampai di kantor, Moms bisa memulai memompa ASI sampai payudara terasa kosong. Agar hasil optimal dan Moms tidak dehidrasi, minuman beberapa gelas air tepat sebelum Moms menjalankan rutinitas memompa. Produksi ASI akan cenderung lebih banyak di pagi hari. Sementara, saat jam kerja, produksinya cenderung turun karena Moms harus berkonsentrasi mengerjakan proyek kantor.

5. Gunakan pompa ASI berkualitas tinggi

Ketika ingin membeli pompa ASI, jangan membeli pompa yang asal-asalan. Harga pompa ASI memang tidak bisa dibilang murah, tetapi jangan membeli yang murahan. Dengan budget yang Moms miliki, pilihlah pompa ASI terbaik yang mampu Moms beli. Baca dan pahami instruksi memompa dengan saksama. Moms bisa memilih pompa ASI dengan desain ergonomis (pas di tangan), tidak mengeluarkan suara bising ketika digunakan, dan memiliki tenaga kuat sehingga dapat memompa ASI hingga kosong. 

Carilah juga yang memiliki 2 mode yaitu mode pijat dan mode hisap. Mode pijat dimaksudkan untuk menstimulasi refleks let-down dan mode hisap untuk memompa ASI hingga payudara kosong. Pompa ASI yang baik juga dapat disetel 2 mode langsung (milk-collection mode) yang disarankan untuk diaktifkan pada 5 menit terakhir sebelum proses memompa selesai. Material produk pompa ASI tersebut juga harus aman; sebaiknya BPA-Free. Agar dapat digunakan di mana saja dan kapan saja, carilah pompa yang dapat dioperasikan dengan rechargeable battery.

Kriteria mesin pompa ASI yang compact buat working Moms juga penting untuk dipertimbangkan. Kini, ada pompa ASI yang ukurannya tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa-bawa ke mana saja, cocok untuk dibawa ke tempat kerja karena tidak memakan tempat. Pompa ASI dengan ukuran compact ini bisa menjadi investasi Moms dalam usaha memenuhi kebutuhan ASI ekslusif.

Meski disibukkan dengan pekerjaan, Moms tetap bisa memenuhi kebutuhan ASI eksklusif si Kecil dengan menjalankan kiat-kiat tersebut. Stay healthy, selalu siap mengASIhi si Kecil setiap saat.

 

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1664 Berdee Baby

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Mengapa si Kecil Tidak Mau Menyusui Melalui Payudara atau Bingung Puting?

Dr. Brown’s memberi solusi bingung puting dengan menghadirkan botol yang memiliki cara kerja seperti payudara.