Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Mencegah dan Mengatasi Speech Delay pada Tumbuh Kembang Anak

BRANDS  |  MY STORY  |  OTHERS  |  REVIEWS  |  18 Sep '21


Berbicara adalah salah satu tonggak perkembangan (milestone) seorang anak yang tentunya dinantikan orang tua. Sebagaimana perkembangan lainnya, usia seorang anak mulai mengenal bahasa dan berbicara dapat bervariasi. Meski demikian, ada rentang waktu yang bisa Moms jadikan patokan.

Pada anak, belajar bicara biasanya dimulai dari usia 6 hingga 9 bulan. Belajar berbicara dimulai dengan babbling atau mengulang suku kata yang sama. Tak heran, kata pertama yang biasa diucapkan bayi balita adalah “Ma-ma” atau “Pa-pa”. Ketika usianya 1 tahun, si Kecil akan bisa mengucapkan 1 atau 2 kata yang mempunyai makna. Seiring berjalannya waktu, perbendaharaan katanya akan bertambah. Lalu, dia akan bisa berbicara dengan lancar dan berkomunikasi dengan orang lain.

Masa tumbuh kembang anak memang unik dan memiliki proses berkembangnya sendiri. Meski gangguan komunikasi wajar ditemukan pada balita, speech delay bisa menjadi sebuah gangguan serius yang berdampak pada perkembangan kecerdasan dan perilaku si Kecil di masa mendatang. Karena itulah, Moms juga harus mengetahui tanda-tanda keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak agar si Kecil bisa bertumbuh kembang optimal.

Tanda-tanda berikut bisa menjadi indikator si Kecil mengalami speech delay

1. Usia 12 bulan: tidak menggunakan gestur seperti menunjuk atau melambaikan tangan

2. Usia 18 bulan: lebih memilih gestur daripada mengoceh untuk berkomunikasi, kesulitan meniru suara, dan kesulitan memahami permintaan lisan sederhana

3. Usia 2 tahun: hanya dapat meniru ucapan atau tindakan dan tidak mengutarakan kata atau frasa secara spontan, mengucapkan hanya beberapa suara atau kata berulang kali, tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi di luar kebutuhan mendesak, tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana, memiliki nada suara yang tidak umum seperti suara sengak atau sengau

4. Di atas usia 2 tahun: orang tua, pengasuh, dan kerabat dekat tidak memahami 50% perkataan si Kecil

5. Di atas usia 3 tahun: orang lain, pengasuh, dan kerabat dekat tidak memahami 75% perkataan si Kecil

6. Usia 4 tahun: orang lain, bahkan yang tidak mengenal si Kecil, tidak dapat memahami sebagian besar perkataan si Kecil

Penyebab speech delay pada si Kecil

1. Masalah pada mulut

Gangguan berbicara dapat diakibatkan adanya masalah pada mulut seperti frenulum pendek, gangguan pada lidah atau langit-langit mulut. Gangguan motorik mulut juga menyulitkan koordinasi bibir, lidah, dan rahang untuk mengeluarkan suara. Anak dengan masalah motorik mulut juga bisa menunjukkan gejala lain seperti gangguan saat makan.

2. Masalah pendengaran

Gangguan pada pendengaran juga bisa berpengaruh pada kemampuan berbicara. Anak yang memiliki gangguan pendengaran mungkin menunjukkan gejala kesulitan berkata-kata, memahami, meniru, dan menggunakan bahasa. Infeksi telinga, terutama infeksi kronis, juga bisa menjadi penyebab gangguan pendengaran. Meski begitu, sepanjang infeksi ini hanya menyerang 1 telinga dan telinga lainnya normal, kemampuan berbicara dan berbahasa seorang anak akan berkembang secara normal.

3. Masalah psikologis

Penyebab speech delay lainnya adalah masalah psikologis. Jika demikian, Moms harus membawa si Kecil ke psikolog untuk mendapatkan terapi dan stimulasi yang tepat.

4. Autisme

Autism spectrum disorder merupakan salah satu penyebab speech delay pada anak. Tanda-tanda autisme sebagai penyebab gangguan berbicara di antaranya mengutarakan frasa yang berulang-ulang, menunjukkan perilaku berulang, gangguan dalam berinteraksi sosial, gangguan komunikasi secara verbal dan nonverbal, hingga penurunan kemampuan berbicara dan berbahasa.

Jika Moms mendapati tanda-tanda tersebut di atas terlihat pada si Kecil, bawa dia untuk periksa ke dokter. Ahli patologi wicara-bahasa (SLP) akan mengecek apakah si Kecil mempunyai gangguan speech delay atau tidak. Berdasarkan tes, si Kecil akan diberikan perawatan dan terapi yang sesuai.

Nah, Moms, untuk mencegah si Kecil mengalami speech delay, Moms bisa menjalankan kiat-kiat berikut. Tips ini juga berlaku untuk mengatasi speech delay si Kecil ketika berada di rumah.

Tips mencegah speech delay sejak dini dan tips mengatasi speech delay 

1. Sering mengajak si Kecil mengobrol

Fokuslah untuk menstimulasi si Kecil agar aktif berkomunikasi sejak dini. Gunakan kalimat-kalimat mudah dimengerti saat mengajaknya mengobrol, di mana pun dan kapan pun. Kenalkan dia tentang nama-nama benda di sekitarnya, atau warna benda yang ditemuinya. Buatlah percakapan tetap simpel namun hindari “baby talk”. Cara ini juga efektif meningkatkan bonding antara Moms dan si Kecil.

2. Membacakan cerita bergambar

Rutinlah membacakan cerita bergambar kepada si Kecil sejak dia masih bayi. Carilah buku yang sesuai dengan usianya yang dapat mendorongnya untuk melihat gambar sementara Moms mengenalkan nama gambar-gambar yang muncul.

3. Meminta si Kecil minum dengan menggunakan sedotan

Minum dengan menggunakan sedotan adalah salah satu cara menstimulasi otot-otot mulut si Kecil. Salah satu cara terapi ini dapat meningkatkan kemampuan berbicaranya. Ingat, Moms, selalu gunakan sedotan yang ramah lingkungan dan bisa dipakai ulang, ya!

4. Membatasi akses ke gadget dan perangkat elektronik sejenis

Gadget merupakan perangkat elektronik yang sudah menjadi gaya hidup manusia modern, tak terkecuali si Kecil. Meski memudahkan manusia, penggunaan gadget berlebihan dapat menurunkan kemampuan berbicara si Kecil. Studi menyatakan bahwa anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak bermain gadget dalam bentuk apa pun. Pengecualian dilakukan untuk tujuan panggilan video. Ketika usia si Kecil sudah 2 hingga 5 tahun, tetap batasi screen time maksimal 2 jam per hari. Anak yang menggunakan gadget harus diawasi orang tua.

5. Memberikan nutrisi terbaik


Selama beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak, otaknya berkembang secara signifikan. Makanan memainkan peranan penting dalam perkembangan si Kecil. Berikut ini nutrisi yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan otak sekaligus mendukung kemampuan berbicara si Kecil:

  • Asam lemak Omega-3

Kekurangan asupan asam lemak Omega-3 dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan bicara pada anak-anak serta kualitas ucapan yang diutarakan mereka. Beberapa makanan yang mengandung Omega-3 misalnya kedelai, kenari, dan salmon.

  • Vitamin D

Perkembangan otak akan sangat terbantu jika asupan vitamin D cukup. Telur, ikan, serta sinar matahari merupakan sumber-sumber vitamin D alami.

  • Asam folat

Asam folat alias Vitamin B9 membantu mencegah cacat saraf. Kandungan asam folat dapat ditemukan di roti, tepung terigu, dan sayuran berdaun hijau tua.

  • Vitamin E

Kegunaan vitamin E adalah sebagai antioksidan dan pembunuh radikal bebas yang dapat merusak saraf; yang mengakibatkan masalah dalam berbicara. Vitamin E dapat ditemukan di buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

  • Seng (Zinc)

Nutrisi lain yang berperan penting dalam perkembangan jaringan saraf adalah seng. Kekurangan seng dapat memengaruhi perilaku, suasana hati, perhatian, dan kemampuan belajar si Kecil. Sumber makanan yang tinggi seng antara lain ayam, polong-polongan, telur, dan coklat hitam.

  • Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 telah dikaitkan dengan penurunan pertumbuhan dan kemampuan kognitif. Sumber nutrisi mengandung vitamin B12 di antaranya adalah daging sapi, telur, dan ikan.

  • Kolin

Nutrisi kolin dibutuhkan untuk perkembangan sel terutama otak. Anak yang makan cukup kolin menunjukkan peningkatan daya ingat, suasana hati, dan perilaku. Beberapa sumber makanan terbaik yang mengandung kolin adalah ASI, telur, hati ayam, dan hati sapi.

  • Besi

Zat besi merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan otak. Sumber makanan dengan zat besi tinggi ada di daging ayam, bayam, dan kacang-kacangan.

  • Yodium

Yodium membantu mensintesis hormon tiroid dalam tubuh. Hormon tiroid berperan penting dalam perkembangan otak karena kekurangan yodium dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi dan memori. Selain itu, defisiensi yodium juga dikaitkan dengan penurunan kecepatan seseorang dalam menanggapi suatu aksi termasuk percakapan. Beberapa sumber makanan alami yang mengandung yodium adalah rumput lain, tuna, cod, telur, dan keju.

Selain berbagai sumber makanan di atas, nutrisi yang dibutuhkan untuk mencegah dan mengatasi speech delay dapat Moms temukan di susu pertumbuhan Morinaga Chil Kid Platinum MoriCare Triple Bifidus. Kandungan susu pertumbuhan Morinaga Chil Kid Platinum ini cocok untuk si Kecil yang berusia 1 hingga 3 tahun. Morinaga Platinum MoriCare Triple Bifidus menyediakan nutrisi tepat untuk mendukung Faktor Kecerdasan Multitalenta, Pertahanan Tubuh Ganda, dan Tumbuh Kembang Optimal.

Selain itu, Morinaga Platinum merupakan Susu Pertumbuhan pertama di Indonesia dengan Sinergi Probiotik Triple Bifidus & Prebiotik GOS serta dilengkapi dengan Vitamin C, D, E untuk bantu perkuat daya tahan tubuh Si Kecil. Probiotik Triple Bifidus terdiri dari kombinasi tiga probiotik Bifidobacterium yaitu Bifidobacterium Longum BB536, Bifidobacterium Breve M-16V, dan Bifidobacterium Infantis M-63.

Morinaga juga menyediakan ide-ide permainan yang dapat memaksimalkan potensi kecerdasan si Kecil, termasuk kecerdasan bahasanya, di Morinaga Multiple Intelligence Play Plan (MIPP). Identifikasi kecerdasan majemuk dan temukan gaya belajarnya agar Moms dapat menerapkan stimulasi dan pola asuh yang tepat pada si Kecil.

Selalu sediakan nutrisi berkualitas di awal-awal kehidupan si Kecil agar dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat di masa depan, ya, Moms!

Referensi: Kids Health, Morinaga, Tandem Speech Therapy, Welcome Cure

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1148 Morinaga Platinum

Comments

Related Stories