Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Efektif Cegah Ruam Popok di Masa Pandemi

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  29 Sep '20


Apakah Moms merasa kaget dan khawatir ketika pertama kali mendapati kulit pantat si Kecil merah-merah? Tenang, Moms, kondisi tersebut dinamakan ruam popok dan cukup lazim ditemukan pada balita. Biasanya, reaksi iritasi kulit ini disebabkan karena pemakaian popok. Di kala pandemi seperti ini, kebersihan dan kesehatan si Kecil harus lebih diperhatikan. Maka, masalah ruam popok, meskipun sebagian besar dapat teratasi dengan cara rajin mengganti popok, perlu mendapatkan perhatian lebih lagi dari Moms.

Nah, Moms, sebelum mengetahui cara mencegah ruam popok di masa pandemi secara efektif, terlebih dahulu Moms perlu mengetahui jenis-jenis ruam popok dan penyebabnya.

 

Jenis-jenis dan penyebab ruam popok pada bayi

1. Chafting

Chafting merupakan jenis ruam popok yang paling umum dialami oleh para bayi. Tanda-tandanya adalah bintik-bintik kecil atau benjolan di area sekitar pantat yang sering tergesek diaper.

2. Infeksi yeast

Ruam popok karena infeksi yeast biasanay ditandai dengan warna merah cerah di lipatan antara perut dan paha serta menyebar dari lokasi tersebut.

3. Cradle cap

Juga dikenal dengan nama seborrheic dermatitis, ruam popok ini berwarna merah tua dengan sisik kuning yang muncul di kepala bayi, tetapi juga bisa ditemukan di area popok.

4. Eksim

Eksim juga bisa menjadi salah satu jenis ruam popok. Penyebabnya antara lain iritasi kulit, kulit kering, cuaca panas, infeksi, dan alergi. Gejalanya adalah bercak-bercak merah kering yang gatal dan bersisik.

5. Intertrigo

Kulit yang merah-merah dan mengeluarkan cairan putih hingga kekuningan di area popok merupakan ruam popok yang dikenal dengan nama intertrigo. Kondisi ini disebabkan karena kulit yang sering tergesek atau terlalu lembab.

 

Untuk menjaga agar area popok bayi bebas ruam popok, yang terbaik adalah mencegahnya dari semua hal yang bisa menyebabkan kondisi tersebut. Simak kiat-kiatnya berikut ini, ya, Moms!

 

Tips mencegah ruam popok

1. Sering-seringlah mengganti popok si Kecil

Kunci utama mencegah terbentuknya ruam popok adalah mengganti popok yang telah basah dan kotor dengan popok baru yang bersih dan kering. Ketika kulit si Kecil dibiarkan terlalu lama dalam keadaan lembab, kulitnya menjadi lebih rentan terhadap enzim-enzim pemicu ruam popok. Jadi, meskipun si Kecil tidak ingin diganti popoknya, Moms harus tetap mengganti popoknya setelah tahu popoknya basah atau kotor. Sebaiknya, ganti popok si Kecil setiap dua jam sekali.

2. Ganti merek atau jenis popok jika tidak cocok

Terkadang, jenis popok yang menggunakan penyerap super sangat efisien dalam menangkap kelembapan. Popok tersebut memang unggul dalam mencegah pantat basah dan kotor tetapi malah lebih mudah memicu ruam popok. Maka, cobalah mengganti jenis popok atau ganti ke popok kain untuk membantu mencegah ruam popok. 

Popok kain memiliki daya serap lebih rendah sehingga Moms harus lebih sering mengganti popok. Namun, popok kain juga bisa memicu ruam popok tergantung pada jenis kainnya. Menggunakan popok kain juga membuat si Kecil tidak bisa diberi krim ruam popok. Jika masih memutuskan untuk menggunakan popok kain, cobalah mengganti deterjen yang digunakan untuk mencucinya menjadi deterjen bebas perwarna dan bebas bahan iritan. Moms juga bisa menggunakan popok kain sekali pakai selama belum menemukan merek popok yang cocok. 

3. Membiarkannya tidak bercelana sesaat

Berikan pantat si Kecil “udara segar” dengan cara membiarkannya tidak bercelana beberapa waktu saat Moms sedang mengganti popoknya. Pastikan pantatnya berada di alas berupa handuk atau bantalan penyerap cairan untuk berjaga-jaga jika si Kecil tahu-tahu ingin kencing. Bila Moms tidak ada waktu untuk membiarkannya menikmati angin sepoi-sepoi di pantatnya, cukup tiup pantatnya atau kipas-kipas pantatnya dengan menggunakan popok bersih.

4. Sisakan sedikit ruang di popok si Kecil

Jangan memasang popok terlalu ketat karena bisa membuat kulit si Kecil tergesek-gesek dan lecet. Akan tetapi, Moms juga tidak ingin popok si Kecil mudah bocor karena terlalu longgar. Maka, sisakan sedikit ruang untuk “bernapas” di popok saat dipakai sehingga si Kecil merasa nyaman.

5. Hindari penyebab iritasi

Hindari segala hal yang dapat menyebabkan kulit si Kecil teriritasi seperti sabun berparfum atau beralkohol, tisu bayi beraroma, dan produk lain yang dapat mengiritasi kulitnya.

6. Oleskan krim pelindung anti ruam popok

Setiap mengganti popok, oleskan salem atau krim pelindung di pantatnya. Ini akan mencegah air seninya mengiritasi ruam popok dan mempercepat sembuhnya ruam-ruam tersebut. Pastikan kulitnya benar-benar kering sebelum Moms mengoleskan salep atau krim ke pantat si Kecil.

7. Gunakan tisu basah tanpa alkohol dan pewangi buatan

Tisu basah menjadi satu-satunya penyelamat Moms pada saat Moms tidak menemukan sumber air bersih. Akan tetapi, kandungan tisu basah perlu diperhatikan oleh Moms. Tisu basah yang menggunakan kandungan alkohol, pewangi buatan, dan pewarna malah dapat memperparah ruam popok. Pastikan Moms tidak asal memilih tisu basah. Pilih tisu basah dengan kandungan-kandungan alami sehingga si Kecil dapat terhindar dari resiko ruam popok. Kandungan alami seperti Xylitol dan Ekstrak Buah Grapefruit dapat berfungsi sebagai Natural Anti-Bacterial dimana kulit si Kecil tetap terlindungi meskipun tanpa alkohol.

Ekstrak grapefruit berfungsi sebagai kondisioner kulit alami, menjaga kelembaban dan kesehatan kulitnya. Grapefruit mengandung antioksidan pelindung kulit sehingga kulit si Kecil akan lebih tahan terhadap kerusakan akibat radikal bebas dari matahari dan polusi.

 

Kulit bayi sangat rentan terhadap iritasi sehingga ruam popok seringkali muncul, terutama jika kondisi area popoknya tidak dijaga dengan baik. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Moms dapat lebih menjaga kebersihan dan kesehatan kulit si Kecil, masalah ruam popok pun dapat teratasi.

 

Referensi: Mayo Clinic, The Asian Parent, What to Expect

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

177 Dr Browns Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Memompa ASI Tanpa Rasa Sakit dengan Dr. Brown’s Silicone Breastpump

Moms kesulitan dalam memompa ASI? Tenang, Moms tidak sendirian. Banyak busui, baik new Moms maupun