Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips ASI Lancar Setelah C-Section

HEALTH TIPS  |  REVIEWS  |  16 Oct '17

Beberapa pertanyaan yang sering aku denger dari teman-teman yang melahirkan SC, salah satunya adalah "bisa ASI ekslusif gak ya? " jawabannya BISA BANGET!  

Memang, perjuangan menyusui setelah melahirkan SC itu luar biasa, jangankan menyusui, setelah anestesi habis, miring atau bergerak setelah operasi aja susah, sakitnya luar biasa. Apalagi menyusui. Tapi niat awal untuk YAKIN bisa menyusui adalah salah satu modal utama.

Setelah melahirkan Attaya secara SC, ASIku tidak langsung keluar karena faktor obat dan bius sangat berpengaruh (ada beberapa ibu hamil yang sudah keluar ASI di TM 3 kehamilan)  ini normal kok. Aku pribadi keluar ASI di hari kedua, itu pun sedikit sekali, mungkin hanya satu sendok teh. Keluarnya ASI pada ibu akan menyesuaikan pada bayi. Berikut ini takaran kebutuhan ASI pada bayi baru lahir:

  • Hari 1: 5-7ml 
  • Hari 3: 22-27ml
  • Minggu 1: 45-60ml
  • Minggu 2: 80-100ml

Jadi, jika awal-awal setelah melahirkan SC ASI masih sedikit bahkan belum keluar, jangan panik ya, Moms! karena bayi dapat bertahan hingga 3 hari setelah lahir. Kenapa? Karena bayi masih membawa nutrisi yang ia serap dari plasenta saat di rahim ibunya.

Khusus ibu-ibu SC kayak aku, perawat yang luar biasa sabar akan sangat membantu. Perawatku setelah melahirkan adalah suami dan mama. The best perawat ever! Hehe. Karena 2-3 hari pertama aku gak bisa ngapa-ngapain, jadi suami dan mamalah yang nyuapin aku,  mandiin, dan yang terpenting untuk nolongin gendong bayi dan kasih ke aku saat ingin menyusu. Alhamdulillah sampai saat ini Atta belum pakai sufor dan masih ASI eksklusif sampai sekarang. 

Nah, untuk keberhasilan menyusui selanjutnya, pasti banyak faktor yang mempengaruhi. Berikut ini tips versi aku yang bisa aku rangkum berdasarkan pengalaman dan informasi yang didapat:

1. IMD (inisiasi menyusu dini)
Baik persalinan normal ataupun caesar, IMD ini sangat penting karena inilah saat bayi dan ibu belajar menyusu dan menyusui. Namanya aja inisiasi, di sinilah awal keberhasilan menyusui.  Skin to skin contact pada bayi dan ibu juga membantu ibu rileks, suhu tubuh bayi yang baru lahir pun akan dapat menyesuaikan dengan baik di dunianya yang baru.

2. Rawat gabung bayi-ibu
Jika kondisi memungkinkan, rawat gabung bayi dengan ibu merupakan kunci keberhasilan yang kedua. Hal ini berhubungan dengan provider tempat kita melahirkan. Usahakan cari yang memfasilitasi rawat gabung ibu dan bayi, atau mintalah untuk hal ini ke provider kesehatan tempat kita melahirkan. Dengan bersama-sama dengan bayi setiap saat, ibu dan bayi akan lebih mudah beradaptasi untuk menyusu dan menyusui.

3. Susui bayi sesering mungkin
Awal-awal setelah melahirkan memang tidak mudah, salah satunya adalah menyusu dan menyusui. Banyak permasalahan yang menyebabkan proses menyusui terhambat. Banyak ibu yang mengeluhkan tidak bisa menyusui karena mengeluh puting datar, puting lecet, dan permasalahan sejenisnya. Kuncinya adalah di pelekatan. Pelekatan yang pas adalah ketika bayi menghisap seluruh aerola, bukan puting. Perut bayi sejajar menghadap ibu. Jika pelekatan pas, segala jenis puting tidak akan menjadi masalah karena bayi menghisap di aerola, lecet pun tidak akan terjadi.

4. Perah ASI menggunakan pompa baik manual, elektrik, atau dengan tangan
Terkadang terdapat beberapa ibu yang tidak bisa rawat gabung dengan bayinya karena berbagai kondisi. Namun, hal ini bukan masalah. Kita dapat memerah ASI dengan pompa bahkan dengan tangan. Usahakan perah ASI dengan teratur ya karena akan sangat mempengaruhi hasil.

5. Makan makanan bernutrisi
ASI merupakan sari terbaik yang diproduksi tubuh ibu untuk bayinya. Asupan makanan dari ibu akan sangat berpengaruh terhadap kualitas ASI. Usahakan makan dengan memperhatikan kandungan kelengkapan nutrisinya. Bila perlu, konsumsi ASI booster untuk tambahan nutrisi ibu menyusui.

6. Dukungan keluarga dan orang-orang sekitar
Pernah dengar istilah it takes a village to breastfeed a baby? Ya! Dukungan orang sekitar sangat berpengaruh untuk keberhasilan menyusui, apalagi ASI ekslusif. Karena mau sekeras kepala apa pun kita saat menyusui, ketika orang-orang sekitar tidak mendukung akan sangat sulit sekali. Ini juga akan berpengaruh ke psikologis ibu sehingga tidak mood dan tidak akan rileks ketika menyusui.

7. Happy
Mungkin tips terakhir ini terkesan sepele, tapi justru inilah yang terpenting untuk ibu menyusui, happy! ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin adalah hormon yang bertugas untuk memproduksi ASI, hormon oksitosin adalah hormon yang bertugas untuk memperlancar keluarnya ASI. Nah, hormon oksitosin ini berhubungan erat dengan kebahagiaan. Berdasarkan pengalamanku dan teman-teman, hal ini berpengaruh sekali. Kalau ibu ga happy, pasti ASI seret alias tidak lancar. Kalau ibu happy, pasti ASI lancar ;)

Jadi untuk ibu-ibu menyusui di luar sana, yuk happy!  Yang bisa me-manage mood adalah kita sendiri. Lakukanlah hal yang kita sukai yang bisa buat mood bagus, karena happy mom, happy family! ;)

By: Dita Sabariah

BACA JUGA: Mengatasi Bapil Pada Bayi Secara Natural

2346 Dita Sabariah Send Message to Writer

Related Stories