Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Anti Panik Merawat si Kecil di Musim Hujan

BABY  |  BRANDS  |  MY STORY  |  TODDLER  |  31 Oct '20


Musim hujan sering menjadi penyebab si Kecil kembung, masuk angin, flu, dan demam. Musim hujan juga biasa identik dengan ancaman demam berdarah. Pasalnya, perubahan cuaca dan cuaca dingin menurunkan aktivitas sel-sel daya tahan tubuh di daerah hidung. Alhasil, si Kecil rentan terjangkit penyakit karena virus. Hal ini tentu membuat Moms khawatir terhadap kesehatan Moms. Agar si Kecil tidak mudah sakit, berikut ini tips anti panik merawat si Kecil di musim hujan.

1.    Penuhi kebutuhan nutrisi sehingga sistem imun si Kecil meningkat

Anak yang mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik daripada mereka yang makan dengan pola tidak teratur dan kandungan gizi makanannya tidak lengkap serta seimbang. Menurut dokter spesialis anak yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Caessar Pronocitro, Sp. A, M. Sc., imunitas kuat akan mencegah si Kecil terkena penyakit batuk pilek, diare, dan demam berdarah yang rawan menyebar di musim hujan. Oleh sebab itu, Moms tidak boleh melalaikan tugas memberi ASI kepada si Kecil karena tidak bisa dipungkiri bahwa ASI adalah sumber nutrisi terbaik dan utama bagi bayi.

2.    Berikan si Kecil cukup cairan setiap harinya

Fungsi dari berbagai sistem tubuh bisa bekerja tidak optimal apabila si Kecil menderita dehidrasi. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan cairan harian si Kecil terpenuhi baik itu dari makanan, air putih, susu, maupun jus buah. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa kebutuhan cairan setiap anak berbeda karena tergantung faktor usia, jenis kelamin, lemak tubuh, dan massa otot. Berikut ini perkiraan kebutuhan cairan anak sesuai umur:

·         Usia 0-6 bulan : 700mL/hari

·         Usia 7-12 bulan : 800 mL/hari

·         Usia 1-3 tahun : 1.300 mL/hari

·         Usia 4-8 tahun: 1.700mL/hari

·         Usia 9-13 tahun: 2.400mL/hari

·         Usia 14-18 tahun: 3.300 mL/hari (laki-laki), 2.300 mL/hari (perempuan)

Oh, ya, Moms, pastikan juga air minum yang diminum si Kecil benar-benar bebas dari kuman yaitu air yang dimasak hingga matang. Sebab, air yang kotor berisiko menyebabkan diare.

3.    Pastikan si Kecil selalu menerapkan hidup sehat

Hidup sehat, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, sudah merupakan kebiasaan yang harus dimiliki setiap orang. Moms dapat mengajarkan pola hidup higienis sejak dini kepada si Kecil. Ajarkan cara mencuci tangan dengan sabun yang benar. Biasakan dia melakukan kebiasaan ini sebelum dan sesudah makan serta sehabis menggunakan toilet/kamar mandi.

Moms juga bisa sediakan hand sanitizer bila diperlukan saat tidak tersedia air dan sabun. Gunakan Konicare Gel Pembersih Tangan dengan kandungan pelembab alami Avocado, yang menjadikan tangan tetap halus dan lembut walau sering menggunakan hand sanitizer.

4.    Hindari si Kecil terkena hujan secara langsung

Si Kecil yang terkena hujan, terutama hujan yang turun di awal musim penghujan, rentan terkena penyakit. Hujan pertama mengandung asam yang dapat merusak kelembutan kulit balita. Selama musim penghujan, hendaknya Moms tidak membawa si Kecil jalan-jalan dahulu dan tetap di dalam rumah.

5.    Jaga si Kecil tetap bersih dan kering

Rutin memandikan si Kecil bisa mencegahnya terkena penyakit, lho, Moms! Bersihkan bagian-bagian tubuh si Kecil yang rawan lembab, misalnya ketiak, leher, dan kelaminnya. Keringkan tubuh si Kecil hingga benar-benar kering untuk mencegah kuman menempel karena lembab. Setelah itu, Moms bisa gunakan Konicare Natural Baby Liquid Powder yang mengandung bahan alami Tapioca starch pada lipatan-lipatan kulit si Kecil. Bedak bayi ini aman karena tidak bertaburan sehingga tidak terhirup oleh si Kecil. Baru kemudian pakaikan baju yang benar-benar kering dan hangat.

6.    Beri perhatian lebih terhadap pakaian yang dipakai si Kecil

Ganti baju dan popok secara rutin untuk menghindari ruam popok, iritasi, dan sakit batuk pilek. Kenakan pakaian berlapis, tutup kepala, dan kaus kaki agar si Kecil tetap hangat. Bahan pakaiannya juga sebaiknya dari katun yang tidak menyebabkan iritasi kulit. Sebaliknya, hindari pakaian dari bahan sintetis karena bisa menyebabkan ruam di kulit si Kecil.

dr. Sepriani Timurtini Limbong juga menyarankan bedong sebagai cara tradisional untuk menghangatkan si Kecil ketika musim hujan. Bahkan, karena balutan kain bedong menyerupai kondisi ketika bayi berada di dalam rahim ibu, si Kecil akan merasa lebih tenang dan tidak rewel.

Namun, Moms perlu tahu cara yang aman membedong bayi. Gunakan kain yang tipis dan menyerap keringat sebagai kain bedong. Tempatkan si Kecil secara telentang di atas kain bedong dan mulailah membedong dari bahu ke bawah. Jangan membedongnya terlalu ketat atau dengan posisi tengkurap. Pastikan juga bagian tungkainya tetap longgar dan posisi kakinya sedikit tertekuk ke atas. Moms tidak perlu berusaha meluruskan kedua kaki si Kecil, yang penting ruang geraknya tidak terbatasi.

7.    Hindarkan si Kecil dari gigitan nyamuk

Penyakit seperti demam berdarah dengue dan malaria ditularkan dari gigitan nyamuk. Musim hujan menjadi saat-saat paling rentan terkena kedua penyakit ini karena merupakan waktunya nyamuk-nyamuk berkembang biak. Karena itulah, Moms perlu menjauhkan si Kecil gigitan nyamuk.

Pertama, praktikkan gerakan 3M Plus yaitu rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta menjalankan bentuk upaya pencegahan tambahan salah satunya memasang kelambu di tempat tidur si Kecil.

Kedua, oleskan minyak telon yang dapat mengusir nyamuk sekaligus menghangatkan si Kecil. Mengoleskan minyak telon adalah cara tradisional yang masih populer hingga sekarang untuk juga membantu mengatasi kembung dan masuk angin.

Pilihlah minyak telon dengan komposisi alami tanpa tambahan parfum seperti Konicare Minyak Telon Plus dan Konicare Minyak Telon Extra Lemongrass. Wanginya lembut alami, wangi bayi banget dan tanpa tambahan parfum meminimalkan iritasi bagi kulit bayi. Aman dioleskan pada bayi baru lahir hingga 2 tahun. Oleskan Konicare Minyak Telon pada dada, perut, punggung, leher, tangan, dan kaki sehabis si Kecil mandi agar bebas dari gigitan nyamuk dan serangga selama 8 jam. Teteskan 10 hingga 15 tetes Konicare Minyak Telon Extra Lemongrass ke dalam diffuser. Selain efektif membantu mengusir nyamuk, keharuman lemongrass yang segar membuat si Kecil relaks sehingga tidur lebih nyenyak.

 

Referensi: Blibli Friends, IDAI, Kemenkes, Klik Dokter

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4335 Konicare Indonesia

Comments

Related Stories