Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Menjadi Ibu Bahagia Setelah Resign Bekerja

MY STORY  |  PARENTING  |  23 Oct '18


Hidup adalah sebuah pilihan. Dan segala pilihan dalam hidup tentu memiliki risiko. Perdebatan mana yang lebih baik, antara menjadi ibu yang bekerja atau menjadi ibu rumah tangga tidak akan pernah ada habisnya. Saya percaya dan saya yakin semua orang sependapat bahwa seorang ibu akan melakukan yang terbaik, apa pun itu demi anaknya.

Saya bekerja selama 4 tahun di sebuah perguruan tinggi negeri dan memutuskan untuk resign setelah anak pertama saya lahir. Tentu keputusan yang saya buat sudah melalui berbagai pertimbangan. Setelah resign dan full menjadi ibu, ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya mengalami baby blues. Kehilangan pekerjaan, tidak berjumpa dengan kawan, sudah tidak mendapat gaji bulanan, aktivitas yang dulunya bergulat dengan komputer kini berubah 180 derajat menjadi ibu rumah tangga. Tak jarang, komentar negatif juga sering berdatangan. Mereka menyayangkan apa yang sudah menjadi keputusan saya. Hal-hal itulah yang membuat saya mengalami baby blues. Dampaknya, anak sering kena marah dengan suatu ketidakjelasan. Begitu juga dengan suami, sering jadi sasaran uring-uringan. Tapi kini saya sudah sangat bahagia menjalani kehidupan dengan pilihan yang saya tentukan.

Apa Saja Kuncinya?

  1. Menerima Diri Sendiri. Jika kita sudah bisa menerima diri, menerima segala kurang dan lebihnya, maka kita bisa mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri dapat membuat segala hal yang kita lakukan lebih ringan meski itu berat, lebih mudah meski itu sulit, dan tentunya terasa lebih enjoy. 

  2. Fokus Dengan Tujuan Utama. Selalu ingat bahwa setiap keputusan yang kita ambil memiliki tujuan. Fokuslah pada hal-hal yang menjadi tujuan utama kita keluar dari pekerjaan.

  3. Tidak Terlalu Memikirkan Komentar Negatif. Komentar orang yang negatif tentang diri kita kadang memang menyakitkan. Namun jika komentar itu baik untuk kita, lakukanlah. Sebaliknya jika hal itu mengganggu pikiran, ada baiknya kita mengabaikan. Cukup dengarkan, jangan terlalu diambil hati, lalu lupakan. Hal ini akan membuat kita merasa tenang.

  4. Kembangkan Diri. Pengetahuan itu terus berkembang. Untuk itu, meski kita berstatus sebagai ibu rumah tangga, tetap harus mengembangkan diri. Ada banyak cara untuk mengembangkan diri, misalnya mengikuti seminar parenting, membaca buku, atau membaca blog babyologist juga dapat menambah ilmu Moms. 

Last but not least, menjadi ibu yang bahagia akan membuat seluruh isi rumah bahagia.

Semoga bermanfaat.

By: Nina Nurnawati

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1387 Nina Nurnawati

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Parenting Santai Anak Usia Remaja

Gimana, sih, caranya biar si Kecil melewati fase remaja dengan mudah dan santai? Ini dia tipsnya!

Kapan Moms Perlu Mulai Belajar Menyusui?

Mengingat manfaat menyusui yang sangat banyak itulah, penting bagi Moms untuk mempelajari cara menyusui sejak dini. Nah, kapankah kira-kira [...]

Ini 5 Gesture Moms & Dads yang Disukai Si Kecil

Apa saja sih, gesture yang disukai si Kecil?

Ini Tugas PakSu Sebagai Support System Moms yang Baru Lahiran

Setelah melahirkan, tugas Moms justru bertambah. Di sinilah, peran PakSu besar sekali dalam membantu Moms melewati masa-masa krusial mengurus bayi.

Kegiatan Parenting Tunjang Perkembangan Optimal Si Kecil

Program parenting dapat berupa pendidikan parenting yang menambah wawasan dan pengetahuan anak dalam hal pengasuhan sesuai dengan usia, [...]

Mengenal 4 Jenis Parenting Style, Manakah yang Terbaik?

Buat New Moms yang sedang belajar parenting dan ingin memilih gaya mengasuh terbaik, Minbyo kasih informasi lebih lanjut tentang parenting style [...]

Tips Agar Anak Semangat Belajar Setelah Liburan

Biar si Kecil kembali semangat setelah liburan, yuk, praktikkan kiat-kiat berikut!

Tips Mendampingi Anak Digital Native

Sebagian besar orang tua masih perlu edukasi bagaimana cara mendampingi si Kecil yang optimal terutama di era digital. Yuk, cari tahu tipsnya [...]

Tips Ajarkan Empati pada Anak Sejak Dini

Supaya si Kecil memiliki empati dalam hidupnya, orang tua perlu mengajarkan dan mengasah kepekaannya.

4 Tips Melatih Balita Bicara

Gimana caranya supaya si Kecil bisa mahir berbicara dengan cepat?

Helicopter Parenting Itu Apa? Ini Ciri-cirinya!

Rasa cinta dan kasih sayang orang tua ternyata bisa menjadi sesuatu yang tidak menyehatkan. Sebenarnya, kapan sepasang orang tua melanggar [...]

Kapan Waktu yang Tepat Sekolahkan Si Kecil?

Sebagai orang tua, Moms & Dads pun pasti telah berpikir untuk menyekolahkan si Kecil di sekolah yang paling baik dan tepat.

Mendidik Anak dengan Pamali, Perlukah?

Pamali artinya apa sih? Istilah ini mungkin lebih dikenal oleh orang-orang zaman old ketimbang anak-anak Millenial atau Gen Z.

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Ini 10 Tips Ajarkan Si Kecil Terima Kekalahan

Belajar menerima kekalahan sejatinya merupakan bagian yang sangat penting dalam perkembangan kesehatan anak.

Didik Anak di Era Digital, Bagaimana Caranya?

Moms & Dads mungkin bingung yah bagaimana cara supaya si Kecil screentime-nya tidak berlebihan padahal di sisi lain sudah tidak mungkin [...]

Kerja dan Jaga Anak Tetap Fit? 🤯

Moms sering kewalahan ga sih kalau harus kerja sambil jaga Si Kecil? Yuk Intip tips tetap fit dari

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik