Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Menidurkan si Kecil Tanpa Direct Breastfeeding

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  27 Jul '19


Hayo siapa moms yang masih harus menyusui si kecil sebelum tidur? Saya termasuk salah satunya. Saat ini si kecil Arfa sudah menginjak usia 21 bulan. Sebentar lagi usianya genap 2 tahun. Jadi terbayang oleh saya betapa banyak PeEr besar yang harus saya lakukan. Salah satunya mulai membiasakan Arfa tidur tanpa dbf terlebih dahulu. Apakah ini termasuk sleep training? Tidak juga moms. Tujuan utama saya adalah mengajarkan Arfa bahwa untuk bisa tertidur, tidak perlu dbf terlebih dahulu. Saya masih belum tega menerapkan sleep training yang rata-rata harus dengan cara membiarkan si kecil menangis berjam-jam di tengah malam. Walaupun cara ini terbukti ampuh. Alasan kedua karena saya sama sekali tidak bermaksud sekaligus menyapih Arfa. Jadi ketika Arfa minta dbf di malam hari, tetap saya ladeni dengan cara yang sedikit berbeda.

Nah, berikut tipsnya :

1. Siapkan mental.

Nah, yang paling utama adalah moms sudah siap mental belum? Sudah siap menghadapi segala kemungkinan? Nah, untuk masalah mental ini, moms butuh dukungan lingkungan sekitar. Beritahu suami atau keluarga bahwa moms sedang membantu si kecil tidur dengan mandiri. Bukan berarti si kecil tidur dengan orang selain moms ya. Justru dengan cara itu akan ada kemungkinan resiko si kecil minta dbf kembali jika melihat moms ada di sisinya. Jadi, disini tetap saya yang mendampingi Arfa tidur sendiri.

2. Sounding.

Setiap hari, setiap waktu, di setiap kesempatan, saya selalu bilang kepada Arfa bahwa untuk tidur tidak perlu dbf. Walaupun kesannya Arfa tidak fokus mendengarkannya, tapi cara ini dipercaya efektif lho moms. Begitu juga jika Arfa terbangun tengah malam, saya mengulang kembali kata-kata tersebut sebelum menawarkan untuk dbf. Jika memang Arfa memaksa untuk dbf, saya selalu bilang ‘bentar aja ya, terus bobok lagi. Gak boleh lama-lama’. Tanpa disadari, Arfa ternyata mengerti maksud saya.

3. Pilih waktu yang tepat.

Saya lebih memilih untuk menerapkan proses ini di malam hari. Pertimbangannya adalah Arfa memang terkadang bisa tidur mandiri di malam hari. Selain itu waktu malam hari biasanya si kecil akan lebih lelah dan lebih mudah terlelap.

4. Mundurkan waktu tidur dari yang biasanya.

Misalnya biasanya moms mengajak si kecil masuk kamar jam 8 malam untuk dbf agar terlelap, kali ini mundurkan hingga jam 08.30 atau 09.00. Biarkan si kecil sibuk dengan kegiatannya. Lalu ajak si kecil untuk tetap berkegiatan di kamar. Yang perlu moms perhatikan, moms cukup berbaring di kasur memperhatikan. Si kecil pasti akan lelah pada akhirnya dan ikut berbaring di kasur.

5. Pastikan si kecil sudah kenyang.

Hal ini sangat penting ya moms, mengingat kita harus tegas untuk tidak dbf agar si kecil tertidur. Hal ini juga untuk menjaga mood si kecil agar tidak cranky atau rewel sehingga memudahkan proses tidur mandiri ini.

6. Pengalihan.

Lakukan apa saja hal yang bisa mengalihkan si kecil dari meminta ‘jatahnya’ untuk bisa tertidur. Pada 2 malam pertama, saya mencoba mengajak Arfa bercerita tentang kesehariannya, mendongeng, atau sekedar mengajaknya bercanda agar Arfa merasa sedikit lelah dan mulai mengantuk.

7. Sabar.

Proses pengalihan terkadang justru membuat si kecil lebih terjaga dan menghilangkan rasa kantuk. Malah bisa menghabiskan waktu lebih dari 1 jam sejak masuk kamar. Nah, disini sangat dibutuhkan kesabaran moms untuk tetap menjaga mood si kecil dengan segala pengalihan. Walaupun moms merasa sedikit membuang-buang waktu dan banyak hal yang perlu moms lakukan saat itu, tapi percayalah hal ini hanya perlu dilakukan untuk beberapa hari saja.

8. Bantu si kecil menemukan kenyamanannya.

Pastinya perubahan ini akan membuat si kecil sedikit bingung ya moms. Nah, disini dibutuhkan andil moms untuk membantunya menemukan kenyamanan lain selain dbf agar si kecil bisa tertidur. Moms bisa menawarkan pelukan, elus-elus punggung, atau sedikit tepukan untuk membuat si kecil nyaman. Arfa akhirnya menemukan kenyamanannya dengan cara meletakkan bantal guling melintang di atas badannya, lalu saya tinggal sedikit merangkulnya dan mengelus-elus tangannya. Hingga akhirnya suami saya berinisiatif untuk membelikan Arfa bantal guling yang sesuai dengan ukurannya. Selain itu kondisi kamar juga harus minim cahaya. Pastikan juga suhu kamar cukup sejuk ya moms.

9. Konsisten.

Apakah setiap malam berjalan mulus? Tentu saja tidak moms. Di malam ketiga, Arfa mulai berontak, menangis kuat meminta ‘jatah’nya karena merasa sulit untuk tidur. Saya juga sempat mau mengalah karena prinsip saya dari awal tidak ingin Arfa merasa tersiksa dengan proses ini. Saya tetap berusaha sabar dan menenangkan Arfa. Saya bersikap seolah-olah akan memberikan ‘jatah’nya sambil berusaha membujuknya. Dan ternyata berhasil, seketika Arfa membalikkan badannya sambil minta dipeluk, akhirnya tertidur. Konsisten menjadi kunci penting agar proses ini cepat berhasil. Alhamdulillah, Arfa berhasil menemukan caranya untuk bisa tidur mandiri selama 2 minggu terakhir tanpa skip. Namun, jika moms mengalami kendala dan sama-sama tidak ingin si kecil merasa tersiksa, tidak masalah jika sesekali moms harus mengalah. Tetap ulangi semua tahap dari awal hingga moms dan si kecil berhasil melakukannya.

10. Berikan pujian saat si kecil terbangun.

Pujian merupakan salah satu reward yang bisa memotivasi si kecil untuk terus melakukan hal-hal baik. Katakan pada si kecil ‘wah, kamu hebat tadi tidurnya gak minta nenen. Kamu udah besar ya, nak. Mama senang liat kamu bisa’. Jangan lupa berikan kecupan dan pelukan ya moms.

Banyak manfaat yang saya dapatkan dari penerapan proses ini. Salah satunya adalah Arfa lebih jarang terbangun meminta dbf di malam hari. Meskipun terbangun dan meminta untuk dbf, durasinya lebih pendek daripada biasanya. Sesekali saya juga menerapkan proses ini pada waktu tidur siang. Tanpa disadari, durasi tidur Arfa di siang hari juga menjadi lebih panjang. Biasanya Arfa akan terbangun per 1 jam untuk dbf, namun kali ini Arfa bisa tertidur tanpa dbf hingga 2 jam di siang hari. Saya percaya proses ini juga akan memudahkan proses menyapih nantinya. Pelan-pelan tapi pasti, yang penting anak happy, minim drama, moms bahagia.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

391 Zurrahmi ulya

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Kapan Bayi Boleh Diajak Berenang di Kolam Renang Umum?

Setelah pandemi bisa diatasi, apakah Moms and Dads berencana mengajak si Kecil berenang? Simak yang satu ini ya.

Biarkan Anak Belajar Jalan dengan Bertelanjang Kaki

Benarkah membiarkan si Kecil bertelajang kaki ada manfaatnya? Kita simak berikut ini yuk!

Bolehkah Anak Laki Main Masak-Masakan?

Anak laki-laki suka main masak-masakan? Ga usah khawatir Moms, yuk simak cerita berikut ini.

Beri Kesempatan Anak Bermain Sendiri

Tahukah membiarkan anak bermain sendiri memiliki banyak manfaat untuk si kecil?

Tips Agar Anak Mencintai Buku ala Mom Dastan

Bagaimana cara menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini?

Membiasakan si Kecil Punya Jam Tidur Malam

Bagaimana cara menerapkan jadwal tidur pada anak agar ia bisa tidur dengan cukup?

6 Bulan si Kecil, Apa ya Milestonesnya?

Wah ga kerasa ya Moms, si kecil sekarang sudah memasuki 6 bulan.

Mitos Atau Fakta? Dua Bayi Berdekatan, Salah Satunya Akan Lambat Tumbuh Gigi

Berdekatan dengan sesama anak yang belum tumbuh gigi bisa menyebabkan anak sulit tumbuh gigi

Mengenal Montessori dan Kurikulumnya

Mama milenial pasti ga asing ya denger metode montessori ini. Apa sih montessori itu?

Stimulasi Berjalan (Part 2)

Batas maksimal usia anak harus bisa berjalan itu 18 bulan, tapi kita ga bisa tunggu sampai 18 bulan tanpa bertindak

Permainan Sederhana untuk si Kecil - Animal Rescue

Yuk bikin mainan untuk si Kecil Moms, selain untuk bersenang-senang mainan yang satu ini bermanfaat untuk motorik anak

Yuk Main Di Playground Banyak Manfaatnya Loh!

Mengajak si Kecil bermain di playground selain membuatnya senang ternyata juga banyak manfaatnya loh Moms

Dampak Gawai/Gadget untuk Perkembangan Anak

Mungkin tidak jarang kita melihat balita duduk di kursi makan bayi restoran dengan memegang ponsel/gawai.

Growth Spurt? Enjoy aja…

Tiba-tiba, gak mau lepas dari pangkuan, maunya mimik terus, seolah lapar tiada henti.

Rekomendasi Mainan Edukasi

Buat yang ada rencana beli mainan untuk si Kecil, yuk simak rekomendasi permainan edukasi berikut ini

Ternyata Ada 9 Jenis Kecerdasan Anak, Apa saja ya?

Semua anak terlahir cerdas, tergantung cara moms menstimulasinya menjadi lebih terasah atau tidak.

Ide Bermain Anak - Find the Alphabet!

Bikin mainan untuk si kecil yuk. Bisa bermain sambil belajar ya moms lewat mainan berikut berikut ini

Ide Bermain untuk si Kecil: Magnet Maze

Yuk manfaatkan baran bekas untuk membuat berbagai mainan si Kecil. Moms bisa buat permainan seperti berikut!

Mengapa si Kecil Suka Duduk W? Dan Apakah Bahayanya?

Kita seringkali melihat beberapa anak sangat nyaman dengan posisi duduk W. Mengapa? Apakah bahayanya?

Sensory Play For Baby: Touch Board

Banyak sekali permainan sensory yang dapat menstimulasi indera-indera si Kecil. Mari coba ide permainan berikut!