Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Menghilangkan Trauma Anak yang Terjatuh saat Belajar Berjalan 

GROWTH & DEVELOPMENT  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  19 Jan '20


Hai Moms, menjelang usia anak setahun biasanya sudah mulai ada tanda-tanda anak kita berani berdiri sendiri selama beberapa detik dan juga melakukan langkah pertamanya. Tapi jangan khawatir kalau anak kita belum menunjukkan tanda-tanda itu ya Moms, setiap anak perkembangannya istimewa, yang penting adalah kita tetap menstimulasi dan memberikan semangat. Pada saat anak saya berusia 11 bulan, anak saya mulai berani untuk berdiri selama 15 detik, kadang juga hanya 3 detik lalu duduk. Pada saat usianya 12 bulan, alhamdulillah anak saya sudah melakukan langkah pertamanya, namun beberapa langkah lalu terjatuh, wajar ya Moms tapi saya atau suami selalu mendampingi agar tidak terjatuh pada alas yang membahayakan.


Semakin hari keberaniannya bertambah namun di usia setahun 1 minggu anak saya terjatuh karena melangkah terlalu cepat dan saya terlambat menangkapnya. Syukurlah tidak ada luka serius, namun anak saya menangis histeris dan itu membuat saya dan suami menjadi khawatir. Untuk memastikan tidak ada kondisi serius, kami pantau kondisinya 1 x 24 jam. Namun, meskipun anak kami sudah ceria kembali beberapa saat setelah terjatuh dan menangis, keesokan harinya anak saya enggan untuk melangkah. Setiap berdiri, ekpresinya terlihat takut dan tidak lama mengulurkan tangan untuk minta dituntun atau digendong. Awalnya kami masih menanggapi dengan tenang, mungkin memang masih trauma.

Kami tidak memaksa anak kami untuk bisa berjalan secepat mungkin, kami selalu bilang kalau anak kami boleh jalan saat siap, tapi tetap kami beri semangat ya Moms karena itu penting. Namun menjelang usia 13 bulan anak kami masih menangis jika kami posisikan berdiri atau ajak melangkah, hmm sepertinya kami harus cari cara untuk menumbuhkan lagi kepercayaan dirinya. Nah, saya akan share beberapa tips mengajak anak berjalan setelah mengalami trauma terjatuh.

1. Jangan Memaksa
Ibu dan ayah adalah sosok terdekat yang anak anggap bisa dipercaya dan bisa membuat nyaman. Jangan paksakan keinginan kita untuk mengejar milestone anak karena melihat anak lain sudah berjalan atau karena ada omongan dari orang sekitar. Percayalah pada diri kita dan anak.

2. Pastikan Keamanan
Pastikan kondisi rumah kita aman ya Moms untuk mencegah anak kita cedera saat belajar berjalan, seperti furniture bersudut tajam atau barang yang mudah pecah. Pastikan juga lantai tidak licin dan bersih dari benda-benda yang bisa membuat terpleset atau terluka.

3. Jangan Panik
Saat mulai belajar berjalan lagi, saya selalu menenangkan diri sendiri untuk berusaha tidak panik jika memang nanti anak terjatuh saat belajar. Suami saya lah yang berperan meyakinkan saya dan anak saya kalau tidak apa-apa dalam proses belajar anak terjatuh yang penting kita sudah memberikan lingkungan yang aman, semakin terlalu khawatir, perasaan itu akan sampai ke anak kita dan malah akan membuat anak kita semakin takut belajar.

4. Teamwork Orang Tua
Penyemangat favorit adalah kedua orang tua, jadikan momen melangkah anak sebagai momen mendekatkan orang tua dan anak. Bermainlah bersama anak kita, biarkan Moms dan suami berada di sisi berbeda lalu panggilah dan buat gerakan akan memeluk agar anak kita mau berjalan menghampiri, Moms bisa bantu dengan mentatih atau memegang tangan anak kita di awal-awal belajar berjalan.

5. Suasana Ceria
Perasaan senang adalah obat mujarab, jadi saat belajar berjalan ciptakan suasana yang ceria dan menyenangkan untuk anak. Misal sambil mengajak bernyanyi atau mengajak boneka kesayangannya untuk berjalan bersama.

6. Ajak Anak Bermain dengan Temannya
Saat bertemu teman sebaya ataupun lebih besar anak kita melihat bagaimana temannya berjalan dan berlari. Dengan sedikit dorongan seperti “Ayo nak kita jalan sama A, B, C, dll” ternyata cukup efektif membuat keberanian anak kita muncul.

7. Gunakan Pelindung Kepala
Untuk mencegah kepala anak saya terbentur, saya pakaikan boneka pelindung kepala yang sekarang sudah banyak tersedia. Gunakan pelindung yang nyaman dipakai ya Moms.

Senang sekali melihat anak saya sudah kembali berani berjalan, sekarang malah saya dan suami sering kewalahan karena anak saya selalu berjalan kesana kemari tanpa lelah, bahkan saat melihat pintu terbuka sudah langsung ingin berjalan ke luar rumah.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

395 Sandra Hapsari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pentingnya Menanamkan Nilai Mendalam Sebuah Profesi

Saya baru menyadari bahwa betapa pentingnya mengajarkan nilai lebih mendalam bagi sebuah profesi.

Pentingnya Memantau Perkembangan Anak

Ternyata perkembangan anak yang tinggal di kampung jauh lebih bagus daripada perkembangan anak kota lho Moms.

Apakah Setiap Anak akan Mengalami Masa Terrible Two?

Awal mendengar kata terrible two, saya berusaha mencari dahulu apa sih sebenarnya terrible two itu.

Pentingnya Mempertahankan Hak si Kecil saat Bermain

Anak-anak sangat senang ketika bermain. Tidak jarang, rasanya mainan tetangga terlihat "lebih indah",

Bagaimana Menghadapi si Kecil yang Super Aktif?

Menurut Moms, bagaimana rasanya memiliki si Kecil yang super aktif? Apa saja suka dukanya?

Bantu Bunda Menjemur Baju Yuk, Nak!

Kemarin Faruq mencoba membantu bunda untuk menjemur baju, aktivitas ini mungkin terdengar tak biasa.

Pentingnya Pengenalan Profesi pada si Kecil

Mengenalkan berbagai profesi pada si kecil tentu bermanfaat ya moms.

Buku Jiwaku dan Anakku

Sejak di dalam kandungan, aku suka membacakan Felicia buku di sela-sela kegiatanku setelah selesai mengajar.

Anakku Hiperaktif Banget...

Moms punya kendala yang sama gak? Jujur saya sebagai orang tua yang mengurus mereka sendirian kewalahan hadapinya.

Kenapa si Kecil Senang Mencorat-Coret Seisi Rumah?

Si Kecil suka corat coret tembok? Yuk terapkan tips berikut ini untuk mensiasatinya

Seberapa Penting Pendidikan Anak di Bawah Umur?

Di masa golden age, alangkah baiknya jika anak dibiarkan tumbuh dan berkembang bersama ibunya di rumah.

Respon Terhadap Anak Kidal

Hai Moms, pernah tidak memperhatikan tangan anak kita, mana yang lebih aktif? Kanan atau kiri?

Mengenalkan si Kecil dengan Dunia Hewan di Taman Safari

Mengenalkan si Kecil dengan dunia luar sedari kecil ternyata baik untuk membantu tumbuh kembangnya ya Moms.

Anak Kecanduan Nonton TV? Ini Solusinya!

Menurut artikel yang pernah aku baca, dalam sehari anak di atas 2 tahun boleh nonton TV tidak lebih dari 30 menit.

Jangan Tumpuk Bukunya, Tapi Cintai dan Maknai Isinya

Sejak kecil anak saya memang sudah dikenalkan pada buku, dari mulai usianya 3 bulan sampai sekarang 21 bulan.

Apa Itu Fase Terrible Two? Kenalan Yuk Moms

Menjelang usianya 2 tahun abram mendadak lebih suka berteriak, menangis, dan sering tantrum?

Screen Time: Yes or No?

Setelah Shanum masuk usia 2 tahun, saya bolehin nonton TV. Tapi tetep saya batasin dari segi waktu & tontonan.

Manfaat Playdate bagi Moms & si Kecil

Bagi saya pribadi, playdate bukan sekedar kumpul-kumpul, apalagi yang beneran cuma kumpul terus pada diem

Usia 18 Bulan, Anakku Sudah Bisa Berhitung 1-10 dalam 3 Bahasa! Apa Tipsnya?

Anak usia 18 bulan sudah harus belajar 1-2 patah kata, setidaknya sudah mengerti lebih dari 20 kosakata.

Anak Juga Butuh Sosialisasi

Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan orang lain. Balita juga perlu bersosialisasi lho Moms.