Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Menghadapi Musim Pancaroba Bagi si Kecil

BABY  |  BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  TODDLER  |  22 Nov '19


Moms, merasa tidak kalau belakangan ini perubahan cuaca cukup ekstrem? Kondisi ini merupakan salah satu penanda musim pancaroba telah tiba. Musim pancaroba adalah waktu peralihan musim kemarau ke musim hujan, begitu pun sebaliknya. Masa transisi musim ini menyebabkan perubahan suhu dan cuaca cukup ekstrem. Salah satu penandanya adalah sering terjadi angin kencang, hujan deras disertai guruh hingga potensi terjadinya badai.

Pada masa pancaroba, biasanya orang lebih mudah sakit. Sebab, badan kita tidak kuat beradaptasi dengan perubahan kondisi yang ekstrem. Jika kondisi badan tidak bugar, seseorang cenderung berisiko terpapar penyakit, baik akibat infeksi virus, bakteri, maupun jamur. Jenis penyakit khas musim pancaroba di antaranya flu, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan gangguan pernapasan.

Flu disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini sangat berkaitan dengan suhu dan tingkat kelembaban. Tidak mengherankan kalau terjadi peningkatan penderita flu saat musim pancaroba. Anak-anak yang hobi main di ruang terbuka, sangat rentan terserang virus ini.

Penyakit khas kedua yang sering muncul di musim pancaroba adalah DBD. Penyakit ini dipicu oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Kementerian Kesehatan selalu mewanti-wanti masyarakat agar mewaspadai DBD begitu memasuki musim pancaroba. Hujan membuat banyak sarang-sarang nyamuk untuk berkembang biak di tempat penampungan air. Bisa saja sarang-sarang nyamuk itu ada di area tempat bermain anak kita. Alhasil, risiko anak terpapar relatif tinggi.

Selain flu dan DBD, si Kecil juga berisiko terkena gangguan pernapasan pada musim pancaroba. Gejala-gejala yang timbul antara lain batuk, demam dan pilek. Sebetulnya, penyakit jenis ini tidak mengenal waktu, hanya risiko terjangkitnya akan meningkat di musim pancaroba. Pasalnya, perubahan cuaca ekstrem dapat memicu penurunan daya tahan tubuh orang dewasa, apalagi anak-anak.

Namun, ancaman penyakit khas pancaroba tidak perlu disikapi terlalu paranoid, ya, Moms. Apalagi kalau sampai melarang anak bermain agar terhindar dari risiko terserang penyakit-penyakit pancaroba. Selain tetap waspada, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa kita lakukan untuk memproteksi kesehatan buah hati.

1. Jaga pola makan anak

Pastikan anak tidak melewatkan waktu makan ya, Moms. Perhatikan juga asupan gizi dan nutrisi dalam makanan yang kita sajikan. Moms bisa terapkan rumus 4 Sehat, 5 Sempurna dalam menu makanan si Kecil.

2. Perbanyak konsumsi air putih

Banyak sekali manfaat minum air putih. Cukup minum air putih dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori lebih optimal. Ketika tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), pernapasan akan terganggu karena tubuh secara alami meminimalisir kehilangan cairan.

Cairan tubuh berkurang akibat proses bernafas, berkeringat dan buang air kecil. Cairan hilang tersebut harus digantikan agar fungsi tubuh berjalan normal. Caranya, minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan. Ketentuan minum air putih bagi anak berkisar adalah 800 mililiter bagi anak usia 0,5-1 tahun, lalu 1200 mililiter bagi anak usia 1-3 tahun, 1500 mililiter bagi anak usia 4-6 tahun, serta 1900 mililiter bagi anak usia 7-9 tahun. Ketentuan ini mengacu pada rekomendasi Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi 2004, yang disempurnakan tahun 2013.

3. Pastikan si kecil istirahat cukup

Bermain boleh saja, tapi perhatikan kondisi tubuh anak kita, ya, Moms. Jangan sampai kebablasan hingga lupa tidur siang dan beristirahat.

4. Jaga kebersihan

Mulai teliti sekeliling yuk, Moms. Apakah ada tempat penampungan air yang menjadi sarang nyamuk berkembang biak? Kalau menemukan jentik-jentik, segera buang airnya dan bersihkan. Ingatkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tangan merupakan jalur utama masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Kebiasaan mencuci tangan dapat menekan potensi tersebut.

Perhatikan juga jajanan anak kita, apakah jajanan itu bersih dan sehat. Salah satu strategi agar anak tidak jajan sembarangan bisa dengan membawakan bekal dari rumah. Bekal buatan Moms tentu sehat dan terjamin kebersihannya.

5. Ajak anak agar selalu aktif

Kondisi cuaca yang tidak menentu tidak boleh jadi alasan buat absen berolahraga ya, Moms. Aktivitas fisik ini menjaga tubuh selalu fit dan bugar. Moms bisa mengajak si Kecil berolahraga ringan seperti jalan pagi, jogging, berenang, senam atau memodifikasi permainan dengan memasukkan unsur olahraga. Yang penting, tetap bergerak.

6. Gunakan minyak telon

Minyak telon jadi "senjata" yang wajib tersedia di perlengkapan anak. Saat cuaca dingin, minyak telon mampu membuat tubuh anak tetap hangat dan nyaman. Minyak telon yang dilengkapi dengan kandungan citronella dan eucalyptus juga jadi bisa menjadi penangkal gigitan nyamuk pembawa penyakit jika dibalurkan ke tubuh buah hati kita. Kandungan citronella atau minyak sereh dalam minyak telon ampuh mengusir serangga nyamuk. Minyak telon dapat melindungi tubuh buah hati si Kecil kita dari gigitan nyamuk hingga 8 jam. Selain itu, citronella juga berkhasiat mengatasi perut kembung si Kecil.

Kelebihan lain minyak telon dibandingkan minyak lain adalah minyak telon dirancang khusus untuk digunakan anak dan bayi. Minyak telon tidak menyebabkan iritasi maupun alergi pada kulit sensitif si Kecil karena sudah teruji klinis dan aman digunakan setiap saat.

Enam tips di atas juga bisa diaplikasikan bagi orang tua, terutama Moms yang sedang memberikan ASI eksklusif atau sedang menyusui. Moms juga harus sehat dan bugar agar dapat merawat dan memberikan perhatian optimal pada buah hatinya. Untuk menjaga kekebalan tubuh terhadap penyakit, Moms juga boleh menambahkan vitamin sebagai suplemen.

Referensi: Kompas, Liputan6, MY BABY

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2955 My Baby Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Cara Aman Menggunakan Bedak Bayi untuk si Kecil

Memakaikan bedak juga ada caranya lho, Moms! Yuk simak di sini caranya!

Mengapa si Kecil Sering Gumoh?

Botol susu Dr. Brown’s dilengkapi Internal Vent System yang bisa memisahkan jalur udara dengan jalur cairan.

Mengenal dan Mengatasi Biang Keringat pada Anak

Kenapa anak sering kena miliaria? Hal ini terjadi saat keringat berlebih menyumbat pori-pori kulit.

Cara Aman Mengatasi Flu Tanpa Obat

Bisakah mengatasi flu pada si Kecil tanpa obat? Yuk simak jawabannya di sini, Moms!

Tips Mengenal dan Menangani Alergi

Seberapa banyak orang di dunia mengalami alergi. Apa, sih, sebetulnya pemicu alergi tersebut?

Why Do Babies Get Heat Rash?

Moms penasaran, kenapa bayi yang kepanasan selalu terkena bintik merah? Simak di sini jawabannya!

Mencegah Sindrom Kepala Peyang dengan Newborn Pillow Baby Loop

Apa itu sindrom kepala peyang dan mengapa sindrom ini sangat berbahaya?

Mengapa Peralatan si Kecil Harus Disterilisasi?

Moms perlu memperhatikan kebersihan dan sterilisasi dari pompa asi dan alat-alat menyusui lainnya.

Tips Agar Anak Tidak Rewel Ketika Diajak Mudik by Baby Loop

Sebelum pergi mudik, kita harus memastikan bahwa si Kecil tengah berada dalam kondisi yang fit.