Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Menghadapi Gender Disappointment

MY STORY  |  14 Mar '18


Tahukah Mommies bahwa gender disappointment merupakan sebuah masalah? Tidak sedikit yang kecewa setelah mengetahui jenis kelamin anaknya. Saat ini saya sedang hamil anak kedua, dan pada usia kehamilan ke 18 minggu saya mengetahui gender anak saya. Karena kehamilan saya ini sudah cukup besar, banyak dari teman-teman yang langsung bertanya gender anak saya yang didalam kandungan ini apa? Ternyata saya mendapatkan anak perempuan, apakah saya kecewa? 

Tentu jawabannya tidak ya moms. Sedikit cerita, saya hidup dengan satu kakak perempuan dan satu adik laki-laki. Dan saya sangat dekat dengan kakak perempuan saya. Berantem pasti ada ya, tapi kenangan indah akan selalu teringat. Percaya atau tidak,  saya berharap anak saya memiliki saudara perempuan juga. I thought " Who can live without a sister? "

Namun, tidak semua orang sependapat dengan saya, beberapa Moms yang juga teman saya bertanya seperti ini "loh, bukannya anak pertamanya perempuan?" Tambah anak ketiga lagi dong supaya dapatnya laki-laki atau sedih dong ya moms, coba kalau dapatnya anak laki-laki pasti sudah lengkap." Kadang, orang bertanya, kamu berharap anak keduanya perempuan atau laki-laki? Tentunya kita akan menjawab "apapun jenis kelaminnya yang penting bayinya sehat dan normal." Padahal we secretly wished for a certain gender.

Berikut ini adalah tips dari saya menghadapi gender disappointments:

  • Percayalah bahwa semua yang kita dapatkan adalah hadiah dari Yang Diatas dan itu adalah pemberian terbaik.
  • Berpikir positif, tidak sedikit wanita yang sudah menikah diluar sana ingin merasakan hamil namun belum mendapat kesempatannya.
  • Berusaha untuk tidak merasa kecewa, karena hanya menyita waktu kita saja, akan lebih baik diisi dengan hal-hal positif.
  • Jika mengalami baby blues, cobalah mengobrol bersama teman yang tidak judgmental. 
  • Trust your ability to love. Percayalah moms, when your bundle of joy arrives, things called gender preference or gender disappointment will be gone setelah melihat baby kita yang super lucu.
  • Remember, you are not alone. Banyak moms yang tidak mendapat jenis kelamin yang dia inginkan. Talk, or write down your feelings. Some whom related might reach out to you, and let you know that it's okay. Healthy baby comes first.  

Last but not least, let us all preggy mommies be happy. We are all blessed with baby. Siapapun yang mengalami gender disappointment can talk to me by sending me a message. Saya dengan senang hati akan berbicara dengan Anda. Feelings aren't good or bad or right or wrong, they're just feelings. 

Semoga bermanfaat.

By: Silvia Yang Dinata

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1435 Silvia Yang Dinata

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Lahiran Normal vs Sesar

Apa perbedaan melahirkan dengan normal dan sesar? Yuk simak pengalaman Mom Jenny

Ibu Menyusui Sering Haus, Mengapa Begitu?

Saat menyusui Moms sering mengalami haus yang berlebihan. Wajarkah hal ini terjadi? Mari temukan jawabannya berikut ini.

Mastitis-Abses Sembuh Tanpa Obat Kimia

Apakah Moms adalah penderita mastisis? Moms, yuk simak pengalaman Mom Riri berikut dalam mengatasi mastitis yang Ia alami.

Babyo Talk with Mom Jovanzka Mengenai Kehamilan dan Baby Blues

Yuk simak cerita dari Mom Jovanzka seputar kehamilan dan baby blues serta bagaimana ia mengatasinya.

Manfaat Bertelanjang Kaki Pada Bayi

Tahukah Moms, Si Kecil dibiasakan bertelanjang kaki jauh lebih baik daripada beralas kaki, Kenapa?

Baby-O-Talk With Doctor and Mom, Nurul Hidayati

Apa rahasia Mom sekaligus Dokter Nurul menjalani kehidupannya sebagai ibu dan juga dokter umum? Bagaimana cara beliau membagi waktu? Yuk, simak [...]

Baby-O-Talk With Working Mom, Michelle Gouw

Menjadi seorang ibu adalah tanggung jawab yang besar apalagi di iringi dengan bekerja. Yuk, simak cerita dari Mom Michelle Gouw berikut ini.

Baby-O-Talk With Mom Tita Seputar Pengalaman Menjadi Seorang Ibu

Mom adalah pekerjaan yang tidak mudah, mari kita simak pengalaman Mom Tita menjadi seorang ibu.

Baby-O-Talk With Mom Adhitya Seputar Stimulasi Kandungan

Adhitya Putri memiliki cara tersendiri untuk menstimulasi kandungannya, seperti apakah itu?

Babyo Talk With Mom Jessica Forrester Seputar Stimulasi Kandungan

Stimulasi ternyata juga penting bagi ibu yang sedang hamil. Yuk Moms, mari kita simak pendapat Mom Jessica Forrester mengenai Stimulasi berikut ini.

Baby-O-Talk with Mom Gisel Seputar Vaksin

Vaksinasi ternyata juga penting bagi ibu yang akan hamil. Yuk Moms, mari kita simak pendapat Mom Gisel mengenai vaksin!

Baby-O-Talk with Mom Silvia Seputar Vaksin

Vaksinasi ternyata juga penting bagi ibu yang akan hamil. Yuk Moms, mari kita simak pendapat Mom Silvia mengenai vaksin! Yuk, disimak.

Baby-O-Talk with Mom Lina Seputar Menyusui

Pembahasan mengenai menyusui tidak ada habisnya. Kali ini, Babyologist bertanya-tanya kepada Mom Lina seputar menyusui.

Mama Takut Menyusui Anak?

Bayi tidak bisa menyusu? Emang ada? Ini yang dialami oleh Mom Marlisa dan Baby Eegan. Mari simak ceritanya berikut ini.

Jaga Sendiri or Pakai Suster?

Mom Michelle Gouw berbagi cerita dan suka duka selama masa kehamilan dan merawat bayi dengan bantuan suster. Yuk simak bersama.

Kenapa Anak Mimisan?

Kenapa anak bisa mimisan? Apa yang sebaiknya dilakukan ketika anak mimisan? Berikut pengalaman dari Mom Sherlly.

Strawberry Hemangioma Awareness

Strawberry Hemangioma? Apa itu? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hemangioma? Mari simak cerita dari Mom Tita.

Baking Bersama Kathleen

Baking bersama di dapur bisa menjadi kegiatan yang educative dan fun loh Moms! Yuk simak cerita Mom Sarah berikut ini.

Steps to Recovery After Miscarriage

Bagi pasangan yang mengharapkan seorang anak, keguguran merupakan kesedihan yang sangat mendalam. Berikut cerita dari Mom Ricka.

Hamil 9 Bulan Cuma Naik 10kg Normalkah?

Apakah ibu hamil harus identik dengan gemuk? Bagaimana dengan ibu hamil yang hanya mengalami sedikit kenaikan berat badan?