DAILY FEED

Resep Dadar Gulung Kentang, Tofu, dan Keju Mom Rika Resep Dadar Gulung Kentang, Tofu, dan Keju Mom Rika
15 Feb '19

Traveling Asyik Membawa Bayi ala Mom Devina Traveling Asyik Membawa Bayi ala Mom Devina
15 Feb '19

Menidurkan Anak Tanpa Gendong Ala Mom Yunni Intan Menidurkan Anak Tanpa Gendong Ala Mom Yunni Intan
15 Feb '19

Review Bantal Anti Peyang ClevaMama by Mom Prianka Iradati Review Bantal Anti Peyang ClevaMama by Mom Prianka Iradati
15 Feb '19

Review NaÏf Care Ala Mom Editha Aldillasari Review NaÏf Care Ala Mom Editha Aldillasari
15 Feb '19

Apa yang Perlu Disiapkan Ketika Memakai Hospital Grade Breastpump Di RS? Apa yang Perlu Disiapkan Ketika Memakai Hospital Grade Breastpump Di RS?
15 Feb '19

Tips Segera Hamil Setelah Menikah Tips Segera Hamil Setelah Menikah
15 Feb '19

Perbedaan Spectra S2 Plus (Hospital Grade) dan Spectra 9+ (Portable Grade) Perbedaan Spectra S2 Plus (Hospital Grade) dan Spectra 9+ (Portable Grade)
15 Feb '19

Apa Saja Tanda-Tanda Awal Kehamilan? Apa Saja Tanda-Tanda Awal Kehamilan?
15 Feb '19

Babyo Review: Naif Baby Cleansing Wash Gel & Baby Nourishing Shampoo Babyo Review: Naif Baby Cleansing Wash Gel & Baby Nourishing Shampoo
15 Feb '19

Spaghetti Puding Biskuit Spaghetti Puding Biskuit
15 Feb '19

Seberapa Penting Pompa ASI untuk Full Time Mom? Seberapa Penting Pompa ASI untuk Full Time Mom?
15 Feb '19

Babyo Review Nutribaby+, Cara Cegah Gestational Diabetes Babyo Review Nutribaby+, Cara Cegah Gestational Diabetes
15 Feb '19

Penyebab Sembelit pada Bayi Penyebab Sembelit pada Bayi
15 Feb '19

Persamaan dan Perbedaan Pompa ASI Portable Spectra Berbagai Tipe Persamaan dan Perbedaan Pompa ASI Portable Spectra Berbagai Tipe
15 Feb '19

Susu Kedelai Dapat Memperlancar ASI Lho Susu Kedelai Dapat Memperlancar ASI Lho
15 Feb '19

Keracunan, Flu Atau Hamil? Keracunan, Flu Atau Hamil?
15 Feb '19

Ikan Gurame Kuah Kuning (14 M+) Ikan Gurame Kuah Kuning (14 M+)
15 Feb '19

Babyo Review Malish Aire Wide Neck Feeding Bottle & Nipple Babyo Review Malish Aire Wide Neck Feeding Bottle & Nipple
15 Feb '19

Perbedaan Pompa ASI Hospital Grade & Portable Perbedaan Pompa ASI Hospital Grade & Portable
15 Feb '19

Amankah Mengonsumsi Pil KB Saat Menyusui? Amankah Mengonsumsi Pil KB Saat Menyusui?
15 Feb '19

Working Mom: Pakai Hospital Grade Breastpump atau Portable Breastpump? Working Mom: Pakai Hospital Grade Breastpump atau Portable Breastpump?
15 Feb '19

Buds Organic Calming Rub Teman si Kecil Dikala Kembung dan Susah BAB Buds Organic Calming Rub Teman si Kecil Dikala Kembung dan Susah BAB
15 Feb '19

Pumping Efektif dengan Medela Portable Pump Pumping Efektif dengan Medela Portable Pump
15 Feb '19

Review Stroller Greentom by Mom Editha Review Stroller Greentom by Mom Editha
15 Feb '19

Naif Baby: Solusi Masalah Kulit Sensitif si Kecil Naif Baby: Solusi Masalah Kulit Sensitif si Kecil
14 Feb '19

Review NaÏf Woman : Skincare Mahal dengan Kualitas Maximal Review NaÏf Woman : Skincare Mahal dengan Kualitas Maximal
14 Feb '19

Review Trilogy Certified Organic Rosehip Oil by Mom Fenni Jahja Review Trilogy Certified Organic Rosehip Oil by Mom Fenni Jahja
14 Feb '19

Review Naif Women for Moms Review Naif Women for Moms
14 Feb '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Mengembangkan Skill Komunikasi si Kecil

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  26 Oct '18

Banyak balita suka berbicara – bahkan yang tidak tahu banyak kata sekalipun. Tidak hanya suatu hal yang menyenangkan untuk mereka, berbicara juga membantu mengembangkan keterampilan komunikasi mereka. Jadi, bagaimana Anda bisa melibatkan si Kecil dalam percakapan? Moms bisa mencoba tips-tips berikut ini.

  • Ajak si Kecil mengingat apa saja yang telah dilakukan sepanjang hari
    Bagi balita, setiap hari adalah petualangan. Mengikuti kegiatan Moms saat membeli apel, mencuci mobil, atau menyiram tanaman bisa menjadi bahan obrolan yang bagus. Setiap malam sebelum tidur, bicarakan kembali berbagai kegiatan yang telah dilakukan seharian itu. Jika anak Anda masih berbicara dengan satu atau dua kata, coba lontarkan pertanyaan yang sangat spesifik agar ia bisa menjelaskan secara rinci. Katakanlah si Kecil memberi tahu Moms bahwa dia pergi ke taman bermain. Tanyalah, "Siapa yang mengajak kamu ke sana? Kamu bermain dengan siapa? Mainan apa yang paling kamu suka?". Cobalah untuk membingkai pertanyaan Moms sehingga mereka butuh menjelaskan lebih dari sekadar jawaban ya atau tidak. Me-review ulang aktivitas sepanjang hari dapat sangat membantu bagi orang tua yang menitipkan anak-anaknya di tempat penitipan anak (daycare) karena membantu dalam memahami berbagai aktivitasnya.

  • Berikan jeda selama waktu membacakan cerita
    Setelah membacakan dongeng yang sama berkali-kali, jangan terkejut jika si Kecil sudah hafal dengan kisah tersebut. Ikuti cara berikut agar kemampuan verbalnya semakin berkembang. Mulailah bacakan suatu kisah favoritnya, lalu berikan jeda sesekali agar dia dapat melanjutkan bagian yang belum diceritakan. Ingatkan dia jika perlu dan minta dia mengulangi apa yang Moms ucapkan. Setiap kali membaca buku, berhentilah di bagian yang berbeda dalam cerita itu sehingga ia dapat mencoba pelafalan kata-kata baru.

  • Mainkan permainan kata
    Berbicara jauh lebih menarik ketika dibuat menjadi permainan. Balita yang lebih kecil akan menyukai permainan yang disebut "Apa ini?". Ketika Moms berada di lingkungan baru seperti kafe, bandara atau pasar, tunjuklah sesuatu dan tanyakan, "Apa ini?" Tantang anak Anda untuk menyebutkan nama yang benar. Agar dia tidak bingung, mulailah dengan beberapa objek seperti kucing, kue, atau objek yang Anda yakin dia pasti tahu. Setiap beberapa saat kemudian, selipkan dengan kata baru. Jika dia tidak tahu, bisikkan jawabannya dan biarkan dia mengucapkannya. Lalu, beri tahu dia apa objeknya dan bagaimana fungsinya. Misalnya, "Itu payung. Kita menggunakan payung untuk menahan hujan tidak sampai mengenai kepala."

    Anak yang lebih tua akan menyukai permainan yang sedikit lebih rumit yang disebut "Apa yang terjadi selanjutnya?" Mulailah ceritakan si Kecil sebuah kisah, dan ketika alur semakin rumit, mintalah dia untuk memberi tahu Moms bagaimana akhir dari kisah itu. Jika ia belum cukup mampu untuk menyelesaikannya secara rinci, Moms bisa membantunya dengan menanyakan beberapa pertanyaan kunci seperti, "Menurutmu, doggie-nya kabur atau tidak?" Jika jawabannya sesuai dengan arah alur cerita, coba tanyakan lebih detail, "Kira-kira doggie-nya lari ke mana ya?" dan pertanyaan lainnya.

  • Ngobrol di telepon
    Sebagian besar anak-anak memiliki daya tarik terhadap telepon jauh sebelum mereka dapat berbicara. Gunakan daya pikat itu untuk memancing dia berbicara. Ketika teman dan keluarga menelepon untuk menyapa, berikan telepon itu kepada anak Anda selama beberapa saat. Tanpa petunjuk visual untuk membantu, ia akan 'dipaksa' untuk mengasah pelafalannya. Ketika dia mulai frustrasi, ada baiknya Moms menerjemahkannya. Minta si penelepon mengajukan pertanyaan sederhana. Jika dia tidak mau menjawabnya, bujuk dia dengan beberapa pertanyaan Anda sendiri. Misalnya, "Coba cerita ke Nenek apa yang kamu makan tadi siang" atau "Kamu sudah main apa saja hari ini?"

  • Libatkan dia dalam diskusi 
    Jangan berasumsi bahwa semua percakapan orang dewasa tidak akan membuatnya mengerti. Anak Anda mengerti lebih dari yang Anda bayangkan. Jika Moms dan pasangan mencoba memutuskan warna untuk mengecat kamar mandi misalnya, berikan pertanyaan terkait kepada si Kecil. ("Apa warna dinding kamar mandi itu? Warna apa yang harus kita cat di dinding kamar mandi?") Bahkan jika Anda memutuskan warna yang berbeda dari apa yang dia katakan, setidaknya ia telah diberi kesempatan untuk memberikan pendapatnya.

  • Rekam dia di video
    Sebagian besar anak suka tampil di depan kamera. Nyalakan kamera, katakan "Action!," dan lihat bagaimana reaksi anak Anda. Beberapa anak tidak membutuhkan dorongan sama sekali dan akan segera berpose/berakting. Beberapa anak lain mungkin membutuhkan sedikit arahan panggung. Jika si Kecil memiliki lagu favorit, minta dia untuk menampilkannya. Ajukan serangkaian pertanyaan, seperti gaya wawancara di TV. Agar dia tertarik, langsung putar kembali videonya. Begitu dia melihat dan mendengar dirinya sendiri, dia akan lebih bersemangat untuk mengulangi penampilannya.

Semoga bermanfaat.

By: Fransisca Graciela

1050 Fransisca Graciela Send Message to Writer

Related Stories