DAILY FEED

Review by Mom Vivian: Visiofocus 6400, Non-Contact Thermometer Review by Mom Vivian: Visiofocus 6400, Non-Contact Thermometer
20 Apr '19

Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga Tips Mengatasi LDR yang Tak Terduga
16 Apr '19

Kapankah Saat yang Tepat untuk Me Time di Dalam Rumah? Kapankah Saat yang Tepat untuk Me Time di Dalam Rumah?
20 Apr '19

Resep Aneka Kaldu Resep Aneka Kaldu
20 Apr '19

Botox and Filler saat Hamil? Not Recommended! Botox and Filler saat Hamil? Not Recommended!
20 Apr '19

Bekal Praktis dengan OmieBox Bekal Praktis dengan OmieBox
13 Apr '19

Apa Sih Rahasia Clai Bisa Tumbuh Menjadi Anak Ceria? Apa Sih Rahasia Clai Bisa Tumbuh Menjadi Anak Ceria?
20 Apr '19

Sensory Class, Sekolah untuk Bayi Ternyata Penting Loh! Sensory Class, Sekolah untuk Bayi Ternyata Penting Loh!
20 Apr '19

Sukses Menyapih dalam 3 Hari Sukses Menyapih dalam 3 Hari
20 Apr '19

Menyusui si Kecil saat Traveling dengan Nursing Apron Baby Loop Menyusui si Kecil saat Traveling dengan Nursing Apron Baby Loop
12 Apr '19

Kreasi Resep Silky Pudding Promina Kreasi Resep Silky Pudding Promina
20 Apr '19

Tips Terbang Bersama Bayi yang Kolik Tips Terbang Bersama Bayi yang Kolik
20 Apr '19

Tips Mengatur Keuangan Keluarga Tips Mengatur Keuangan Keluarga
20 Apr '19

Jangan Salah Memilih Selimut! Jangan Salah Memilih Selimut!
11 Apr '19

Nasi Tim Daging Giling Nasi Tim Daging Giling
20 Apr '19

Tekanan Darah Tinggi Menjelang Persalinan Tekanan Darah Tinggi Menjelang Persalinan
20 Apr '19

Pilih Perawatan Alami daripada Botox dan Filler saat Hamil Pilih Perawatan Alami daripada Botox dan Filler saat Hamil
20 Apr '19

Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum
09 Apr '19

Pernikahan Tetap Romantis meski Terpaut Usia yang Jauh Pernikahan Tetap Romantis meski Terpaut Usia yang Jauh
20 Apr '19

Bubur Kacang Hijau Saus Susu Bubur Kacang Hijau Saus Susu
20 Apr '19

Si Kecil Suka Merobek Tissue atau Kertas? Jangan Dilarang Moms! Si Kecil Suka Merobek Tissue atau Kertas? Jangan Dilarang Moms!
20 Apr '19

Melahirkan Normal dengan Induksi Melahirkan Normal dengan Induksi
20 Apr '19

Soy Pudding Saus Kurma Soy Pudding Saus Kurma
20 Apr '19

Hindari Mengucapkan 5 Kalimat Ini Saat Istri Sedang Hamil! Hindari Mengucapkan 5 Kalimat Ini Saat Istri Sedang Hamil!
19 Apr '19

Semua Akan Terjawab Di Waktu yang Tepat Semua Akan Terjawab Di Waktu yang Tepat
19 Apr '19

Review Jack n Jill Toothpaste Banana Flavour by Mom Deborah Review Jack n Jill Toothpaste Banana Flavour by Mom Deborah
19 Apr '19

Ajak si Kecil Ke Pantai Yuk Moms Ajak si Kecil Ke Pantai Yuk Moms
19 Apr '19

Tips Manajemen ASIP untuk Ibu Pekerja ala Mom Anggraini Tips Manajemen ASIP untuk Ibu Pekerja ala Mom Anggraini
19 Apr '19

Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3? Apa yang Dirasakan Saat Hamil Memasuki Trimester 3?
19 Apr '19

Perlukah Mencuci Stroller dan Car Seat? Perlukah Mencuci Stroller dan Car Seat?
19 Apr '19

Perjalananku Bertemu si Kecil Perjalananku Bertemu si Kecil
19 Apr '19

Hemat Uang Belanja Dengan Redeem Point Di Babyologist Hemat Uang Belanja Dengan Redeem Point Di Babyologist
19 Apr '19

Pentingnya Mengajak Bayi Ngobrol Sejak Dalam Kandungan Pentingnya Mengajak Bayi Ngobrol Sejak Dalam Kandungan
19 Apr '19

Jenis Mainan yang Aman untuk Bayi Jenis Mainan yang Aman untuk Bayi
19 Apr '19

Sembuh Saat Keputihan dengan Air Rebusan Daun Sirih Sembuh Saat Keputihan dengan Air Rebusan Daun Sirih
19 Apr '19

READ MORE

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Mengembangkan Skill Komunikasi si Kecil

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  26 Oct '18

Banyak balita suka berbicara – bahkan yang tidak tahu banyak kata sekalipun. Tidak hanya suatu hal yang menyenangkan untuk mereka, berbicara juga membantu mengembangkan keterampilan komunikasi mereka. Jadi, bagaimana Anda bisa melibatkan si Kecil dalam percakapan? Moms bisa mencoba tips-tips berikut ini.

  • Ajak si Kecil mengingat apa saja yang telah dilakukan sepanjang hari
    Bagi balita, setiap hari adalah petualangan. Mengikuti kegiatan Moms saat membeli apel, mencuci mobil, atau menyiram tanaman bisa menjadi bahan obrolan yang bagus. Setiap malam sebelum tidur, bicarakan kembali berbagai kegiatan yang telah dilakukan seharian itu. Jika anak Anda masih berbicara dengan satu atau dua kata, coba lontarkan pertanyaan yang sangat spesifik agar ia bisa menjelaskan secara rinci. Katakanlah si Kecil memberi tahu Moms bahwa dia pergi ke taman bermain. Tanyalah, "Siapa yang mengajak kamu ke sana? Kamu bermain dengan siapa? Mainan apa yang paling kamu suka?". Cobalah untuk membingkai pertanyaan Moms sehingga mereka butuh menjelaskan lebih dari sekadar jawaban ya atau tidak. Me-review ulang aktivitas sepanjang hari dapat sangat membantu bagi orang tua yang menitipkan anak-anaknya di tempat penitipan anak (daycare) karena membantu dalam memahami berbagai aktivitasnya.

  • Berikan jeda selama waktu membacakan cerita
    Setelah membacakan dongeng yang sama berkali-kali, jangan terkejut jika si Kecil sudah hafal dengan kisah tersebut. Ikuti cara berikut agar kemampuan verbalnya semakin berkembang. Mulailah bacakan suatu kisah favoritnya, lalu berikan jeda sesekali agar dia dapat melanjutkan bagian yang belum diceritakan. Ingatkan dia jika perlu dan minta dia mengulangi apa yang Moms ucapkan. Setiap kali membaca buku, berhentilah di bagian yang berbeda dalam cerita itu sehingga ia dapat mencoba pelafalan kata-kata baru.

  • Mainkan permainan kata
    Berbicara jauh lebih menarik ketika dibuat menjadi permainan. Balita yang lebih kecil akan menyukai permainan yang disebut "Apa ini?". Ketika Moms berada di lingkungan baru seperti kafe, bandara atau pasar, tunjuklah sesuatu dan tanyakan, "Apa ini?" Tantang anak Anda untuk menyebutkan nama yang benar. Agar dia tidak bingung, mulailah dengan beberapa objek seperti kucing, kue, atau objek yang Anda yakin dia pasti tahu. Setiap beberapa saat kemudian, selipkan dengan kata baru. Jika dia tidak tahu, bisikkan jawabannya dan biarkan dia mengucapkannya. Lalu, beri tahu dia apa objeknya dan bagaimana fungsinya. Misalnya, "Itu payung. Kita menggunakan payung untuk menahan hujan tidak sampai mengenai kepala."

    Anak yang lebih tua akan menyukai permainan yang sedikit lebih rumit yang disebut "Apa yang terjadi selanjutnya?" Mulailah ceritakan si Kecil sebuah kisah, dan ketika alur semakin rumit, mintalah dia untuk memberi tahu Moms bagaimana akhir dari kisah itu. Jika ia belum cukup mampu untuk menyelesaikannya secara rinci, Moms bisa membantunya dengan menanyakan beberapa pertanyaan kunci seperti, "Menurutmu, doggie-nya kabur atau tidak?" Jika jawabannya sesuai dengan arah alur cerita, coba tanyakan lebih detail, "Kira-kira doggie-nya lari ke mana ya?" dan pertanyaan lainnya.

  • Ngobrol di telepon
    Sebagian besar anak-anak memiliki daya tarik terhadap telepon jauh sebelum mereka dapat berbicara. Gunakan daya pikat itu untuk memancing dia berbicara. Ketika teman dan keluarga menelepon untuk menyapa, berikan telepon itu kepada anak Anda selama beberapa saat. Tanpa petunjuk visual untuk membantu, ia akan 'dipaksa' untuk mengasah pelafalannya. Ketika dia mulai frustrasi, ada baiknya Moms menerjemahkannya. Minta si penelepon mengajukan pertanyaan sederhana. Jika dia tidak mau menjawabnya, bujuk dia dengan beberapa pertanyaan Anda sendiri. Misalnya, "Coba cerita ke Nenek apa yang kamu makan tadi siang" atau "Kamu sudah main apa saja hari ini?"

  • Libatkan dia dalam diskusi 
    Jangan berasumsi bahwa semua percakapan orang dewasa tidak akan membuatnya mengerti. Anak Anda mengerti lebih dari yang Anda bayangkan. Jika Moms dan pasangan mencoba memutuskan warna untuk mengecat kamar mandi misalnya, berikan pertanyaan terkait kepada si Kecil. ("Apa warna dinding kamar mandi itu? Warna apa yang harus kita cat di dinding kamar mandi?") Bahkan jika Anda memutuskan warna yang berbeda dari apa yang dia katakan, setidaknya ia telah diberi kesempatan untuk memberikan pendapatnya.

  • Rekam dia di video
    Sebagian besar anak suka tampil di depan kamera. Nyalakan kamera, katakan "Action!," dan lihat bagaimana reaksi anak Anda. Beberapa anak tidak membutuhkan dorongan sama sekali dan akan segera berpose/berakting. Beberapa anak lain mungkin membutuhkan sedikit arahan panggung. Jika si Kecil memiliki lagu favorit, minta dia untuk menampilkannya. Ajukan serangkaian pertanyaan, seperti gaya wawancara di TV. Agar dia tertarik, langsung putar kembali videonya. Begitu dia melihat dan mendengar dirinya sendiri, dia akan lebih bersemangat untuk mengulangi penampilannya.

Semoga bermanfaat.

By: Fransisca Graciela

1100 Fransisca Graciela Send Message to Writer

Related Stories