Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Mengatasi Kolik pada si Kecil

FEEDING  |  31 Mar '20


Seorang bayi memang belum bisa mengungkapkan apa yang dia inginkan atau rasakan dengan kata-kata. Seringkali, saat si Kecil kewalahan, dia akan menangis. Tangisan seorang bayi tentunya merupakan hal yang akan lumrah Moms temui sehari-hari. Namun, apabila tangisan ini berlangsung terus-menerus tanpa henti padahal Moms telah berusaha menenangkannya, bisa jadi dia mengalami gejala kolik.

Kolik adalah kondisi yang terjadi pada bayi sehat yang menangis tiada henti selama lebih dari 3 jam sehari setidaknya 3 hari seminggu selama lebih dari 3 minggu. Bayi yang rewel, mengepalkan tangannya ketika menangis, meringkukkan kaki, menangis kesakitan, dan kemerahan saat menangis adalah bayi yang menunjukkan tanda-tanda kolik.

Gejala-gejala kolik dapat muncul beberapa minggu setelah si Kecil lahir dan mencapai puncaknya saat usianya 4-6 minggu. Pada umumnya, gejala kolik akan mereda dengan sendirinya ketika si Kecil berusia 4 bulan.[1]  

Meskipun kolik adalah suatu hal yang normal, terkadang penyebabnya sulit diketahui bahkan tidak jelas. Tak heran bila banyak orang tua baru merasa stres mengatasi anak-anak mereka yang sedang kolik. Apabila ini berlangsung berkepanjangan, akan berdampak pada orang tua yang kelelahan dan frustrasi.

Agar aktivitas Moms dan si Kecil kembali lancar dan menyenangkan, Moms dapat mencoba tips-tips berikut untuk meredakan kolik si Kecil: [2]

1. Ganti botol susu biasa dengan botol susu anti kolik

Gunakan botol khusus yang didesain untuk mengurangi gas yang dapat masuk ke perut si Kecil saat dia minum susu. Moms juga dapat melengkapi botol susu anti kolik dengan nipple khusus anti kolik. Nipple seperti itu biasanya memiliki lubang yang lebih kecil daripada nipple biasa. Dudukkan dia ketika dia makan untuk mencegahnya menelan udara. Setelah dia makan, jangan lupa untuk membuatnya bersendawa sehingga udara yang telanjur masuk ke perut dapat keluar.

2. Ajak dia berjalan-jalan

Gerakan teratur membantu meredakan tangisan bayi. Oleh karena itu, ajak si Kecil berjalan-jalan meskipun hanya berputar-putar di dalam rumah apabila tidak memungkinkan keluar ruangan. Moms juga bisa menempatkannya di ayunan atau stroller. Jika memang tidak mempan, barulah Moms perlu membawanya keluar ruangan naik kendaraan bermotor. Ingatlah selalu untuk berkendara dalam keadaan fit, ya, Moms.

3. Perdengarkan suara-suara yang menenangkan

Suara-suara yang timbul dari kipas angin, penyedot debu, dan pengering baju dapat menenangkan bayi yang menangis. Suara-suara dengungan tersebut disebut white noise. Moms juga dapat memutarkan musik klasik di samping tempat tidurnya agar dia dapat tidur lebih nyenyak.

4. Hindarkan si Kecil dari hal-hal yang membuatnya kewalahan

Stimulasi berlebihan dapat membuat si Kecil kolik. Maka dari itu, hindarkan dia dari cahaya terang serta suara keras dan berisik. Pijat dia dengan lembut, rendam dia dalam air hangat, baringkan dia di tempat yang sunyi, dan usap punggungnya perlahan agar dia tenang.

5. Perkenalkan bakteri baik kepada si Kecil dalam bentuk nutrisi probiotik

Problem kolik pada bayi bisa saja disebabkan karena sistem pencernaannya belum berfungsi secara optimal. Nestle Nutrition Institute[3] mengklasifikasikan kolik sebagai salah satu bentuk dari irritable bowel syndrome (IBS) pada bayi.

Untuk mencari tahu cara meringankan kolik, beberapa penelitian telah dilakukan sejumlah institusi. Salah satunya adalah dengan memberikan probiotik kepada para bayi yang mengalami kolik dan meneliti dampaknya pada lamanya waktu mereka menangis.

Probiotik adalah bakteri baik yang membantu mengoptimalkan kinerja sistem pencernaan. Pada orang dewasa, konsumsi bakteri baik diketahui telah meringankan gejala regurgitasi dan sembelit. Sementara pada bayi, probiotik terutama Lactobacillus reuteri terbukti telah berhasil mengurangi waktu tangisan saat si Kecil kolik.

Flavia Indrio, profesor Pediatri di Aldo Moro University di Bari, Italia, mengatakan bahwa para bayi kolik yang diberi probiotik berbentuk lima tetes larutan yang mengandung Lactobacillus reuteri menangis selama rata-rata 38 menit per hari, jauh lebih singkat dibandingkan dengan bayi yang hanya diberi placebo yaitu 71 menit per hari. Penelitian yang diterbitkan di JAMA Pediatrics tersebut melibatkan 589 bayi sehat dan berlangsung selama 90 hari pertama kehidupan mereka.

Tidak hanya mengurangi gejala menangis berkepanjangan, pemberian probiotik Lactobacillus reuteri juga berdampak positif pada bayi-bayi tersebut karena mereka mengalami gumoh dan sembelit yang lebih jarang daripada sebelumnya. Pencernaan mereka lebih lancar dibuktikan dengan pergerakan usus yang lebih baik.

Pemberian probiotik sangat direkomendasikan oleh profesor Bruno Chumpitazi yang bertugas di departemen pediatrik di Baylor College of Medicine di Houston, Amerika Serikat. Indrio lebih lanjut mengatakan bahwa pencegahan gangguan pencernaan sejak awal pada bayi akan meringankan risiko kemungkinan gangguan pencernaan lain saat usianya bertambah.

Nah, Moms, itulah 5 tips mengatasi kolik pada si Kecil. Agar kesehatan pencernaan si Kecil terus terjaga dengan baik, pelajari juga Mengenal Bakteri Baik untuk Tumbuh Kembang si Kecil dan 5 Makanan Cegah si Kecil Konstipasi ya Moms!

[1]https://familydoctor.org/condition/colic/

[2]https://www.webmd.com/parenting/baby/colic-treatments#1

[3]https://www.nestlenutrition-institute.org/country/id/berita/article/2014/07/02/probiotik-yang-diberikan-pada-bayi-baru-lahir-dapat-membantu-mencegah-kolik

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4103 Nestle Lactogrow

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Perbedaan Susu Sapi, Susu Soya, dan Formula Soya

Apa bedanya susu sapi, susu soya dan formula soya? Yuk simak berikut ini.

Kastengel Keju Wajan

Siapa yang suka kastengel? Coba resep anti gagal berikut ini yuk!

Traditional Weaning vs Baby Led Weaning (BLW)

Memasuki tahap MPASI, apakah Moms bingung menentukan metode traditional weaning atau baby-led weaning? Simak berikut ini yuk!

Camilan Keluarga : Cireng isi Keju

Ketika #dirumahaja, bawaanya jadi pengen ngemil mulu ga sih Moms? Bikin sendiri yuk cireng isi keju. Ini resepnya.

Yuk! Cegah si Kecil Sakit Mulai dari Peralatan Makannya

Masuk diusia Zayn yg ke 1 tahun, pertama kali nya aku coba memberikan dia Sufor.

Nasi Goreng Salmon ala MamaUna

Dikarenakan BabyU sudah genap setahun, MamaUna mau coba kasih makanan masakan rumah, biar papa nya juga kebagian 🤪 hehehe. Nasi Goreng jadi sa [...]

4 Komposisi Penting ASI Booster untuk Keberhasilan ASI Eksklusif

Ternyata, peran ASI Booster sebagai penunjang keberhASIlan ASI eksklusif sangatlah penting.

Akhirnya Ku Menemukan Jodoh Botolku

Mencari botol susu yang cocok untuk si Kecil itu ternyata seperti memilih jodoh! Yuk simak berikut ini.

Creamy Cheesy Chicken Liver, MPASI yang Kaya akan Zat Besi

Hati ayam merupakan salah satu sumber zat besi yang baik bagi bayi.

Tips Menjaga Kadar Vitamin dalam ASI

Saat ASI sudah dipompa, ASI dapat segera didinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.

10 Finger Foods Kesukaan Si Kecil

Finger foods atau camilan yang dapat dimakan sendiri oleh si Kecil dapat mengurangi rasa laparnya di antara jam makan

Tips Memberikan Snack Sehat untuk Gigi pada Si Kecil

Berikut tips memberikan snack sehat untuk camilan si Kecil. Yuk simak Moms

Resep MPASI Beef Rolade

Menu favorit Kenneth, baru pertama kali coba dan berhasil! Ini anti gagal loh Moms. Selamat mencoba.

Onion Rings Bisa Jadi Snack untuk si Kecil

Onion rings mudah dibuat dan juga bisa dipakai untuk jadi cemilan si Kecil disaat senggang loh Moms!

Oats, Menu Andalan si Kecil

Jangan lupa variasikan menu makanan si Kecil agar tidak bosan dan tetap nafsu makan ya Moms! Simak resep berikut.

Resep Tahu Daging Cincang

Apakah si Kecil sudah berusia 20 bulan? Yuk, variasikan menu MPASI dengan coba resep tahu daging cincang ala mom Arlina.

Ikan Tuna Orak Arik Telur

Menu ini bukan hanya menjadi andalan si kecil loh Moms tapi semua anggota keluarga juga suka. Mari dicoba resepnya.

Menu MPASI: Chicken Rice Singapore

Apakah Moms sedang mencoba untuk menaikkan berat badan si Kecil? Resep chicken rice singapore ini cocok loh!

Nasi Brokoli Udang

Apakah Moms sedang mencari resep yang bergizi namun mudah dibuat? Cocok untuk si Kecil yang menyukai menu seafood.

Resep MPASI Chawan Mushi (12m+)

Apakah si Kecil sudah berusia 1 tahun Moms? Mungkin resep ini bisa dicoba. Isinya bisa divariasikan loh!