Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Mengatasi Kebiasaan Membandingkan Anak

BABY  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  11 Jan '20


Kadang kala sebagai orang tua, tanpa sadar kita suka membanding-bandingkan anak dengan saudaranya atau anak lain. Entah itu berat badan dan perkembangan yang dicapai bila anak kita masih balita, atau nilai pelajaran, skill serta sifat anak ketika ia di usia sekolah. Biasanya orang tua membandingkan karena pertumbuhan dan perkembangan anak belum sesuai harapan atau orang tua ingin memotivasi anak, namun kerap kali hal tersebut tanpa sadar berdampak negatif pada keluarga, terutama pada anak secara karakter dan terbawa hingga dewasa.

Dampaknya apa?

Anak merasa dihargai bila pencapaiannya lebih baik dari anak lain. Efeknya anak jadi berambisi dan cenderung sombong ketika pencapaiannya melebihi orang lain, atau sebaliknya anak jadi minder, rendah diri, pesimis dan merasa tertekan. Perasaan tertekan ini seringkali muncul dengan gejala anak sulit tidur dan sakit secara fisik.

Dengan membanding-bandingkan, hubungan keluarga juga menjadi tidak baik. Anak jadi tidak nyaman dan cuek dengan orang tua, serta dapat terjadi rasa iri antar saudara. Orang tua juga merasa stres karena merasa tidak sebaik orang tua lain.

Lalu bagaimana tips untuk mengubah pola asuh membanding-bandingkan?

- Yang pertama, ingatlah bahwa setiap anak diciptakan dengan keunikan masing-masing dan diberikan keterampilan yang berbeda, serta cara belajar yang berbeda. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengenali keunikan anak-anak kita dan menolongnya agar berkembang.

- Kedua, mulailah untuk saling memberi apresiasi di dalam keluarga dan lakukan terus menerus hingga menjadi kebiasaan. Hal ini juga akan menular ke anak sehingga anak jadi mudah menghargai anggota keluarga dan orang lain. Anak juga mudah menerima masukan karena merasa dihargai. Apresiasi juga sangat efektif memotivasi anak untuk lebih maju lagi.

- Ketiga, dalam hal tertentu seperti tumbuh kembang anak, orang tua dapat membandingkan dengan standar umum yang sudah ditetapkan. Misalnya, untuk menilai pertumbuhan anak, dapat menggunakan WHO Child Growth Standards dan perkembangan anak dengan skala Denver.

- Terakhir, bila apa yang anak kerjakan belum sesuai dengan ekspektasi orang tua, bantulah anak dengan mencari tahu penyebabnya dan bersama-sama mencari solusi. Bila ternyata upaya yang dilakukan anak atau kemampuannya sudah maksimal, namun tidak mencapai apa yang kita harapkan, terimalah apa adanya.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

632 Funny Chandra

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Bonding Ayah dan si Kecil ala Keluarga Kami

Meskipun Suami saya bekerja hampir setiap hari, suami saya masih bisa mengatur waktu untuk bonding dengan Rubi.

Disiplin Positif sejak Dini

Usia emas si Kecil adalah kesempatan berharga untuk orang tua mengajarkan hal-hal positif baginya.

Tak Perlu Takut Menitipkan Anak di Daycare

Moms merupakan working mom? Jika ya ga ada salahnya menitipkan anak di daycare, dengan catatan sebagai berikut

Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini

Kegiatan apa saja yang bisa melatih kemandirian anak yang berusia 1 tahun?