Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Mengatasi Baby Blues ala Mom Missy

MY STORY  |  PARENTING  |  04 Oct '18


Pastinya istilah Baby Blues sudah tidak asing lagi ya Moms. Kebanyakan ibu sulit percaya mereka terkena baby blues sampai mereka benar-benar sadar sudah terkena baby blues, atau beruntungnya ketika mereka sudah melewatinya. Sebenarnya berbahayakah baby blues itu? Bisa jadi, kalau kita tidak sadar dan menganggap remeh.

Sewaktu menemani anak saya yang berusia 2-3 minggu untuk tidur siang sehabis menyusui, tiba-tiba saya menangis sesenggukan tanpa sebab. Rasanya sedih sekali sampai saya harus keluar kamar. Bahkan ketika saya sudah selesai menangis, saya mencoba mengingat-ingat kenapa saya menangis, dan saya tidak tahu alasannya. Hal ini berulang terus sampai kira-kira 2 minggu kemudian, umumnya terjadi waktu saya sendiri, misalnya sebelum tidur. Saya baru sadar, jangan-jangan saya terkena Baby Blues. So, bagaimana kita bisa mengatasi Baby Blues?

Cara Mengatasi Baby Blues

  1. Menerima dan Mengakui dengan Ikhlas
    Penerimaan itu penting, Moms! Bagaimana kita bisa mengatasi sesuatu kalau kita menolak untuk percaya? Hidup kita mendadak berubah dalam satu waktu, tiba-tiba rutinitas berubah. Yang tadinya kita bebas melakukan apa saja, sekarang kita harus memikirkan anak yang kelangsungan hidupnya bergantung pada kita. Walaupun sudah mempersiapkan diri selama 9 bulan, tetapi ternyata kita masih belum siap, dan ekspektasi bisa berbeda dari realitas. Tidak apa-apa, Moms. Akui saja dalam diri, “Okay, ini mungkin Baby BluesLet’s find a solution.” Ini adalah awal mula yang baik. Jangan anggap remeh, dan jangan sekadar berpikir bahwa ini berlebihan. 

  2. Tetap Jadi Diri Sendiri
    Moms, anak adalah segalanya bagi kita, tapi mereka bukan satu-satunya hal di muka bumi ini. Kita masih punya orang lain dan hal lain untuk diurus, dan lebih lagi, kita masih punya diri sendiri untuk diurus. Status berubah, tapi kita tetap diri kita sendiri. Saya kerap mengingatkan diri saya sendiri, “You are now a mom, but you are still you. You can still do things you love. Nothing changes.” Hanya karena kita seorang ibu, bukan berarti 24 jam kita harus menjadi seorang ibu dan hanya melakukan hal-hal yang terkait dengan motherhood. Kita bisa minta tolong suami atau orang tua untuk menggantikan peran kita sebentar, dan kita bisa mencari waktu untuk diri kita sendiri. Karena saya seorang introvert, sampai saat ini saya masih menyempatkan waktu untuk menyendiri, sekadar recharge energi, dan ketika saya merasa content dan happy, saya sangat gembira menjalani hari dengan anak dan suami.

  3. Tahu Batasan dan Prioritas
    Moms, tidak ada ibu yang tidak hebat. Memutuskan untuk hamil dan melahirkan saja sudah hebat, karena tidak ada yang bisa melakukan itu kecuali seorang ibu. Maka, bukan berarti jika kita tidak mampu mengerjakan semua hal, lantas kita kalah dengan ibu lainnya yang bisa mengerjakan semuanya sendirian. "Mereka bisa, masa saya tidak?" Menurut saya, ini keliru. Setiap orang ada batasan dan prioritas masing-masing. Tidak perlu berlomba, Moms. Masing-masing ibu punya perjuangan sendiri. Jika memang tidak bisa mengurus rumah dan anak dalam satu tangan, jangan lampaui batasan itu dan berakhir dengan menjadi temperamental kepada semua orang, termasuk anak dan suami sendiri. Jangan sakiti diri sendiri, Moms. Jangan menciptakan masalah besar hanya karena kita tidak mau menyelesaikan masalah kecil. Meminta bantuan itu sah-sah saja, Moms!

  4. Ikuti Kata Hati
    Semua orang bisa berpendapat. Tapi tidak berarti hanya karena seseorang pernah menjadi seorang ibu, lantas dia mengetahui betul perjuangan ibu lainnya. So Moms, kita bisa mendengar dan menerima pendapat orang, tetapi jangan lupakan kata hati kita sendiri. You know yourself and your child best. Kalau Moms tidak mau melakukan suatu hal karena ada alasan tertentu, selama alasan tersebut logis dan untuk kebaikan semuanya, pertahankan. Tapi jika ragu, berdiskusi dan bertanyalah, sehingga kita juga tidak gegabah dan salah langkah dalam memutuskan sesuatu. 

  5. Maafkan Diri Sendiri
    Semua ibu pernah menjadi ibu pertama kalinya. Bayi belajar, ibu juga belajar. Contoh, saya pernah lupa menyendawakan anak sehabis menyusui, karena saat itu tengah malam dan saya sudah terlalu mengantuk. Akhirnya dia tersedak dan sedikit muntah. Saya langsung merasa bodoh dan bersalah. Saya minta maaf terus-terusan kepada anak saya, tetapi kemudian saya juga mencoba menenangkan diri dan memaafkan diri saya sendiri. Saya salah, dan saya akan belajar. It’s okay to make mistakes, a mom is a human!

After all, baby blues itu bisa terjadi karena kita tidak siap untuk berubah dan menerima perubahan secara mendadak. Dengan menyiapkan hati, serta tetap "memprioritaskan" diri sendiri, kita akan bisa menerima dengan gembira perubahan yang terjadi dan menikmati dengan sungguh-sungguh perjalanan ini. Stay happy, Moms! 

Semoga bermanfaat.

By: Missy Melita

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1573 Missy Melita

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.