Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Gampang Menyapih Si Kecil

BABY  |  BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  25 Nov '20


Cepat atau lambat, Moms perlu menyapih si Kecil dari minum susu. Tidak ada pendekatan universal pasti untuk menyapih. Akan tetapi, beberapa pedoman berikut dapat Moms gunakan agar transisi dari menyusui ke makan makanan padat berjalan lancar.

 

Usia yang tepat untuk menyapih si Kecil

Karena menyapih merupakan tantangan yang cukup besar bagi orang tua, banyak dari mereka yang mencari cara menyapih paling optimal. Sebenarnya, tidak ada patokan pasti usia yang tepat untuk menyapih. Semua tergantung keputusan Moms dan kemampuan si Kecil.

Pada umumnya, para ahli menyarankan busui untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Setelah itu, si Kecil akan memasuki masa MPASI. Pemberian ASI sendiri masih bisa dilanjutkan hingga usianya 2 tahun. Akan tetapi, mungkin ada alasan-alasan tertentu yang menyebabkan Moms perlu menyapih si Kecil lebih awal, misal karena alasan kesehatan atau karena si Kecil telah menunjukkan tanda-tanda siap disapih seperti berikut.

 

Tanda-tanda si Kecil sudah siap disapih

  • Rewel ketika menyusu atau sudah tidak ingin menyusu
  • Tertarik ketika melihat orang lain makan dan membuka mulutnya
  • Sudah bisa duduk dengan kepala tegak dalam waktu lama
  • Mampu mengambil dan memasukkan makanan ke mulut
  • Berat badan si Kecil sudah mencapai 2 kali lipat dari berat lahirnya
  • Menarik atau menggigit payudara Moms ketika disusui
  • Menyusu hanya untuk mendapatkan rasa nyaman

 

Langkah-langkah yang bisa Moms lakukan untuk menyapih si Kecil

1.    Jangan menawarkan tetapi juga jangan menolak menyusui

Teknik sederhana “don’t offer, don’t refuse” ini dapat mempercepat proses menyapih jika dikombinasikan dengan metode lainnya. Ini tidak hanya bermanfaat bagi si Kecil tetapi juga untuk Moms. Bagi si Kecil, dia akan lebih mudah beradaptasi. Sementara itu, kuantitas ASI Moms juga bisa menurun secara bertahap sehingga terhindar dari risiko payudara nyeri dan bengkak.

2.    Ubahlah rutinitas harian

Sebisa mungkin hindari tempat-tempat yang biasa digunakan untuk menyusui seperti kursi menyusui di rumah Moms. Lewatkan jadwal menyusui secara bertahap agar si Kecil mudah menyesuaikan diri dengan kebiasaan barunya. Cara ini juga akan membantu produksi ASI Moms berkurang sedikit demi sedikit sehingga bisa terhindar dari kondisi seperti pembengkakan payudara dan mastitis.

3.    Persingkat sesi menyusui

Dengan mempersingkat waktu menyusui setiap sesi menyusui, si Kecil akan lama-kelamaan lepas dari kebiasaan ini. Misalnya, cobalah memperpendek sesi menyusui menjadi 5 menit dari yang biasanya 10 menit.

4.    Alihkan perhatiannya dengan aktivitas-aktivitas menyenangkan dan kudapan

Katakan pada si Kecil bahwa Moms akan menyusuinya nanti apabila si Kecil minta untuk menyusu. Agar dia tidak rewel, ajak dia melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti membaca, menyanyi, jalan-jalan, dsb. Atau, Moms bisa mencoba menawarkan kudapan atau minuman sebagai ganti minum ASI. Metode ini akan lebih efektif apabila si Kecil sudah biasa diajak bernegosiasi.

5.    Gunakan botol susu kaca sehingga tidak mengubah rasa ASIP

Botol susu dari plastik menyerap bau dan memberikan rasa tertentu ke dalam ASI atau susu formula. Setelah digunakan selama berbulan-bulan atau jika tidak segera dicuci setelah digunakan, botol susu plastik dapat menimbulkan bau permanen yang tidak disukai si Kecil. Tidak demikian halnya dengan botol susu dari kaca. Rasa cairan di dalamnya, baik itu ASIP, susu formula, jus buah, maupun air putih, masih tetap murni dan tidak akan berubah.

Menggunakan botol susu kaca sebagai media pengganti direct breastfeeding akan lebih disukai si Kecil. Dr. Brown’s menghadirkan botol susu dari bahan Borosilicate Glass yang memiliki keunggulan tidak mudah pecah, ringan, kokoh, awet, dan bebas bahan kimia berbahaya.

Dengan perawatan yang baik, Dr. Brown’s Options+ Glass Bottle dapat digunakan seumur hidup. Varian Options+ ini menghadirkan fitur internal vent system yang memberikan pengalaman menyusu pada si Kecil senyaman menyusu secara langsung. Nipple-nya juga memiliki desain seperti payudara sehingga dapat mengalirkan cairan secara alami, si Kecil akan tetap merasakan nipple seperti payudara ibu. Dengan demikian, Moms dapat menyapih si Kecil dengan lebih mudah dan nyaman.

 

Referensi: Alo Dokter, La Leche League International, SehatQ

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

569 Dr. Brown's Indonesia

Comments

LATEST POSTS

8 Langkah Rahasia Rawat Kulit Si Kecil Agar Selalu Mulus dan Sehat

Bayi tidak memerlukan perawatan kulit seperti orang dewasa. Persepsi tersebut ternyata salah, lho, Moms! Bayi justru memiliki kulit yang [...]

Kenapa sih Perlu Mengukur Lingkar Kepala si Kecil Setiap Bulan?

Kenapa sih Perlu Mengukur Lingkar Kepala si Kecil Setiap Bulan? Mengukur lingkar