Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips dan Trik Menenangkan Anak Hiperaktif

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  TODDLER  |  25 May '19


Setiap anak mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada yang memiliki sifat lemah lembut, aktif, pemalu, hingga sifat hiperaktif pada anak. Setiap anak memiliki kepribadian yang unik sehingga Moms hanya perlu membimbingnya menjadi pribadi yang bertanggung jawab perlahan-lahan tanpa memaksa.

Lantas, bagaimana jika si Kecil hiperaktif? Memiliki anak dengan sifat demikian mungkin akan membuat Moms sedikit khawatir terutama tentang keselamatannya. Ini beberapa tips dan trik menenangkan anak hiperaktif yang bisa Moms terapkan.

Cara Menenangkan Anak yang Hiperaktif

1. Tetap sabar menghadapi kelakuan si Kecil

Moms perlu tetap sabar saat menghadapi si Kecil yang hiperaktif. Jangan lantas menjadi jengkel, membentak atau memberi hukuman. Bukannya membuat si Kecil tenang, dia malah bisa merasa terganggu dan marah.

2. Jauhkan si Kecil dari gangguan pihak luar

Anak hiperaktif sering didefinisikan sebagai anak yang tidak bisa diam. Jika Moms memaksanya untuk duduk tenang, bukannya membuat sifat hiperaktif hilang, dia malah akan gelisah dan tidak nyaman. Anak dengan sifat hiperaktif mudah kehilangan konsentrasi meski hanya sedang melakukan pekerjaan mudah.

Agar si Kecil bisa lebih fokus ketika melakukan suatu hal, jauhkan dia dari gangguan luar. Tempatkan si Kecil dari hal-hal yang menimbulkan kebisingan.

3. Buat jadwal kegiatan

Anak dengan sifat hiperaktif bisa menjadi cemas saat tidak ada kegiatan yang dapat dia lakukan selanjutnya. Untuk mengatasinya, buatlah jadwal kegiatan sederhana agar keseharian si Kecil selalu dipenuhi kegiatan bermanfaat.

Agenda terjadwal akan mengurangi kecenderungan hiperaktif si Kecil karena dia selalu tahu kegiatan selanjutnya. Moms dapat mengajarkan kepada si Kecil cara dia fokus menjalani rutinitas sehari-hari.

4. Tegakkan peraturan yang jelas dan konsisten

Hiperaktif pada anak bisa diminimalkan jika Moms menerapkan peraturan yang konsisten dan jelas. Bukannya terlalu mengekang si Kecil, dia bisa menjadi tidak terkendali jika tidak ada peraturan yang membatasinya.

Moms disarankan untuk membuat peraturan yang menyertakan sistem hadiah dan hukuman. Beri hukuman sesuai kesalahannya namun jangan lupa puji dan beri hadiah kepada si Kecil jika dia berhasil melakukan tugas-tugasnya dengan baik.

Selalu arahkan si Kecil untuk melakukan hal positif agar dia bisa mengekspresikan diri dengan baik ya Moms.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1833 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Penyebab Keterlambatan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5 Tahun

Moms perlu waspada & membawa ke dokter untuk diperiksa jika di usia 5 tahun si Kecil belum mampu melakukan ini.

Jangan Remehkan Kebiasaan Memanjat si Kecil, Ini Manfaatnya!

Kesusahan untuk menjaga si Kecil agar tidak berdiri di atas meja atau memanjat rak buku? Moms tidak sendirian.

3 Aktivitas Sensorik untuk Temani si Kecil Selama Liburan

Aktivitas sensorik sangat bermanfaat untuk menstimulasi perkembangan pancaindra si Kecil.

Tanda-tanda Gangguan Sensorik pada Anak Usia 4 Tahun

Banyak anak dengan masalah pemrosesan indra pada mulanya adalah bayi yang sering rewel.

5 Aktivitas Menyenangkan untuk Menstimulasi Perkembangan Bayi 13 Bulan

Si Kecil yang sudah berusia 13 bulan perlu selalu distimulasi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

8 Strategi Mengatasi Kebiasaan Menggigit si Kecil

Jangan panik jika si Kecil sering menggigit, simak 8 strategi berikut untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Pro dan Kontra Anak Menonton TV

Menonton televisi itu ada dampak positif dan negatifnya bagi si Kecil lho Moms. Apa saja itu?