Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tips Bebas Mastitis Setelah Menyapih

FEEDING  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  28 Jul '19


Hy Moms

Kali ini saya akan share mengenai cara saya bebas mastitis setelah menyapih arkananta. Tipsnya sangat simple mom, cukup kurangi frekuensi menyusui secara perlahan 1 bulan sebelum menyapih.

Semudah itu mom? Yups hanya itu

Jadi, saat usia kakak Arka 23 bulan saya sudah stop menyusui kakak di siang hari. Setelah itu saya mulai perlahan mengurangi frekuensi menyusui di malam hari. Sebisa mungkin saya menghilangkan "ritual" menyusui sebelum tidur malam dengan cara membuat kakak kenyang 1 jam sebelum tidur dan mengajak dia main sampe dia ngantuk sendiri.

Setelah ngantuk, saya ajak tidur di kasur lalu matikan lampu dan kasih boneka bantal doraemon buat dia peluk, atau kasih mobil hotweels putih favoritnya buat dia pegang. Saya usap punggungnya dan ga lama kemudian tidur deh.

Kalau tengah malam kebangun, saya usap punggungnya, kalau tidak berhasil saya kasi mimi. Makin lama frekuensi menyusu malam hari 2-3 kali bangun perlahan berkurang menjadi 1-2x bangun.

Setelah disapih, awalnya 1x bangun dan dikasih air putih dari straw cup, sekarang sudah sukses tidur tanpa terbangun di malam hari.

Kenapa ga digendong aja biar cepet?

Menurut saya kakak udah cukup besar untuk tidur sendiri di kasur tanpa gendong moms, jadi nanti malah menimbulkan kebiasaan baru harus gendong sebelum tidur. Kebayang kan anak makin lama makin berat.

Awalnya 4 hari setelah disapih, PD kanan saya cenat cenut, udah mulai khawatir mastitis kaya dulu. Lalu saya kompres dengan air es. Alhamdulilah keesokan harinya tidak sakit lagi dan tidak jadi mastitis.

Jadi memang terbukti moms, jika menyapih dengan cinta secara perlahan akan nyaman untuk anak karena minim drama dan dia ikhlas. Moms sendiri pun ikhlas dan bebas mastitis.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

335 Nazmi Gifari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Pengalamanku Operasi Wisdom Tooth Saat Masa Menyusui

Bagaimana pengalaman Mom Risya melakukan operasi wisdom tooth saat masa menyusui?

Sadari Fibroadenoma Mammae (FAM) Sejak Dini

FAM sering terjadi pada wanita muda berusia di bawah 30 tahun, saya mengalaminya saat usia 22th

Menumbuhkan Self Awareness Tentang Breast Cancer

Kanker payudara ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, so yuk cari tahu gejalanya sejak awal

Makan Pedas Bisa Membuat Bayi Sakit Perut, Mitos Atau Fakta?

Benar atau tidak sih kalau ibu menyusui makan makanan pedas dapat menyebabkan bayinya mengalami diare?

Benjolan Di Payudara Keras Seperti Batu & Sakit Pada Busui, Bagaimana Solusinya?

Ada benjolan di payudara keras seperti batu dan payudara sakit pada busui, bagaimana solusinya?

Tips Sukses Menyusui Dengan Kondisi Tongue Tie

Salah satu tugas seorang ibu setelah melahirkan adalah memberikan ASI, lalu bagaimana jika anak terkena tongue tie?

Resep Homemade Oat Milk

Selain sayur hijau dan aneka kacang-kacangan, oat juga bisa jadi ASI booster buat para ibu menyusui dan juga ibu hamil.

Ibu Menyusui Makan Pedas, Bayinya Ikut Kepedasan?

Benarkah ibu menyusui tidak boleh makan pedas, karena nanti bayinya ikut kepedasan jadi sakit perut?

Domperidone: Obat Mual yang Mampu Tingkatkan ASI

Tahukah Moms bahwa selain baik untuk mengobati masalah pencernaan, Domperidone juga bisa menjadi booster ASI?

Pergantian Susu Anak Berkebutuhan Khusus

Bagaimana Mom Vanessa mengganti susu anaknya dari susu berkebutuhan khusus ke susu biasa? Yuk simak ceritanya.

Normalkah Bayi ASI Selalu BAB Setelah Menyusu?

Apakah Mom sering khawatir karena si Kecil selalu BAB setelah menyusu? Mari kita ketahui penyebabnya!