THE DAILY

Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tes Sekret dan Kultur Swab Vagina untuk Masalah Keputihan

OTHERS  |  Trimester 3  |  03 Sep '18

Kehamilan merupakan suatu proses yang menyenangkan sekaligus menegangkan apalagi memasuki trimester 3. Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan, tiba-tiba Saya mengalami keputihan yang cukup banyak, namun tidak berwarna, berbau, ataupun gatal. Kalau digoogling berdasarkan ciri-ciri di atas, keputihan yang Saya alami masih wajar.

Tapi karena was-was, Saya akhirnya berkonsultasi dengan obgyn (dokter kandungan). Dokter kemudian memberikan Saya rujukan untuk tes lab sekret dan kultur swab vagina untuk mengetahui ada permasalahan apa.

Tes sekret vagina dilakukan dengan mengambil sampel cairan vagina menggunakan cotton-bud kemudian dioleskan ke preparat,  preparat kemudian diberikan cairan fisiologis,lalu diamati  di bawah mikroskop. Hasilnya keluar dengan waktu yang cepat, keesokan harinya sudah bisa diambil hasilnya.

Lalu yang dicek melalui tes sekret ini adalah ada tidaknya bakteri batang, bakteri coccus, bakteri gonore (kencing nanah), bakteri trikomoniasis, jamur candida, serta clue cell. Clue cell adalah sel epitel yang dikelilingi bakteri. Adanya clue cell menjadi indikasi seseorang terkena Vaginosis Bakterialis.

Sedangkan tes kultur, awalnya juga diambil sampel seperti tadi, namun sampel tersebut kemudian dibiakkan. Jika ternyata ada pertumbuhan bakteri yang signifikan, maka akan dilanjutkan dengan uji kepekaan. Uji kepekaan dilakukan dengan memberikan beberapa jenis antibiotik ke koloni bakteri untuk menentukan antibiotik mana yang paling cocok untuk menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut. Tes kultur ini memakan waktu 7-14 hari kerja.

Mengapa Perlu Dilakukan Tes Kultur Swab Vagina Setelah Tes Sekret?

Karena tes sekret saja tidak cukup mengidentifikasi bakteri yang ada. Contoh dari hasil tes sekret cuma muncul keterangan terdapat bakteri batang gram negatif. Sedangkan bakteri batang gram negatif itu banyak sekali jenisnya. Setelah dilakukan tes kultur baru bisa diidentifikasi bahwa jenis bakterinya adalah E.Coli. Setelah dilakukan uji kepekaan baru dapat diputuskan bahwa metronidazole merupakan antibiotik yang paling cocok .

Uji kepekaan ini juga penting karena jika sembarang mengonsumsi antibiotik dan ternyata bakterinya resisten terhadap antibiotik tersebut, maka keputihan tidak kunjung sembuh dan kelak bakteri yang ada akan semakin kebal terhadap antibiotik yang diberikan.

Semoga bermanfaat.

By: Kristiani Chen

437 Kristiani Chen Send Message to Writer

Related Stories