Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Terrible Two or Terrific Two, Yang Mana Yang Cocok untuk si Kecil?

MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  04 Jun '20


Yakin banget kata “terrible two” uda sering kita denger kan, moms? Memasuki usia 2 tahun memang our no longer baby ini belajar super banyak even known as “exploding phase”. A phase that can be exhausting for both kids & parents.


Dari newborn, Zo bukan tipe yang cengeng / rewel. Some of my friends tau Zo dari kecil kita bawa kemana-mana, mau sampai malem, mau berisik, santai anaknya. Laper pun ngak yang nangis meraung-raung. Even doctor selalu bilang Zo anaknya calm jadi suntik juga dia ngak panikan. Biasanya cuma kaget sedikit. Aku sering bilang sama papanya, Tuhan baik banget, tau aja memang orang tua nya ini ngak ada yang bantuin & zero experience.

Entering 2 years old, Zo jadi very detail. Susun barang harus precise sesuai yang dia mau. Ada rambut sehelai di kasur, dia tetep akan ambil & ngotot mau liat rambut itu dibuang, bisa random mau ganti baju, kalau ada semut aja dia bisa jongkok liatin lama bener, kalau mau ajak kita ngomong sesuatu, will make sure we see & listen (kan kita ngak ngerti ya, dia ngomong ngak jelas hahaha), bisa concern dengan mainannya (dimandiin & dikasih susu beneran) & many more. But the newest thing is this, emotional explosion. Haha. Thank God cuma beberapa kali. Since this is so not Zo, kita awalnya agak kaget. No specific reason, nangis aja gt sampe sedih banget.

What do we do? Kita stay by him, but respect & give him space. Let him cry it out dulu. Udah agak tenang, dia yang samperin. I don’t know why juga. Mungkin dia capek, mungkin simply woke up at the wrong side of the bed. Kalau lagi di mall / tempat umum, biasanya kita ajak ke nursing room / area yang sepi. & biarin dia tenang dulu & ngak malu-maluin kita & dianya juga.

Kalau di pikir-pikir ya, kita orang dewasa boleh bete, boleh bad mood, boleh ngak pengen makan, boleh capek. Tapi anak kecil ini harus selalu behave, harus selalu happy, harus selalu habisin makanan, harus selalu ikutin kemana orang tuanya mau. Kinda not fair ya?

Sejak dia memasuki usia 1,5 tahun, we set a very clear boundary apa yang boleh & ngak. Dan kita udah kenalin sistem time out. Ini juga masih pro & con ya. Ada yang setuju ada yang ngak. For me seh do apa yang works for you & your kids aja. Sebagai orang tua, kami memutuskan untuk tidak pakai pukul, cubit, sentil & teman-temannya. Jadi kami harus mencari cara untuk ngajarin discipline. Ntar agak gede bisa jadi berubah lagi.

Sharing ini hanya sekedar reminder ke moms semua yang lagi capek-capeknya & masuk ke fase yang sama seperti aku, method apapun yang kamu lakukan, percayalah you are raising a terrific two.

Semangat moms!


Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1557 Meylis Yapin

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips & Tricks Potty Training Ala Mama Alby

Moms sedang mempersiapkan si Kecil untuk potty training? Simak tips dan trik berikut ini ya.

Proses Menyapih si Kecil Serta Berbagai Persiapannya Part 2

Yuk simak lanjutan cerita Mom Risya berikut ini tentang proses menyapih.

Kapan Sebaiknya Mengajak Si Kecil Gowes?

Mengajak anak gowes, sebaiknya dimulai sejak usia berapa? Kami pun berusaha mencari informasi sebanyak mungkin untuk memenuhi kualifikasi tersebut.

Yuk, Moms, Cegah Stunting Sejak Si Kecil dalam Kandungan!

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang harus diatasi sejak dini. Simak penyebab, dampak, dan cara mengatasi stunting pada anak berikut ini.

Belajar Mengenal Angka dengan Tempelan Kulkas

Saya sedang mengajari Stacy untuk mengenal bentuk angka-angka. Namun, saya ingin mengajarinya sambil bermain sehingga Stacy senang dan [...]

Mari Menjalani Fase Teribble Two dengan Bahagia

Keputusan menjadi orang tua dibutuhkan sebuah komitmen yang kuat dan bukan perkara yang mudah.

Bagaimana agar si Kakak Tidak Cemburu pada Adiknya

Pertanyaan ini sering muncul di hati saya sejak saya mengandung anak ke 2. Moms and Dads juga mengalami yang sama? Yuk simak berikut ini.

Role Model Terbaik Adalah Ayahku

Proses mengandung, melahirkan dan membesarkan buah hati tidak hanya menjadi tugas ibu lho Moms!

Menghadapi Tantrum Anak Usia 14 Bulan

Tantrum, sebuah momok yang sudah tidak asing di telinga orang tua.

Tips agar Anak Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Beberapa saat yang lalu warganet dikejutkan dengan kabar meninggalnya artis K-Pop yang bunuh diri karena depresi

Tips Memilih Tontonan Anak

Peran kita sebagai orangtua dalam memberikan hiburan pada si Kecil sangat penting loh Moms

Meningkatkan Bonding antara Ayah dan si Kecil saat LDM

Long Distance Marriage adalah sebuah istilah yang dibuat untuk pasutri yang menjalani pernikahan jarak jauh.

Mengatasi Rasa Cemburu Kakak Terhadap Adik Barunya

Saya ingin sharing tentang pengalaman menjadi Mom of two, karena tanggal 2 November lalu saya melahirkan anak kedua.

Disiplin saat Masih Balita, Pentingkah?

Saat menjadi ibu, naluri & pemikiran saya berkembang, naluri melindungi, menyayangi dsb yang menyangkut anak saya.

Tips Mengajarkan Kakak Menyayangi Adiknya Sejak di Dalam Perut

Walau Daud masih kecil banget & belom ngerti apa itu adik, aku berusaha banget untuk kasih tau dia dari sekarang

Berbagai Aktivitas Agar si Kecil Betah di Dalam Pesawat

Aktivitas berikut ini bisa moms coba agar si Kecil betah di dalam pesawat lho

Punya Dua Balita, Moms Harus Siap Jadi 'Super Mom'

Saya memiliki 2 balita dengan jarak yang cukup dekat, saya jaga & besarkan sendiri tanpa bantuan nanny atau orang tua.

Saat si Kecil Bertanya: Kenapa Bunda Bisa Hamil?

Moms, pasti pernah ya berada dalam momen seperti itu. Atau si Kecil bertanya, aku lahir dari mana sih Bunda?

Orangtua Selalu Membandingkan Anak, Ini Dampak Negatifnya!

Pernahkah di antara kita sebagai orang tua membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain atau antar saudaranya?

Hentikan Kebiasaan Selalu Menjanjikan Sesuatu Hal kepada si Kecil

Hayo mom siapa yang biasa melakukan hal tersebut? Membujuk anak dengan menjanjikan sesuatu hal yang menarik.