Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Terlambat Bicara Picu Masalah Emosional saat Dewasa

GROWTH & DEVELOPMENT  |  25 Oct '18

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan berbahasa pada usia 5 tahun dapat menyebabkan masalah kesehatan mental saat dewasa. Studi tersebut diterbitkan oleh jurnal Pediatrics edisi Juli 2010.

Penelitian dilakukan selama 29 tahun. Periset menggunakan tes standar untuk mengukur kemampuan bahasa reseptif – kemampuan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain – di antara 6.941 anak-anak pada usia 5 tahun. Data tindak lanjut tersedia pada 72% anak-anak ini ketika mereka berusia 34 tahun.

Secara keseluruhan, anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda keterlambatan dalam kemampuan bahasa reseptif pada usia 5 tahun lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental pada usia 34 tahun daripada anak-anak yang tidak mengalami penundaan seperti itu. Studi menunjukkan bahwa temuan ini lebih nyata terlihat di kalangan pria daripada wanita.

Orang tua memainkan peranan penting mendorong anak mereka mengatasi kesulitan berbicara dan berbahasa. Anak-anak dengan keterlambatan berbahasa ini kemungkinan besar lahir dari ibu berusia remaja atau orang tua dengan tingkat edukasi rendah. Tambahan pula, orang tua dari anak-anak ini juga lebih mungkin mengalami stres, tidak terlalu memerhatikan pendidikan anak, dan tidak membacakan cerita secara rutin kepada anak.

“Keterlambatan berbahasa adalah faktor risiko besar untuk masalah sosial dan emosional, tetapi hubungan ini (keadaan orang tua dan perilaku mereka terhadap anak masing-masing) tidak mendapatkan banyak perhatian sebanyak yang seharusnya didapat,” kata Carl B. Feinstein, MD, pemimpin bagian Psikiatri Anak dan Remaja di Rumah Sakit Anak Lucile Packard di Palo Alto, California, Amerika Serikat.

“Pemahaman bahasa reseptif yang tertunda sangat terkait dengan keterlambatan belajar di sekolah. Tertinggal pelajaran di sekolah sangat berisiko menimbulkan masalah emosional dan harga diri yang rendah,” kata Feinstein.

Maka dari itu, orang tua harus menaruh perhatian kepada pendidikan anak. Sering mengajak anak bicara dan meluangkan waktu untuk melakukan komunikasi dua arah kepada anak sangat membantu mengatasi permasalah mereka.

“Sangat penting untuk memberikan dukungan yang tepat dan intervensi untuk anak yang sedang mengalami keterlambatan berbahasa,” kata Melissa Wexler Gurfein, ahli patologi wicara-bahasa di New York, Amerika Serikat.

Gurfein juga mengatakan bahwa semakin cepat seorang anak mendapatkan intervensi yang sesuai, semakin sukses intervensi tersebut. Dia berharap orang tua dan terapis anak yang bersangkutan memberikan perawatan yang tidak hanya membuat anak mampu mengejar ketertinggalan tetapi juga mendukung apa yang dia butuhkan agar dapat sukses dalam hidup.

Sementara itu, ahli patologi wicara-bahasa di New York lainnya, Joslin Zeplin-Paradise, setuju bahwa keterlambatan berbahasa bukan merupakan sebuah keadaan yang berujung pada kegagalan.

“Ini adalah saatnya untuk mencari bantuan dan memberantas akar masalah,” katanya, seraya menambahkan bahwa banyak hal yang berpotensi menyebabkan keterlambatan berbicara.

Meski begitu, Zeplin-Paradise mengaku belum melihat korelasi langsung antara anak yang mengalami keterlambatan berbahasa dan anak yang mengalami masalah psikososial atau emosional.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

172 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Ide Bermain untuk Si Kecil: Sunshine

Mari variasikan ide permainan si Kecil agar tidak bosan Moms. Cocok untuk si Kecil yang sedang belajar mengenal warna.

Ide Bermain untuk si Kecil: Apple Counting Activity

Hai moms, si Kecil lagi belajar mengenal angka. Yuk variasikan permainan si Kecil dengan permainan yang satu ini.

10 Kegiatan Sederhana Melatih Anak

Kegiatan sederhana membuat anak senang melakukannya yang sekaligus dapat melatih kemampuannya juga loh Moms!

Ide Permainan untuk si Kecil: Pattern Bandage

Apakah Moms sedang mencari variasi permainan untuk si Kecil? Yuk, coba permainan pattern bandage ala Mom Syifa!

Ide Bermain untuk si Kecil : Which Direction Is He Looking At?

Siapa bilang mainan harus selalu baru? Beberapa barang bekas ini juga dapat digunakan untuk membuat mainan si Kecil loh!

Waspada Selective Eater pada Anak

Masalah makan pada anak biasanya tak jauh dari picky eater, tetapi apakah Moms mengetahui tentang selective eater?

Perlukan Anak Berlatih Menggunting?

Khawatir pasti ya moms ketika si kecil tiba tiba memegang gunting yang tidak sengaja kita letakkan di tempat yang bisa dijangkau si kecil.

Semua Anak Boleh Main Masak-masakan?

Main masak - masakan pasti semua mommy pernah ngalamin waktu kecil ya moms? Saya pun juga.

Apa? Umur Setahun Tapi Belum Tumbuh Gigi?

Pertumbuhan setiap bayi dan anak berbeda-beda. Jadi jangan membanding-bandingkan daya tumbuh mereka. Begitu pula dengan gigi.

Ide Bermain untuk si Kecil: Counting Caterpillar

Hai Moms, si Kecil lagi belajar mengenal angka? Yuk dicoba permainan yang satu ini biar belajarnya lebih menyenangkan.

Ide Bermain untuk si Kecil: Cardboard Shape Puzzle

Hai Moms, manfaatin kardus bekas yang ada di rumah yuk. Permainan ini membutuhkan persiapan yang cukup lama.

Ide Bermain untuk si Kecil: Eggshell Shape Smash

Butuh inspirasi untuk bonding dengan si Kecil namun juga bisa menambah pengetahuannya? Yuk simak tips berikut ini

Cara Paling Efektif Melatih Anak Umur 1 Tahun Bicara

Komunikasi adalah salah satu aspek kecerdasan yang perlu dimiliki setiap orang.

Sisi Positif dan Negatif Mandi Bola bagi si Kecil

Bermain merupakan kegiatan yang pasti digemari si kecil. Apalagi mainan yang berwarna-warni dan beraneka ragam.

Umur 1 Tahun tapi Belum Tumbuh Gigi?

Menginjak usia 12 bulan, baby Faza belum juga menunjukan tanda-tanda tumbuh gigi.

Usia Berapa Bayi Boleh Renang?

Berenang adalah salah satu aktivitas yang sangat disukai oleh anak-anak karena berhubungan dengan air.

Usia 5 bulan si Kecil Sudah Bisa Apa Sih?

Apa saja perkembangan yang ditunjukkan anak pada saat memasuki usia 5 bulan?

Manfaat si Kecil Berjalan Tanpa Alas Kaki

Saat sedang belajar berjalan alangkah lebih baiknya si Kecil tidak menggunakan alas kaki lho Moms

Cara Menstimulasi Bayi untuk Tengkurap Sendiri

Setiap fase tumbuh kembang seorang anak, mulai dari lahir hingga dewasa merupakan sebuah proses yang harus dilewati,

Bayi Sering Digendong = Bau Tangan?

Pas jadi new mom, sering banget dengar orang bilang "jangan digendong terus bayinya nanti bau tangan".