Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Teknik Spoon Feeding untuk Memulai MPASI

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  05 May '21


Apa itu spoon feeding?

Seiring bertumbuhnya si Kecil, variasi asupan gizinya sudah bertambah tidak hanya ASI saja. Ketika usianya menginjak 6 bulan ke atas, dia perlu diperkenalkan dengan sumber makanan pertama selain ASI yaitu MPASI. Si Kecil pun akan dikenalkan dengan makanan berstruktur variatif mulai dari puree, finger foods, hingga makanan padat. Nah, spoon feeding merupakan metode pemberian ASI yaitu dengan cara menyuapkan makanan menggunakan sendok kepada si Kecil.

Kapan waktunya memulai Spoon Feeding?

Metode spoon feeding merupakan metode tradisional yang sudah dilakukan para ibu sejak zaman dulu. Anak yang sudah memasuki masa MPASI yaitu usia 6 bulan sudah bisa makan dengan metode spoon feeding. Meski begitu, perhatikan tanda-tanda khusus berikut agar Moms tahu kapan saat yang tepat mengenalkan sendok kepada bayi:

  • Perhatikan isyarat si Kecil dengan hati-hati. Caranya, letakkan sendok di dekat bibirnya, biarkan dia mencium aroma MPASI, dan berikan waktu baginya untuk membuka mulut. Jika si Kecil enggan membuka mulut, berpaling dari sendok, menahan sendok dengan tangannya, atau tidak tertarik, hentikan spoon feeding dan coba lagi di waktu lain.
  • Hindari memaksa si Kecil! Jika si Kecil ingin lebih mengontrol tetapi masih kesulitan memasukkan makanan ke mulutnya, biarkan dia memegang sendok setidaknya sekali setiap 2-3 sendok suapan.
  • Pastikan bahwa refleks menjulurkan lidah sudah hilang atau berkurang. Refleks ini, yang mencegah bayi tersedak, juga menyebabkan si Kecil mendorong makanan keluar dari mulutnya.
  • Perhatikan kemampuan si Kecil menopang kepalanya sendiri. Untuk makan makanan padat, bayi membutuhkan kontrol kepala dan leher yang baik serta harus bisa duduk.
  • Perhatikan apakah si Kecil tertarik dengan makanan. Jika si Kecil yang berusia 6 bulan suka menatap dan meraih makanan Moms saat Moms dan keluarga makan makan jelas siap mencoba berbagai variasi MPASI.

Setelah sekitar 10-12 bulan, si Kecil sudah mulai dapat menggunakan sendok tanpa dibantu orang dewasa. Biarkan dia berlatih menggunakan sendok dan garpu meski belum mahir betul dan berantakan. Lambat laun, dia akan mahir makan seperti orang dewasa.

Mengapa Spoon Feeding baik untuk bayi?

Spoon feeding merupakan metode pemberian MPASI yang sudah terbukti banyak kelebihannya, seperti:

  • Cocok diterapkan kepada si Kecil yang belum tumbuh gigi

Moms bisa membantu si Kecil memakan apel atau makanan lain yang sulit dikunyah bayi dengan cara melembutkannya dan menyuapi langsung. Tentu cara ini lebih efektif daripada membiarkan si Kecil mengunyah sendiri.

  • Risiko tersedak bisa dihindari karena MPASI yang diberikan kepada si Kecil lunak

Si Kecil yang masih dalam proses belajar makan mungkin berhasil mengunyah makanan tersebut. Namun, dia belum tentu sudah mahir menelannya. Seorang  bayi yang belum mahir mengunyah dan memiliki gigi bisa berisiko tersedak. Spoon feeding mencegah hal ini terjadi.

  • Proses makan menjadi lebih singkat

Memang, Moms perlu waktu tambahan untuk mempersiapkan MPASI. Meski begitu, spoon feeding lebih efektif dalam jangka panjang. Karena disuapi, si Kecil bisa makan lebih cepat dan menghindarkan makanan terciprat ke mana-mana. Makanan yang sudah dihaluskan dulu juga lebih cepat dicerna bayi yang belum bisa mengunyah dan menelan dengan baik.

  • Moms tahu dengan pasti berapa banyak makanan yang dimakan si Kecil

Karena Moms turut aktif menyuapi si Kecil, Moms jadi tahu apa saja dan berapa banyak makanan yang disantapnya. Dengan begitu, Moms bisa menghindarkan si Kecil dari risiko kekurangan berat badan dan zat gizi.

  • Mempererat bonding dan melibatkan si Kecil aktif untuk makan

Spoon feeding melibatkan interaksi antara Moms dan si Kecil. Ikatan ibu dan anak pun semakin erat karena ada proses komunikasi dua arah.

  • Makanan tidak terbuang sia-sia

Berbeda dengan metode baby led weaning yang membebaskan si Kecil menyantap sendiri makanannya, metode spoon feeding memastikan tidak ada makanan yang terbuang. Bukan tidak mungkin, saat Moms membiarkan si Kecil makan sendiri, dia mengacak-acak makanan sehingga tidak layak dimakan lagi.

Bagaimana langkah spoon feeding yang baik?

1. Posisikan tubuh Moms sejajar dengan si Kecil.

Jangan menyuapinya saat Moms sedang berdiri karena si Kecil harus melihat Moms dan membuatnya lebih sulit untuk menelan dengan nyaman. Selain itu, Moms juga akan cenderung mengangkat sendok ke atas.

2. Mulailah dengan memberikan makanan seujung sendok saja.

Saat pertama kali menyuapi si Kecil, dia cukup diberi tahu dulu rasa makanannya. Tingkatkan kuantitas makanannya hingga sesendok penuh.

3. Dekatkan sendok ke mulut si Kecil. Tunggu dia membuka dan menerima suapan Moms.

Tahan keinginan untuk mengelap makanan di bibir atas atau langit-langit si Kecil. Biarkan dia menutup bibir atas dan menyedot puree dari sendok saat Moms mengarahkan sendok keluar dari mulutnya secara bersamaan. Jaga sendok tetap sejajar dengan lantai untuk membantu si Kecil mengembangkan posisi lidah yang tepat untuk fase menelan.

4. Berikan si Kecil waktu untuk mendorong puree ke belakang mulut dan menelannya.

Pada awalnya, Moms akan melihatnya mendorong makanan keluar sebelum menelannya. Seiring waktu, refleks menyusu ini (gerakan maju mundur) akan mulai memudar dan pada akhirnya akan menelan lebih banyak makanan daripada meludahkannya.

5. Ulangi proses tersebut. Selalu ingat untuk membaca isyarat si Kecil, tersenyum, dan mengajaknya berbicara.

Makan adalah pengalaman sosial sehingga Moms perlu mendorong si Kecil untuk berpartisipasi. Tanda-tanda si Kecil mempunyai pengalaman makan menyenangkan di antaranya: membuka mulut saat sendok mendekat, mencondongkan tubuh sedikit ke depan untuk menerima sendok, menunjukkan ekspresi menyenangkan, menatap Moms saat Moms sedang makan, dan mengambil sendok untuk dimasukkan ke mulutnya sendiri atau dengan bantuan Moms.

Peralatan apa saja yang mendukung spoon feeding?

Tidak hanya harus menyiapkan MPASI untuk si Kecil, Moms juga harus mempersiapkan peralatan makan khusus. Pastikan peralatan makan tidak terbuat dari bahan-bahan berbahaya, nyaman digunakan, serta memberikan pengalaman makan yang asyik bagi si Kecil. Berikut ini beberapa jenis peralatan makan MPASI si Kecil yang dapat Moms siapkan mulai dari sekarang:

1. Silicone feeder

Si Kecil yang belum pernah makan MPASI baru bisa makan makanan yang bertekstur cair. Gunakan silicone feeder untuk membantunya beralih dari makanan bertekstur cair ke makanan padat. Dr. Brown’s Fresh Firsts Silicone Feeder mempunyai bahan yang lembut dan BPA-free sehingga aman dan nyaman digunakan. Mempunyai 48 lubang-lubang kecil yang efektif menyalurkan makanan sehingga si Kecil bisa makan sendiri. Agar mudah adaptasi, desain silicone feeder berbentuk empeng, berbobot ringan, dan berpegangan ergonomis. Silicone feeder ini juga aman digunakan sebagai teether karena tidak robek tetapi tetap lembut untuk gusi bayi.

2. Celemek yang mudah dibersihkan

Celemek alias bib yang mudah dibersihkan sangat membantu meringankan pekerjaan Moms usai si Kecil makan. Dr. Brown’s Silicone Bib terbuat dari 100% silicone sehingga tahan air, awet, dan fleksibel. Ada kantong yang dapat menampung remah-remah sisa makanan sehingga tidak berceceran di lantai. Lalu ada adjustable collar yang dapat diatur sesuai ukuran leher si Kecil. Bib ini dapat digulung dan aman dimasukkan ke dalam mesin sterilisasi.

3. Sendok dan tempat makan yang aman dan praktis

Gunakan Dr. Brown’s™ Travel Fresh™ Bowl yang terdiri dari tempat makan, dan sendok yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil di awal masa MPASI. Peralatan makan ini sangat memudahkan Moms ketika sedang bepergian bersama si Kecil. Memiliki dua wadah terpisah yang besar dan anti tumpah, Travel Fresh Bowl ini memastikan MPASI tersimpan dengan aman dan tidak tercampur. Dr. Brown’s™ Soft-Tip Spoon yang sudah termasuk dalam paket pembelian ukurannya pas dengan mulut bayi. Moms juga tinggal menyimpannya di tempat sendok snap-in. Teknologi snap-in tersebut memastikan sendok tetap bersih dan tidak terlepas ketika wadah dimasukkan ke dalam tas. Tidak lupa material BPA-free dan sterilizer-safe sehingga peralatan makan ini 100% aman bagi si Kecil.

Bagaimana, Moms? Sudah siap membangun kebiasaan makan sehat si Kecil lewat spoon feeding? Tetap jaga kebersihan saat menyiapkan makanan dan menyuapi si Kecil, ya, Moms!

Referensi: Babyfoode, Dr. Brown’s, Kids’ Health, Medium, Tsurayyazain

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

11923 Dr. Brown's Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Awet Muda dan Kulit Sehat, Hindari Polusi Bagi Lansia

Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh manusia semakin tidak mampu mengimbangi efek bahaya

Bingung Mempersiapkan Menu Pertama untuk MPASI? Intip Ini Dulu!

Saat si Kecil berusia 6 bulan, dia sudah bisa makan menu MPASI pertamanya. Selain mendukung tumbuh kembang si Kecil, pemberian MPASI mulai usia [...]

Tak Hanya Botol Susu yang perlu Steril, Si Kecil Juga Butuh Udara Bersih

Orang tua terkadang terlalu intens dalam membersihkan peralatan makan si Kecil termasuk botol susu. Namun, terkadang, orang tua lupa dalam [...]

Selain Jaga Protokol Kesehatan, Lakukan Hal Ini Lindungi Keluarga dari COVID-19

Kasus infeksi virus Corona masih terus meningkat padahal vaksin COVID-19 belum dapat

Perlukah Membersihkan Bahan Makanan Si Kecil dengan Pembersih Sebelum Diolah?

Setelah si Kecil memasuki usia 6 bulan, dia sudah mulai masuk masa MPASI. ASI saja tidak cukup untuk memenuhi....

Ketahui Cara Mengatasi Alergi Si Kecil Sejak Dini

Si Kecil bersin-bersin ketika bermain dengan kucing? Atau badannya memerah usai bermain di taman? Gejala tersebut merupakan gejala alergi. [...]

Tips Efektif Cegah Ruam Popok di Masa Pandemi

Apakah Moms merasa kaget dan khawatir ketika pertama kali mendapati kulit pantat si Kecil merah-....

Memompa ASI Tanpa Rasa Sakit dengan Dr. Brown’s Silicone Breastpump

Moms kesulitan dalam memompa ASI? Tenang, Moms tidak sendirian. Banyak busui, baik new Moms maupun