Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tanda-tanda Anak Butuh Terapi Wicara

GROWTH & DEVELOPMENT  |  PARENTING  |  11 Oct '18

Orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Namun, beberapa anak memiliki keterlambatan ketika mempelajari suatu keahlian. Anak yang kurang dapat memahami dan mengekspresikan bahasa mungkin membutuhkan terapi wicara untuk dapat meningkatkan kemampuan bicaranya. Jika memang perlu, Moms dapat mendaftarkan si Kecil untuk mengikuti sesi terapi wicara.

Terapi wicara meliputi terapi bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Terapis akan mengarahkan si Kecil untuk mengoptimalkan koordinasi mulut agar mampu menghasilkan suara untuk membentuk kata-kata. Anak akan dilatih untuk membuat kalimat dengan artikulasi, kelancaran, dan volume suara yang jelas.

Selanjutnya, terapis akan mengajak si Kecil untuk memahami dan mengekspresikan bahasa. Tujuannya agar anak dapat berekspresi saat menggunakan media lain dalam berbahasa. Gerak tubuh, tulisan, gambar, komputer, smart phone dan media sosial adalah beberapa contoh media lain dalam berbahasa. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang terapi wicara, para terapis telah mengintegrasikan aspek-aspek terkait dengan gangguan makan dalam sesi terapi.

Tanda Gangguan Komunikasi yang Butuh Terapi Wicara

Gangguan kemampuan bicara

  1. Gangguan berbicara gagap atau mengulang suku kata atau ucapan yang terhenti pada huruf-huruf tertentu.
  2. Kesulitan mengartikulasikan suku kata tertentu dengan jelas. Orang lain tidak mengerti apa yang diucapkan si Kecil.
  3. Gangguan pada kualitas volume atau ketidakjelasan suara yang keluar dari mulut si Kecil bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada saat berbicara. Bahkan, si Kecil bisa merasa sakit saat berbicara dan perkataannya tidak bisa ditangkap dengan jelas oleh orang lain.

Gangguan memahami dan mengekspresikan bahasa

  1. Si Kecil memiliki kosakata yang kurang banyak serta tidak mampu menempatkan kata-kata untuk membentuk kalimat. Si Kecil tidak bisa mengekspresikan diri untuk memilih kata-kata yang tepat dalam suatu diskusi.
  2. Adanya gangguan pada kemampuan komunikasi kognitif. Si Kecil sulit berkomunikasi dan memecahkan masalah yang dia hadapi.
  3. Si Kecil sulit memahami dan mengolah bahasa.
  4. Si Kecil mengalami gangguan autisme. Gangguan tersebut bisa membuat anak mengalami gangguan bicara dan berkomunikasi secara nonverbal.

Terapi wicara juga direkomendasikan untuk anak yang menderita penyakit tertentu, misalnya disfagia (susah menelan). Gangguan disfagia terjadi apabila si Kecil mengalami batuk saat makan, tersedak ketika makan, susah menerima makanan, sulit mengunyah, dan sulit menelan.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor

600 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tertarik Menyekolahkan Anak di Sekolah Alam? Ini Plus Minusnya!

Sekolah alam tentunya berbeda dengan sekolah formal, mulai dari kurikulum, suasana hingga metode pembelajarannya.

Plus Minus Menggunakan White Noise

Tingkah laku si Kecil memang unik-unik ya, Moms? Kadang mengundang gelak tawa, tapi terkadang juga membuat jengkel.

Apa sih Pengaruh Seorang Ayah terhadap Anak?

Bagi semua orang, merawat anak selalu menjadi tanggung jawab bagi para ibu, karena mereka semua berpikir bahwa laki-laki bekerja mencari nafkah [...]

Tips Mengenalkan Alphabet pada Anak

Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan anak pada alphabet dengan cara. Apa saja itu?

Mengajarkan Kedisiplinan Tidur pada Anak

Adakah cara bagaimana agar anak bisa tidur tenang semalaman dan mungkin bisa tidur dan bangun teratur di jam yang sama?

Bermain dengan Stiker Banyak Manfaatnya Lho

Stiker itu bisa jadi alat bermain dan belajar yang menyenangkan dengan anak-anak lho. Apa saja manfaatnya?

Amankah Batita Bermain Pasir?

Apa hal positif dan risiko membiarkan anak bermain pasir?

Kemandirian Anak Muncul Melalui Metode Montessori

Telah banyak yang mengetahui bahwa metode belajar montessori memiliki beragam banyak manfaat bagi anak.

Main di Rumah VS Main di Luar Rumah

Moms kelompok mana? Suka si Kecil main di dalam rumah atau di luar rumah? Yuk simak cerita Mom Fiko berikut ini

Tips agar Anak Bisa Anteng Saat Bermain atau Dibacakan Buku

Moms si Kecil susah sekali duduk anteng saat main dan membaca? Yuk simak tips ala Mom Wahyu untuk mengatasinya

Komunikasi dengan si Bayi Yuk!

Walau belum bisa bicara & mengerti apa yang kita bicarakan, tapi bayi sudah bisa diajak berkomunikasi lho.

Pentingnya Sosialisasi pada Tumbuh Kembang Anak

Penting bagi anak untuk belajar bersosialisasi agar ia mulai belajar memikirkan orang lain selain diri sendiri.

Simak dan Pelajari Cara agar Bayi Tidak Rewel Waktu Mau Tidur

Mengapa si Kecil menjadi rewel setiap kali waktunya tidur dan bagaimana cara mengatasinya?

Ciri Anak Sehat Tidak Dilihat dari Fisiknya Saja

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga sangat penting bagi pertumbuhan si Kecil loh Moms!

Montessori Play: DIY Membuat Playdough di Rumah

Metode Montessori bisa Moms terapkan di rumah lho, dengan membuat DIY Playdough untuk si Kecil.

Perlukah Memakai Pagar Bayi?

Baby fence lagi happening banget ya Moms. Tapi, sebenarnya seberapa perlu sih penggunaan pagar bayi ini?

Mengenalkan Berenang Sejak Dini

Berenang sejak dini banyak sekali manfaatnya lho Moms, bukan hanya untuk anak tapi untuk orangtua juga

Tips agar si Kecil Tidak Bosan dengan Mainannya

Beberapa anak memiliki kecenderungan cepat bosan dengan mainannya. Bagaimana mencegahnya agar tidak bosan?

Stimulasi Bayi 1 Bulan dengan 5 Jenis Mainan Ini

Permainan apa saja yang bagus untuk stimulasi si Kecil yang berusia 1 bulan?

Bermain Corat Coret Seru dengan si Kecil

Kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah dengan si Kecil tapi juga bisa membantu tumbuh kembangnya?