Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Takut Mencari Informasi Karena Baby Blues

MY STORY  |  OTHERS  |  07 Sep '19


Banyak faktor yang membuat saya merasakan Baby Blues. Tidak bisa di pungkiri itu terjadi terhadap saya, semakin saya denial semakin baby blues saya rasakan.

Harapan saya dengan kelahiran normal dan bisa mengASIhi menjadi salah satu faktor utama saya terkena baby blues. Saya harus menerima kenyataan melahirkan secara sesar dan proses mengASIhi yang sangat tidak mudah. Saya fikir setelah melahirkan saya akan tetap bisa untuk beraktifitas dengan baik, ternyata tidak. Masa recovery yang lama, rasa lelah yang tidak kunjung hilang, pemikiran pengasuhan bayi, semua itu membuat saya menjadi mudah emosi. Menyalahkan diri sendiri tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk proses persalinan, menyesal kenapa harus melahirkan sesar, banyak hal yang di pikiran saya, sampai menyalahkan orang lain. Padahal kelahiran itu sudah di takdirkan.

Saya pun menjadi takut di banding-bandingkan dengan orang lain, takut mencari informasi karena perkataan orang-orang yang begini dan begitu. Dan semua dengan mudah saya rasakan justru dari ring 1 kehidupan sosial saya. Saya takut untuk mencari tahu, seperti apa sih perawatan Newborn itu, Istilah-istilah baru, hal-hal yang harus dan tidak harus. Semua berpatokan hanya dengan bertanya dengan orang tua, atau teman dekat yang sudah punya anak.

Setiap saya bertanya dengan teman saya, yang bahkan mereka belum tau, mereka rela mencari tahu banyak hal, begitupun suami saya. Salah satu contohnya adalah, saya masih denial anak saya lidahnya pendek tidak ada masalah, toh akan tumbuh lagi. Ternyata benar saja setelah saya beranikan diri tanya ke teman saya, anak saya ada tongue tie dan suami saya pun mencari tahu semuanya, karena saya terlalu takut menerima kenyataan kalau ada sesuatu yang salah terhadap anak saya.

Mendengar tongue tie itu harusnya bisa di deteksi sedini mungkin, dan itu terjadi di dalam proses perkembangan di dalam perut, dan ciri-cirinya sudah saya rasakan. Sekali lagi hal ini membuat saya down dan menyalahkan diri sendiri lagi.

Sampai di suatu saat saya menangis sedih dan akhirnya merenung, saya tidak bisa seperti ini terus, ini sangat tidak baik untuk saya, anak saya dan keluarga saya. Saya belajar sedikit demi sedikit, belajar menerima kalau semua ini bukan salah saya, belajar untuk ikhlas dan merelakan yang sudah terjadi, dengan bantuan suami, orang tua, keluarga dan teman-teman saya, akhirnya saya bisa melewati masa baby blues itu.

Saya pun tersadar, mencari informasi itu penting, membantu saya menemukan solusi dan tidak panik. Ya, memang banyak informasi yang belum benar juga, tetapi kita harus pandai memilah, harus tetep memiliki afirmasi positif. Berdiskusi dan sharing dengan orang lain, bisa membantu untuk me-release stress saya saat itu.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

240 Vony Erynda

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?