Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tak Perlu Takut Menitipkan Anak di Daycare

BABY  |  MY STORY  |  PARENTING  |  TODDLER  |  28 Sep '19


Hai Moms, siapa nih disini yang senasib sama aku, yaitu sebagai ibu pekerja atau disebut juga working mom? Mungkin banyak sekali perkataan2 di luar sana yang mengatakan bahwa working mom itu tidaklah baik. Seharusnya seorang ibu menjaga sendiri anaknya terutama di saat 1000 hari masa tumbuh-kembangnya (golden age). Tidak baik lho menitipkan anak ke pengasuh karena nanti kenapa2 gimana moms (atau malah lebih lengket sama pengasuhnya hehehe) dan banyak lagi lainnya.

Eitss moms, sebetulnya jika kamu bisa menjadi working mom namun kamu tetap bisa menjaga kodratmu dan bijak sebagai seorang ibu, sebetulnya hal tersebut tidaklah menjadi masalah lho. Misalkan kalau kamu pulang kerja, jauhkan gadget dan bermainlah dengan anakmu. Kebetulan kalau aku sendiri, aku memiliki passion yang kuat untuk bekerja dan juga untuk membantu suami (toh suami juga membantu saya dalam mengerjakan tugas rumah sehari2 juga membantu merawat bayi). Bisa jadi boring dan stress lho kalau aku tidak bekerja, sebab ada pepatah happy mom = happy baby.

Nah pertanyaan selanjutnya pasti akan menjadi pertanyaan paling sering untuk seorang ibu ketika sudah melewati masa 3 bulan cuti melahirkan: "Anak saya mau saya titipkan ke pengasuh, tapi saya takut nih kalau pengasuh saya dirumah hanya berdua dengan bayi saya sedangkan saya harus berangkat kerja, nanti kalau bayi saya diapa-apakan bagaimana? Pengasuh sekarang juga mahal banget..."

Moms, sebenarnya ini pilihan ya, cuma kalau saya waktu itu memutuskan untuk tidak pakai pengasuh tapi saya titipkan di daycare. Karena menurut saya, daripada di rumah hanya berdua, saya lebih merasa aman kalau menitipkan anak saya di daycare ibaratnya seperti saat baru pertama melahirkan di rumah sakit itu ada suster2 yang membantu merawat bayi saya, inipun demikian seperti pengasuh2 nya sudah lebih berpengalaman aja.

Dari segi biaya juga lebih murah lho moms, jaman sekarang pengasuh itu mahal dan banyak drama. Selain itu, sama halnya seperti anak yang sudah masuk ke sekolah dan bersosialisasi dengan banyak teman, inipun demikian. Yang otomatis akan lebih melatih kemampuannya bersosialisasi, lebih mandiri, lebih disiplin dalam rutinitas sehari2 (contoh: makan, tidur siang), lebih banyak stimulasi untuk melatih perkembangan motorik serta kognitifnya, misalkan melihat bayi yang lebih dewasa sudah bisa duduk, maka bayi kita akan tertarik untuk segera bisa duduk. Ini udah terbukti yah moms :) Tapi ada juga kekurangannya, namanya tinggal bersama dengan banyak anak, otomatis jika ada satu anak yang sakit, maka yang lainpun bisa tertular, paling sering virus Flu, namun tergantung dari kondisi imun masing2 tubuh anak ya.

Bagaimana sih memilih daycare yang bagus?

1. Survey

Sebelum memilih bayimu mau dititipkan di daycare mana, tentunya semua orangtua melakukan survey terlebih dahulu. Waktu itu saya mendapat informasi dari teman, bahwa daycare ini bagus dan pemilik dari daycare ini adalah seorang dokter anak yang terkenal di Surabaya. Sudah tentu donk, daycare ini pastinya bagus. Tidak hanya sekedar mendengar informasi, namun saya juga langsung survey ke lokasi daycare tersebut untuk melihat apakah tempatnya layak, lingkungannya (pengasuh dan anak2nya), mendapat fasilitas apa saja, kebersihannya bagaimana dan lainnya.

2. Fasilitas daycare

Tentu saja, seperti memilih sekolah kamu pasti membandingkan uang SPP nya berapa dengan fasilitas/materi yang didapatkan. Begitu juga dengan memilih daycare, biaya yang harus dibayarkan setiap bulannya berbeda2 antara daycare yang satu dengan yang lain. Namun fasilitas yang didapat juga pastinya berbeda ya. Kalau di daycare tempat anak saya, biaya tidak terlalu murah namun juga tidak mahal, karena di daycare ini bisa mendapatkan fasilitas makan siang 1x sehari, snack 2x sehari, full AC, mandi 2x sehari, satu pengasuh 3-4 anak (ini perlu diperhatikan moms, karena jangan sampai jumlah anak yang terlalu banyak namun jumlah pengasuhnya sangat minimalis sehingga nanti anakmu tidak akan terawat dengan baik). Selain itu, setiap anak mendapatkan box tidur sendiri2 dan ada fasilitas bermainnya cukup banyak untuk merangsang perkembangan sensoriknya.

3. Menu makanan

Asupan gizi makanan sangat perlu diperhatikan karena berpengaruh dalam pertumbuhan serta kesehatan anak kita. Sekalipun mendapat fasilitas makanan gratis dari daycare, anda juga perlu memperhatikan bahwa makanan tersebut memiliki nutrisi/gizi yang lengkap, tanpa bumbu2 pengawet, dan porsi makanannya cukup tidak terlalu sedikit untuk anak kita.

4. Keamanan

Sangat penting bagi kita menjaga bayi kita agar tetap terlindungi. Bukan hanya dari bahaya penyakit, namun juga dari keamanan secara fisik. Anda pastinya sangat tahu, anak mulai usia merangkak harus diawasi secara hati-hati. Nah anda perlu memastikan apakah ruangan daycare tersebut aman, misalkan ada pagar pembatas supaya anak tidak bisa turun tangga, apakah pintu daycare susah untuk dibuka oleh anak2 agar tidak mudah keluar dari area daycare tersebut. Pastikan juga bahwa di daycare terdapat banyak CCTV untuk memantau seluruh aktivitas anak2.

Soal waktu pengantaran dan penjemputan mungkin juga menjadi faktor pertimbangan para orangtua dalam memilih daycare agar dapat disesuaikan dengan jadwal kerja. Rata2 waktu operasional daycare adalah pukul 07:00 s/d pukul 18:00, di luar jam tersebut anda akan dikenakan biaya tambahan (baca: lembur).

Sekian moms tips dan sharing dari aku, semoga dengan artikel ini para working mom tidak perlu takut lagi untuk mencari solusi menitipkan anaknya di daycare.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2087 Lita chan

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Bonding Ayah dan si Kecil ala Keluarga Kami

Meskipun Suami saya bekerja hampir setiap hari, suami saya masih bisa mengatur waktu untuk bonding dengan Rubi.

Tips Mengatasi Kebiasaan Membandingkan Anak

Apa dampak membandingkan anak? Dan bagaimana cara mengubah pola pola asuh membandingkan?

Disiplin Positif sejak Dini

Usia emas si Kecil adalah kesempatan berharga untuk orang tua mengajarkan hal-hal positif baginya.

Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini

Kegiatan apa saja yang bisa melatih kemandirian anak yang berusia 1 tahun?