Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tahun Pertama Menyandang Predikat Ibu

MY STORY  |  PARENTING  |  30 Jan '19


Saya menikah di bulan Juli 2017. Bersyukur sekali tanpa harus menunggu lama, ternyata saya hamil. Itu pun saya baru menyadari ketika sudah memasuki usia kehamilan beberapa minggu. Kehamilan saya berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Tepat di bulan April 2018, akhirnya saya melahirkan anak pertama saya. Ya, ini adalah tahun pertama saya menyandang predikat ibu. Bersyukur, terharu dan sekaligus bangga. Karena bagi saya, menjadi seorang ibu adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan.

Ternyata menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Saya baru mengerti kenapa ada kepercayaan bahwa surga di telapak kaki ibu, bukan di kaki ayah. Karena saya baru benar-benar merasakan sendiri menjadi seorang ibu. Menjadi ibu memanglah berat. Ibu bisa saja menggantikan posisi ayah, tetapi ayah belum tentu bisa menggantikan posisi ibu. Ada keadaan yang hanya bisa dilakukan oleh seorang wanita yaitu ibu seperti mengandung, melahirkan dan menyusui. Itu bukanlah tugas yang mudah.

Ibu juga adalah seorang multitasker yang hebat. Ibu bisa berperan sebagai financial planner, juru masak, guru, asisten rumah tangga, perawat, dan lainnya. Inilah sekarang yang saya rasakan juga.

Perubahan yang saya rasakan setelah menjadi ibu

  1. Menjadi pribadi yang lebih sabar
    Saya harus sabar dalam menghadapi si Kecil bila sedang sakit, rewel dan menangis tanpa sebab (kolik). Harus sabar menahan rasa jijik bila si Kecil pup. Setiap malam harus bangun ketika si Kecil lapar dan membuatkan susu dalam keadaan mengantuk. Atau bila si Kecil sedang sulit makan.
  1. Menjadi pribadi yang lebih disiplin
    Saya belajar lebih disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan tugas sebagai seorang ibu. Kalau sebelum menjadi seorang ibu saya masih punya banyak waktu untuk bermalas-malasan, karena masih berdua dengan pasangan. Tapi dengan adanya si Kecil, jadi tidak bisa lagi menunda pekerjaan.
  1. Lebih terampil dalam manajemen waktu
    Kebetulan saya adalah working Mom. Setiap hari Senin sampai Jumat saya harus cekatan dan efisien dalam mengatur waktu. Pagi-pagi harus bersiap-siap untuk berangkat kerja tetapi juga harus mengurus rumah, anak dan suami. Menyiapkan keperluan si Kecil sekaligus menyiapkan sarapan untuk suami. Jadi setiap hari harus bangun lebih pagi daripada suami dan anak.
  1. Menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri
    Saya menjadi lebih terlatih menyelesaikan masalah yang saya hadapi sebagai ibu. Saya tidak ingin merepotkan orang tua lagi dengan mengeluh soal anak atau lainnya. 
  1. Lebih menghargai dan menyayangi orang tua, terutama ibu
    Saya baru benar-benar menyadari menjadi seorang ibu tidak mudah. Bila sebelum menikah saya tidak merasakan di posisi menjadi ibu saya. Setelah menikah dan menjadi seorang ibu, saya baru menyesal dulu sering membantah ibu saya dan kadang kala menyakiti perasaannya. Sekarang saya benar-benar menghormati, lebih menghargainya, lebih menyayangi dan ingin sekali membahagiakannya di masa tuanya.
  1. Lebih hemat dalam pengelolaan keuangan
    Setelah menjadi ibu, saya belajar mengatur mengelola keuangan agar cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan si Kecil. Pengeluaran terbesar adalah untuk membeli susu dan perlengkapan si Kecil seperti popok, makanan bayi, minyak telon dan lainnya. Karena sebelum memiliki anak pengeluaran belum sebesar sekarang. Jadi saya harus pintar dalam mengelola gaji saya dan suami setiap bulannya.
  1. Lebih haus ilmu terutama ilmu tentang parenting, tumbuh kembang anak, MPASI
    Saya selalu belajar untuk memperbaiki diri dan berusaha menjadi ibu yang lebih baik untuk anak saya. Apalagi sebagai seorang ibu baru, banyak hal yang belum saya ketahui.
  1. Terlatih menjadi seorang multitasker
    Saya harus mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu. Hal ini cukup menyenangkan bagi saya bila berhasil mengerjakan berbagai pekerjaan dalam satu waktu dengan baik.


Ternyata lebih banyak perubahan positif yang saya rasakan setelah menjadi seorang ibu. Saya masih belajar menjadi seorang ibu yang baik. Saya pun sadar masih jauh dari kriteria seorang ibu yang sempurna. Yang bisa saya lakukan adalah menjadi seorang panutan yang baik untuk anak saya agar kelak ia tumbuh menjadi anak yang baik.

Untuk Moms yang baru menyandang predikat ibu, tetap semangat ya!

 

Semoga bermanfaat.

By: Berkah Dwi Rahayu

Copyright by Babyologist

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

2438 Berkah Dwi Rahayu

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Uang Sekolah Makin Mahal, Gimana Cara Mempersiapkannya?

Memberikan pendidikan terbaik bagi si Kecil merupakan salah satu kewajiban utama Moms & Dads.

It’s Okay to Not Be Okay

Dalam mengasuh anak, tentu Moms mengharapkan si Kecil tumbuh menjadi pribadi dengan kondisi fisik

Tips Praktis Memompa ASI di Kantor

Hai Moms, Meskipun pandemi virus corona belum berakhir, tapi banyak dari kita yang sudah

Tips Menghindari Toxic Parenting

Hai Moms, Siapa disini yang minggu lalu nonton Babyo Channel Ngobrol Bareng Babyo dengan topik

Ketika Dads Sibuk dengan Hobinya

Setiap hari Jumat, sekarang Babyo Connect memiliki "Apa Kata Moms?" yang akan membahas topik yang terasa tabu Moms bahas, atau uneg-uneg yang [...]

Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Ngomong, Wajarkah?

“Anaknya 2 tahun? Sudah bisa ngomong belum? Oh, speech delay? Sama donk seperti anak saya. Gpp nanti usia 3 tahun juga bisa sendiri.”

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai Working Mom

Menjadi seorang working Mom tentunya memiliki tantangan tersendiri. Yuk simak tips dari Mom Inayah berikut ini.

Hal yg Bisa Dilakukan untuk Mengisi Kegiatan si Kecil di Rumah Selama Pandemi

Moms, yuk simak aktvitas yang bisa dilakukan di rumah bersama si Kecil berikut ini.

Fiersa is Turning One

Merayakan ulang tahun pertama pastinya adalah moment yang tidak bisa dilewatkan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Caraku Mempertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Rumah tangga yang harmonis pasti sudah menjadi dambaan pasutri. Simak tips berikut ini yuk Moms and Dads!

Caraku Mengatur Keuangan Keluarga di Kondisi Pandemi

Di tengah-tengah pandemi ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Simak tips berhemat berikut ini yuk!

Punya Anak Perempuan Lebih Boros?

Hayo siapa yang punya anak perempuan dan merasa boros karena beli barang-barang lucu atau baju untuk Si Kecil? Sebenarnya boros tidaknya [...]

Cerita Sibling Goals di Usia Berdekatan

Bagaimana ya caranya agar kakak adik rukun? Yuk, simak cerita berikut ini.

Mengajarkan Kemandirian Sejak Dini Penting Gak Sih Moms?

Mengajarkan si Kecil untuk mandiri sedari dini memiliki banyak manfaat loh Moms. Yuk, simak berikut ini.

Ide Kreatif Bermain Saat Mati Lampu

Mati lampu memang menjadi kondisi yang kurang nyaman. Namun, Moms bisa memanfaatkan kondisi ini untuk barmain dengan si Kecil.

Suamiku Ayah ASI! Yuk Tanamkan Positif Mind!

Hai para istri, yuk belajar cara merayu suami agar mau untuk menjadi ayah ASI berikut ini!

Pengalaman Lebaran Pertama Tanpa Keluarga

Meskipun jauh dari sanak saudara, Lebaran sudah seharusnya menjadi momen yang dirayakan. Yuk, simak cerita berikut ini.

Setahun Bersama Babyologist

Moms, yuk simak pengalaman Mom Dinar setahun bersama Babyo berikut ini.

Menjadi Istri dan Teman Bagi Suami di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada ekonomi keluarga. Yuk belajar jadi Istri yang baik dan teman bagi suami kita.

Semakin Harmonis Di Masa Pandemi

Moms and Dads, yuk simak tips untuk semakin harmonis selama masa pandemi ini.