Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Tahapan Dalam Proses Weaning With Love

FEEDING  |  MY STORY  |  TODDLER  |  08 Sep '19


Tepat diusianya yang kedua bulan November tahun lalu. Upaya saya untuk memberikan pengertian bahwa waktu menyusui telah usai tidak serta merta membuat Zikri berhenti menyusui.

Upaya penyapihan tetap berlanjut. Namun tidak ingin merasa terburu-buru. Saya menikmati proses ini dengan sungguh. Cerita teman-teman untuk menyapih anaknya saya coba untuk memilih, mana yang tepat dan sesuai dengan niat dan kondisi kami. Beragam artikel Menyapih Dengan Cinta saya pelajari.

Penerapannya?

Tetap saja saya memilih untuk tidak memaksakannya. Termasuk anjuran tidak menawarkan dan juga tidak menolak kapanpun ia meminta. Adegan memberikan sugesti positif pada malam hari menjelang tidur selalu saya lakukan tiap malam. Sedikit terkejut memang, semakin diberikan afirmasi positif ia malah terasa semakin "merajai". Saya tahu, menyusui baginya kini hanyalah rekreasi belaka namun kembali saya nikmati masa-masa itu.

Sempat tergiur dengan cerita teman yang dapat menghentikan rengekan anaknya meminta ASI dalam beberapa hari saja. "Harus TEGAS, konsisten aja kitanya, dia mau merengek nangis sampai habis suara bilang maaf adek sekarang udah gak nenen lagi ya. Nanti lama-lama dia lupa ko."

Mungkin cara itu dapat efektif menghentikan anak untuk menyusui hanya dengan beberapa hari saja, namun itu bukan keinginan menyapih versi saya. Masa menyusui adalah satu masa paling indah, dimana ibu dan anak akan menjalin kedekatan emosional yang tak dapat tergantikan dengan yang lain.

Walau diawal sempat menjadi kecemasan tersendiri menjelang usia Zikri dua tahun. Apakah ia bisa mengakhiri proses menyusui tanpa drama? Atau sebaliknya.

Dimulailah pencarian beberapa sumber yang akurat serta melahap beragam artikel yang saya temui tentang mengASihi lebih dari dua tahun. Alhamdulillah, ada sumber terpercaya dari bukunya dr. Arifianto SpA dengan judul Orangtua Cermat Anak Sehat.

Di dalam bukunya dr. Apin menerangkan bahwa dewasa ini telah banyak penelitian bahwa menyusui dapat dilakukan sampai anak berusia dua tahun atau lebih. Hal itu pun disampaikan oleh Ikatan dokter anak dan badan kesehatan dunia yang menyimpulkan bahwa lamanya pemberian ASI dapat dilakukan sampai anak berusia dua tahun atau lebih.

Pemberian ASI sampai usia dua tahun atau lebih telah terbukti tetap memberikan nutrisi berupa protein dan lemak sampai dengan sepertiga kebutuhan nutrisi anak, vitamin dan daya tahan tubuh yang tak dapat dari sumber lain. Anak-anak yang mendapatkan ASI sampai usia di atas satu tahun lebih jarang mengalami sakit karena daya tahan tubuhnya yang diperoleh dari ASI.

Beberapa mitos mengatakan anak yang belum disapih saat berusia lebih dari dua tahun akan lebih manja dan tidak dapat mandiri. Pandangan ini masih saja beredar luas di masyarakat kita, namun kemandirian tidak dapat dipaksakan oleh orang tua. Ia akan terbentuk sendiri seiring dengan kesiapannya melepas masa menyusui. Saat ia memutuskan mengakhiri masa menyusui, maka kemandirian dan kematangan pemikirannya telah terbentuk dengan baik.

Semakin kuatlah keyakinan saya menjalani proses penyapihan ini dengan tidak terburu-buru.
Menikmati setiap detailnya, menjadikan kenangan yang takkan terulang. Sampai tiba pada hari itu. Dimana proses afirmasi positif saya dan suami berjalan sangat baik. Allah memudahkan segalanya.

Ketika saya sudah siap melepasnya ternyata energi itupun mungkin terasa pada Zikri. Zikri kecil kami kemudian ikhlas melepas satu-satunya kedekatan yang tak dapat tergantikan oleh siapapun. Tanpa drama, tanpa air mata. Hanya tidur gelisah di malam pertama. Menjadikan hal yang wajar karena sesuatu yang selalu menjadi aktivitasnya sepanjang 2 tahun 3 bulan ini hilang. Seolah dirinya tengah beradaptasi kembali.

Jadi apa yang diterapin pada Zikri selama proses menyapih? Mari kita simak tips dan trik di bawah ini.

Hal yang tidak dilakukan:

1. Memberikan target

Ini yang akhirnya gagal pada saat usianya yang kedua, yang ada malah semakin gragas tidak mau lepas. Dikit-dikit "amam nenen, amam nenen".

2. Dipisahin

Mungkin ada beberapa ibu yang melakukannya. Entah karena keadaan atau memang mengambil jalan tersebut supaya anak segera lupa. Namun memisahkan ibu dan anak demi proses penyapihan tentu bukan metode yang tepat untuk saya. Gimana jika anak belum siap? Bisanya cuma nangis kan? Terus kita jauhin, gimana kalo malah ngasih pemikiran yang buruk sama dia yang padahal jelas bukan itu tujuan kita. Jadi saya sih NO.

3. Ngakalin

Ini yang BIG NO banget ya, saya sampai tidak mau pulang ke Bandung dulu demi proses penyapihan Zikri berjalan sesuai keinginan. Gak mau ada intervensi dari sana sini, bahkan dari nenek kakeknya sekalipun. Gak mau pakai pahit-pahitan, digambarin lah atau ditakutin ini itu.
Biarkan alami saja. Karena dengan cara diatas secara tidakk langsung mengajarkan Zikri tentang suatu kebohongan.

Jadi kapan bisa memulai menyapih pada anak?

Yang saya lakukan adalah ketika menyapih adalah:

1. Kesiapan Fisik

Siap dalam arti kedua belah pihak. Baik ibu dan anak. Kesiapan ibu dapat dilihat dari sinyal tubuhnya. Saya tidak mau memaksakan menyapih tapi akhirnya payudara menjadi bengkak. Dari pihak anak ketika ia sudah siap, maka produksi ASI akan menurun. Karena prinsip supply and demand itu. Jadi saya benar-benar tidak mendengarkan perkataan orang lain, proses menyusui merupakan urusan saya dengan anak sendiri.

2. Kesiapan Mental

Nah ini yang perlu diperhatikan. Siap fisik saja tidak cukup, ketika anak sudah siap apakah kita (orangtua) siap mengganti rutinitas menyusui menjelang tidur dengan aktivitas bonding lainnya? Support dari suami sangat membantu melewati masa-masa ini. Suami dapat membantu dengan menguras energi Zikri sampai cukup lelah, lalu saya lanjut baca lebih dari 5 buku, tepuk-tepuk, elus-elus menjelang tidur. Keduanya harus kompak kerja sama, supaya proses menyapih berjalan sesuai rencana.

3. Kesiapan Emosi

Sampai pada bahasan emosi. Memang sampai pada masa berhenti itu persiapannya lahir bathin ya Moms, jadi masalah weaning ini tidak hanya melihat satu sisi saja. Dari sebelum dua tahun ini yang paling berat buat saya, masa-masa menyusui itu moment dimana kita dapat "bermesraan" dengan anak. Jadi apakah sudah rela melepas tatapan matanya, tangannya yang jahil pegang-pegang hidung atau telinga, senyumnya? Memang ini akan menjadi bagian terberat bagi ibu-ibu untuk menyapih.

Jadi menurut saya, jika ada yang bilang ditegain saat menyapih itu bukan TEGA melihat anak nangis terus menerus tapi kita harus ikhlas TEGAR menghadapi anak lepas menyusui. Mungkin dengan ditegain itu dapat menjadi salah satu cara, tapi itu bukan weaning with love yang saya inginkan.

Bagian penting terakhir dalam proses menyapih anak adalah:

1. Tidak menolak dan tidak menawarkan

Kegiatan menyusui menjadi salah satu senjata paling ampuh buat anak. Kadang secara tidak sadar anak jatuh lalu nangis, lantas disusui! Anak gak tidur-tidur paling gampang disusui! Tapi itu bisa menjadi kegagalan dalam proses WWL. Jadi ibu berusaha tidak menawarkan jika anak tidak mencarinya. Tapi kalau si anak masih minta ya silahkan berikan, jika membiarkan anak minta sampai menangis itu namanya proses menyapih yang dipaksa. Balik lagi bukan metode weaning yang saya mimpikan.

2. TEGAS bukan TEGA

Akan banyak alasan menjelang tidur malam. Zikri sih udah pinter banget deh, masih minta main di luar. Masih minta baca buku atau minta minum berulang-ulang kali, sampai saya dan suami turun naik kasur ambilin minum. Pada bagian ini kita yang harus tegas, lampu mati semua. Menyalakan lampu tidur artinya kita sudah siap untuk tidur. Masih mau main, silahkan tapi lampu sudah gelap. Masih mau main diluar?

3. Rutinitas dan Bonding Sebelum Tidur

Hampir banyak saat-saat yang menjadi kecemasan menyapih itu adalah ketika anak menjelang tidur. Ini yang saya bayangin sampai bisa gak ya? Terus kalau kebangun malam diapain? Tapi dengan berjalannya waktu Zikri dapat beradaptasi dengan rutinitas barunya. Misal, sebelum disapih sebelum tidur itu Zikri bersih-bersih, ganti baju, baca buku lalu menyusui.

Nah dalam proses menyapih, saya harus mengganti rutinitas itu dengan menciptakan bonding pengganti. Jika kemarin menyusui adalah aktivitas paling nyaman untuknya, sekarang harus mencari cara agar ia juga nyaman sehingga dapat tidur walau tanpa itu.
Rutinitas baru menjadi seperti ini: Bersih- bersih, ganti baju, terkadang pijat, terkadang bermain peran, dan selalu membaca buku. Kemudian untuk mengakhiri kegiatannya, amam tawarkan untuk di tepuk-tepuk atau di elus-elus. Bonding ini yang saya ciptakan sangat kuat, sambil tetap usapin wajahnya tangannya lalu bacakan doa menjelang tidur. Ada beberapa anak mungkin masih minta nenen, ya berikan. Tapi lama-lama akan sangat berkurang durasinya. Ciptakan bonding yang kuat pengganti menyusu di malam hari, setiap anak akan berbeda tergantung apa yang selalu dilakukan dengan ibunya.

4. Pastikan Anak Kenyang

Menjelang tidur boleh snack time lagi tapi upayakan tidak makan yang manis-manis menghindari sugar rush. Jika anak minta makan, ya silahkan berikan. Sebelum ia memasuki proses bersih-bersih dan gosok gigi.

5. Sugesti positif

Ibu-ibu zaman now sudah pada mahir kan ya buat afirmasi positif ke anak. Buatlah kalimat-kalimat yang menguatkan anak, hindari kalimat negatif. Tidak mencari-cari kebohongan. Misal, gak boleh nenen lagi ya, ASInya sudah gak enak! Padahal kan buat dia makanan terenak dan ternyaman. Kata-kata negatif akan memengaruhi memorinya dalam menyapih. Bukankah kita menginginkan proses penyapihan ini berjalan penuh cinta?

6. SABAR

Sampai di tahap Zikri benar-benar lepas menyusui itu bukan satu kali selesai. Jadi ada proses panjang dimana kita sama-sama berusaha. Berusaha mengikhlaskan, berusaha mengadaptasi keadaan yang baru. Dalam perjalanan menyusui anak mungkin sudah banyak yang bisa kita lewati dengan baik, maka proses mengakhirinya pun harus kita selesaikan dengan baik.

Berapa lama proses Zikri?

Sampai saya melepaskan dan dia dapat ikhlas sendiri itu kurang lebih 3 bulan. 3 bulan untuk membentuk kebiasaan baru. Kebiasaan yang sudah ia jalankan selama 2 tahun. Bukan 2-3 hari. Jangankan anak, orang dewasapun akan menyesuaikan dengan bertahap, tergantung cepat tidaknya ia mampu mengendalikan tubuh dan fikirannya.

Demikian tahapan do and don't yang saya lakukan untuk menyapih Zikri dengan indah.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

186 Chriesty Anggraeni

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Snack MPASI Dadar Gulung Mini Buah Naga Vla Keju Susu (12M+)

Yuk coba resep yang satu ini dari Mom Dinar!

Resep MPASI: Bacem Hati Ayam

Hati ayam cocok untuk dijadikan bahan MPASI karena mengandung berbagai macam manfaat yang diperlukan tubuh seperti vitamin A, B12, C, asam [...]

Resep Kreasi Puding Biskuit Silky Promina ala Mom Nafisah

Simak Mom Nafisah membagikan resep kreasi puding dengan bahan Biskuit Silky Promina berikut ini.

Review : Promina Homemade Salmon Kentang Wortel (8+)

Semenjak Rubi MPASI, saya sering mencoba berbagai merek dan varian MPASI terfortifikasi. Salah satu produk yang saya coba adalah Promina [...]

Review : Bubur Tim Promina Tim Salmon Norwegia (8+)

Satu lagi review tentang MPASI terfortifikasi varian salmon yang dicoba Rubi, nih, Moms. Sebelumnya, Rubi mencoba Promina Homemade. Sekarang, [...]

Review Gerber Puffs Strawberry Apple, Your Little One’s Finger Food

Gerber Puffs Strawberry Apple ini merupakan makanan selingan sereal yang bisa diberikan untuk anak usia 8 bulan ke atas.

Resep MPASI Nasi Goreng Kunyit (12M+)

Resep MPASI Nasi Goreng Kunyit yang dibagikan Mom Dinar berikut cocok untuk balita usia 12 bulan ke atas.

Sup Telur Puyuh Kuah Rempah, Makanan Bergizi untuk si Kecil yang Sedang Flu

Memasuki musim penghujan sering kali membuat orang dewasa terserang Flu. Namun nyatanya flu tidak hanya dapat menyerang orang dewasa saja loh [...]

Snack MPASI Stik Buah Naga Keju (12M+)

Buah naga bisa dibuat berbagai macam makanan salah satunya stik untuk camilan anak loh Moms

Keputusanku Memberikan Sufor di Usia 1,5 Tahun

Karena satu dan lain hal akhirnya aku memutuskan untuk memberikan si Kecil sufor di usia 1,5 tahun

Cemilan Mengenyangkan untuk si Kecil: Ketan Serundeng Homemade

Kali ini saya ingin membuat cemilan yang mengenyangkan perut Zila dan jadilah ketan serundeng

Perjuangan Menyapih si Kecil yang Sudah Berusia 2 Tahun

Apa saja pertimbangan untuk memulai menyapih anak? Yuk simak cerita Mom Ninda saat menyapih

Cerita Tentang Menyapih Mas Athar

Moms sedang ingin menyapih si Kecil? Simak tips berikut ini yuk

Mengapa Pemberian ASIP Menggunakan Dot Tetap Dipilih?

Media pemberian ASIP sangat beragam ada dot, pipet, gelas, sendok, dan spuit.

Cemilan Toddler: Resep Biji Ketapang

Anak yang berusia toddler pasti sudah mengerti dengan jajan. Daripada jajan yuk bikin cemilan Moms

Berapa Sih Porsi Makan Anak 1 Tahun?

Sebenarnya si Kecil sudah makan cukup, kebanyakan atau malah terlalu sedikit ya?

Belum 2 Tahun Arnold Sudah Kusapih

Proses menyapih tidak semudah yang didengar dari cerita orang lain ya Moms, sangat butuh perjuangan

Biskuit Buah Pir

Yuk, variasikan cemilan si Kecil dengan berbagai bahan yang menyehatkan. Simak resep biskuit buah pir berikut!

Menyapih Dot Tanpa Drama

Apakah sebentar lagi si Kecil akan memasuki umur 2 tahun Moms? Waktunya menyapih! Simak tips menyapih ala mom Risti.

Tips Menyapih ala Mami Nano

Awal menyapih benar-benar penuh drama dan tangisan karena Nano lagi batuk. Yuk, simak tips ala mom Lyssa!