Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

MY STORY  |  OTHERS  |  24 Sep '19


Kita sering mendengar, bahkan mungkin pernah mengalami yang namanya baby blues. Baby blues pada wanita merupakan hal yang wajar biasa terjadi pada sebagian ibu pasca melahirkan. Hal itu disebabkan karena adanya perubahan hormonal secara drastis pada wanita setelah melahirkan sehingga membuat para ibu menjadi lebih sensitif terhadap hal-hal yang menurutnya mengusik dirinya dan bayinya. Baby blues pada ibu biasanya ditandai dengan sering marah tanpa alasan yang jelas, murung dan bahkan sampai menangis sejadi-jadinya. Yang lebih parahnya lagi, terkadang sampai tidak memedulikan anak yang baru dilahirkannya.

Lantas bagaimana jika justru yang mengalami syndrome Baby Blues adalah suami kita? Ayah dari anak kita? Apa iya seorang suami bisa terkena syndrome Baby Blues juga? Padahal jika kita melihat suami kita, kita merasa dia adalah sosok yang tangguh. Namun kenyataannya memang benar lho Moms, para suami bisa saja mengalami syndrome Baby Blues. Baby blues yang terjadi pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita. Pria yang menjadi ayah tentunya tidak mengalami fase hamil atau melahirkan. Yang terjadi pada suami di sini adalah perubahan gejolak batin, di mana hal itu umum dan bisa mengubah keadaan seorang ayah, utamanya dari segi mental dan psikis

Saya mau share pengalaman tentang Syndrome Baby Blues yang dialami oleh suami saya yang justru baru muncul di kelahiran anak kedua saya.

Tanda-tanda suami mengalami Syndrome Baby Blues:

1. Memiliki kekhawatiran yang berlebihan tentang masalah keuangan

Menjadi sesuatu hal yang wajar jika seorang suami sangat antusias terhadap kondisi keuangan di rumah tangga apalagi jika dia menjadi satu-satunya yang bekerja menghasilkan uang di keluarganya. Di kelahiran anak kedua, suami saya sangat antusias. Dia benar-benar sangat menyiapkan segala sesuatunya dengan detail termasuk dalam hal keuangan. Dia banyak belajar dari pengalaman kelahiran anak pertama kami. Tapi setelah anak kedua kami lahir dan didiagnosa menderita hipospadia, suami saya berubah. Dia sangat sensitif apalagi menyangkut masalah keuangan. Dia merasa tidak siap secara finansial untuk proses penyembuhan anak kami nanti. Karena itu dia sangat bekerja keras untuk berusaha menghilangkan kekhawatirannya dan bisa membiayai pengobatan untuk anak kami nantinya.

2. Tidak siap menghadapi kenyataan dengan kondisi anak yang dilahirkan

Suami saya sangat khawatir tentang kondisi kelainan yang dialami oleh anak kedua kami. Dia merasa memiliki tambahan tanggung jawab agar anak kedua kami bisa seperti anak laki-laki pada umumnya. Waktu mengetahui hal itu pertama kali, suami saya jadi stres. Dia merasa sangat khawatir. Bahkan sampai tidak tidur semalaman memikirkan hal yang terjadi pada anak kami. Biasanya dia akan emosi jika menyangkut tentang anak kedua kami. Saya melihat dia jadi lebih super over protektif terhadap anak kami.

Jika suami mengalami Baby Blues, sebagai seorang istri kita harus berada di garis terdepan untuk menguatkan suami. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar suami bisa lepas dari Baby Blues.

Mengatasi baby blues pada suami:

1. Saling Terbuka dan Memberikan Pengertian pada Pasangan

Hal pertama yang perlu disadari saat mengalami baby blues adalah kita harus saling terbuka dan memberikan pengertian kepada pasangan satu sama lain. Biasakan untuk berbicara dari hati ke hati bersama pasangan kita masing-masing. Peran dan tanggung jawab baru tidak hanya bertumpu pada satu orang saja, tapi harus ada kerja sama yang baik antara ayah dan ibu. Karena itu, kita harus saling mendukung satu sama lain. Mencari penyebab bersama-sama akan menjadi langkah awal yang baik untuk mengatasi baby blues. Yakinkan suami jika dia tidak sendiri. Ada kita yang akan selalu mendukung dan menguatkan dalam hal suka maupun duka.

2. Mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan masalah yang akan terjadi

Hal ini juga sangat penting. Sebelum menjadi orang tua seutuhnya, kita harus banyak belajar terlebih dahulu. Suami dan Istri harus sama-sama belajar baik secara teori, mental maupun psikis. Ada banyak literatur, referensi dan juga pengalaman orang-orang di sekitar kita yang bisa dijadikan bahan pembelajaran agar kita bisa siap menjadi orang tua bagi anak-anak kita dalam keadaan apa pun.

3. Menghindari hal-hal yang justru akan memperburuk keadaan kita

Terkadang kita tidak bisa saling terbuka seutuhnya pada orang lain mengenai kondisi baby blues yang dialami. Tapi ada baiknya kita mencari atau dekat dengan orang-orang yang memberikan aura positif dengan diri kita sendiri. Misalnya dengan orang yang dapat memberikan komentar dan saran membangun serta memiliki pikiran yang terbuka. Jangan mendekat dengan orang-orang yang malah menambah beban dengan komentar meremehkan atau menjatuhkan mental kita sebagai seorang suami dan ayah.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

226 Nurulynayah Soenaryo

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?

Takut Mencari Informasi Karena Baby Blues

Saya pun tersadar mencari informasi itu penting, membantu saya menemukan solusi dan tidak panik dalam mengurus newborn