Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Syarat Diet Pre-eklampsia pada Ibu Hamil

PREGNANCY  |  12 Nov '18


Kondisi pre-eklampsia merupakan komplikasi yang sering terjadi saat kehamilan, dan biasanya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu atau ketika memasuki trimester kedua. Adanya kelainan ini biasanya ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, edema, hipertensi dan proteinuria (kondisi di mana urin mengandung jumlah protein yang tidak normal/petanda penyakit ginjal).

Selain itu, gejala lain yang biasanya terlihat adalah:

  • Timbulnya kemerah-merahan pada kulit
  • Berat badan bertambah yang disebabkan karena edema (bengkak)
  • Muntah-muntah, pusing
  • Mual
  • Pandangan menjadi kabur
  • Sakit pada lambung
  • Oliguria (produksi urin yang menurun drastis)
  • Kesadaran yang menurun dan rasa gelisah yang berlebihan.

Ciri khas dari diet pre eklampsia ini adalah pemberian makanan dengan memerhatikan asupan protein dan garam. Sedangkan tujuan dari diet pre eklampsia pada ibu hamil ini adalah untuk:

  • Mempertahankan status gizi optimal atau menambahnya jika kurang
  • Mempertahankan dan mencapai tekanan darah agar tetap dalam kondisi normal
  • Mencapai keseimbangan nitrogen
  • Mengurangi risiko terjadinya bahaya lain yang biasa menyerang pada saat kehamilan
  • Menjaga agar berat badan ibu hamil tidak melebihi batas normal

Syarat diet

Diet pre-klampsia ini juga meliputi beberapa syarat berikut yang harus dipenuhi, yakni:

Cukup energi dan zat gizi

Pemberian makanan pada ibu hamil dengan pre-eklampsia haru mencukupi kebutuhan gizi dan energi, dan makanan berat diberikan secara bertahap disesuaikan dengan ibu hamil yang menderita pre-eklampsia.

Pemberian rendah garam

Pemberian makanan harus memiliki kadar garam yang rendah disesuaikan dengan berat atau ringannya retensi garam atau air pada tubuh ibu hamil.

Protein tinggi

Pemberian protein tinggi sebanyak 1½ sampai 2 gram per kilogram berat badan.

Bentuk makanan

Bentuk makanan yang diberikan disesuaikan dengan keadaan pasien yang menderita pre-eklampsia.

Pemberian cairan

Cairan yang diberikan saat diet pre-eklampsia sebanyak 2,500 ml perhari, dan pada kondisi oliguria pemberian cairan dibatasi dan diseuaikan dengan cairan yang keluar melalui keringat, urin, nafas dan lain-lain.

 

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

1092 Babyologist Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Meminimalisir Kehamilan Resiko Tinggi

Bagi yang merencanakan kehamilan, simak yang satu ini yuk.

Pengalamanku Berpuasa Saat Hamil Muda

Yuk simak tips berpuasa bagi ibu hamil muda berikut ini.

Tidur Siang Saat Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir dengan Craddle Cap?

Betulkah tidur siang di saat hamil dapat menyebabkan si Kecil terlahir dengan cradle cap?

Tips Menjalani Kehamilan dengan Nyaman

Siapa ibu hamil disini yang sering khawatir? Rasa stres dan khawatir bisa membuat kehamilan jadi ga nyaman loh.

Tips Meminimalisir Stretch Mark Selama Kehamilan

Bagaimana caranya menimalisir stretchmark selama kehamilan? Yuk, simak tips berikut ini.

Macam-macam Test Lab Selama Kehamilan

Tes laboratorium sangat penting dalam menunjang kesehatan kehamilan. Simak macam-macam tes lab selama kehamilan berikut ini, Moms!

Manfaat Birth Ball untuk Persalinan

Bermanfaatkah birth ball di masa kehamilan dan juga saat bersalin? Yuk, simak bersama berikut ini.

Sisi Positif dan Negatif Es Krim untuk Ibu Hamil

Siapa disini yang suka es krim? Bagaimana dengan mengonsumsi es krim selama masa hamil, boleh tidak? Yuk, simak berikut ini.

Manfaat Prenatal Gentle Yoga

Apa saja manfaat dari prenatal yoga? Yuk, kita simak cerita yang satu ini!

Bumil Pelihara Kucing? Aman Nggak Sih?

Amankah untuk ibu hamil memelihara kucing? Bagaimana dengan risiko toksoplasma? Yuk simak yang berikut ini.

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Mitos tentang masa kehamilan masih banyak terdengar. Yuk simak mitos-mitos berikut ini sehingga kita menjadi lebih bijak.

Tips Babymoon Aman dan Nyaman

Moms and Dads sedang merencanakan babymoon? Simak tips berikut ini agar liburannya berjalan dengan baik ya!

Sakit Pinggang: Tanda Kehamilan, atau Hanya Menstruasi?

Bingung apakah Moms sedang mengalami tanda menstruasi atau hamil? Mari simak beberapa perbedaan berikut.

5 Mitos Tentang Seks di Kolam Renang dan Bak Air Panas

Banyak pernyataan seputar berhubungan seks di dalam air yang bermunculan, tapi apakah itu fakta atau mitos?

5 Mitos Tentang Kesuburan Wanita Berbadan Subur

Moms pernah mendengar mitos mengenai kesuburan wanita? Berikut ini akan kita ulas apa saja mitos tersebut?

Merasa Hamil tetapi Tes Kehamilan Negatif? Mungkin Ini Sebabnya.

Gejala awal kehamilan dan mentruasi sangatlah mirip, bisa jadi Moms keliru. Yuk simak informasi lengkapnya!

Pengidap Lupus Wajib Perhatikan Hal Ini sebelum Hamil

Lupus tidak akan mencegah Moms untuk hamil dan melahirkan, namun kondisi tubuh harus tetap fit sebelum hamil.

Ingin Hamil? Perhatikan Hal Berikut Jika Moms Punya Sindrom Iritasi Usus Besar

Jika Moms sedang menjalani pengobatan untuk sindrom iritasi usus besar, maka kehamilan sebaiknya ditunda dahulu.

Belum Telat Haid tetapi Hasil Test Pack Positif?

Terlambat menstruasi menjadi salah satu tanda awal kehamilan, bagaimana jika Moms belum telat haid tetapi sudah positif?

Mengenal Subfertilitas

Pernah mendengar istilah subfertilitas? Yuk disimak penjelasannya berikut ini