Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sunat Ketika Fimosis

BABY  |  HEALTH TIPS  |  MY STORY  |  23 Sep '19


Kami memang berniat untuk melaksanakan sunat si adek pas usia 2 bulan. Alasan kami supaya tidak ada trauma pada anak, perawatannya mudah, pemulihannya cepat dan terhindah dari penyakit infeksi saluran kencing. Kemudian kami datang ke sebuah klinik sunat terkenal di Bandung untuk berkonsultasi.

Pada saat konsultasi ternyata anak kami divonis fimosis. Dokter menyuruh kami untuk mencari tahu lebih banyak tentang fimosis di internet. Dokter hanya menjelaskan garis besarnya bahwa lubang air kencingnya kecil sehingga kalau pipis itu penisnya menggelembung dulu, urin tertahan di kulit sehingga akan ada urin yang tersisa di kulit. Nah ini, yang akan menyebabkan penyakit infeksi. 

Kemudian dokter memperlihatkan kepada kami foto-foto pasca sunat. Agak ngeri juga lihatnya. Pemulihannya lebih lama dibanding yang normal sekitar 2 minggu.

Setelah itu dokter menjelaskan bagaimana perawatan pasca sunat yaitu:

1. Tidak boleh pakai popok sekali pakai

2. 3 kali sehari ditetesi obat

3. Setiap pipis harus ditetesi obat

4. Tidak boleh kena air kencing/urin

Nah, dikarenakan tidak boleh terkena air kencing disarankan untuk mencatat jam-jam si adek pipis. Jadi diobservasi dulu untuk jadwal pipisnya. Bahkan, malam pun tetap harus dipantau. Tanpa pikir panjang kami langsung membuat jadwal sunat dengan dokternya.

Sesampainya dirumah kami googling mengenai fimosis dan metode sunat. Informasi yang saya dapat fimosis itu suatu kondisi dimana kepala penis tertutupi kulup atau kulit sehingga tidak dapat ditarik ke belakang. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan di ujung kepala penis atau adanya perlengketan kulup. Fimosis umumnya karena kelainan bawaan lahir tetapi ada juga karena kebersihan yang kurang terjaga dengan baik. Orang tua harus mengenali tanda-tanda fimosis.

Berikut ini adalah tanda-tanda fimosis:

1. Perhatikan ketika mandi. Apabila kulup tidak bisa ditarik ke belakang dan kepala penis tidak terlihat. Kemungkinan anak mengalami fimosis

2. Perhatikan pada saat anak pipis. Jika penis nya menggelembung dulu pada saat akan pipis, kemungkinan anak mengalami fimosis.

Kemudian kami berdiskusi tentang metode sunat. Ternyata ada 3 metode sunat yaitu konvensional, laser dan klamp. Kami mencari tahu masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Pilihan kami jatuh pada metode klamp. Alasannya karena perawatannya mudah, tidak dijahit, tidak ada pendarahan dan lebih aman dibandingkan dua metode lainnya.

Akhirnya kami pindah klinik yang memfasilitasi sunat dengan metode smart klamp. Harga nya pun tidak jauh berbeda dengan metode konvensional. Oh iya, klinik yang sebelumnya kami datangi itu khusus untuk metode konvensional saja.Tidak ada persiapan khusus sebelum disunat. Kami dijadwalkan pukul 06.15 WIB sudah harus disana.

Tiba di klinik, tidak lama menunggu langsung dipanggil untuk tindakan. Ternyata harus ada 2 orang yang mendampingi. Pada saat itu hanya saya, suami dan anak pertama saya. Saya dan suami masuk ke ruang tindakan. Anak saya memunggu di luar. Dokter menyuruh saya memegangi kedua tangan adek dan suami memegangi kedua kakinya. Kemudian dibius lokal diarea genital. 

Selama tindakan pemasangan klamp saya tidak berani melihat, hanya suami yang melihat dari awal sampai akhir tindakan. Tindakannya kurang lebih selama 15 menit dan adek nangis dari awal sampai akhir tindakan. Baru sampai rumah berhenti nangisnya.

Tidak ada perawatan apapun selama masih dipasang klamp. Boleh mandi dan pakai popok sekali pakai. Tetapi saya tidak pakaikan popok sekali pakai karena setiap habis pipis pasti urin nya tertampung di tabungnya jadi harus segera dibuang. Kalau pakai popok sekali pakai kan tidak kelihatan pipisnya. Sehari sebelum kontrol 3 jam sekali (sesering mungkin) ditetesi baby oil yang banyak di bagian yang menghitam (yang dijepit klamp) dan berendam 10-15 menit pada saat mandi pagi, sore dan pagi ketika akan kontrol. Sore hari nya bagian klamp harus sudah dilepas dengan cara mengguntingnya dengan gunting kuku. Alhamdulillah selama dipasang klamp ini adek tidak rewel sama halnya seperti biasa. 

Ketika kontrol untuk pelepasan tabungnya ternyata masih lengket. Si adek kesakitan pas mau dilepas. Ditetesi baby oil lagi dan ditunggu 1 jam. Setelah 1 jam sebagian tabung sudah terlepas. Akhirnya suster melepasnya dengan mudah dan Alhamdulillah adek tidak kesakitan.

Perawatan pasca dibukanya klamp dikompres dengan cairan infus/NaCl. Supaya cairan penyembuh luka nya yang berwarna putih tidak semakin banyak. Nanti bagian yang hitamnya akan lepas. Total pemulihannya kurang lebih 2 minggu sejak dipasang klamp. Alhamdulillah perawatannya mudah, no ribet-ribet club.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

309 Emmy Yulinasari

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Jangan Abaikan Payudara Sakit dan Keras Saat Menyusui, Bisa Jadi Ini Sebabnya!

Mengajak Anak Imunisasi Ketika Pandemi

Banyak orang tua yang merasa gelisah untuk mengajak si Kecil imunisasi di kala pandemi. Simak cerita berikut ini yuk.

Imunisasi Anak Sangatlah Penting Di Masa Pandemi COVID-19 Ini, Mengapa ?

Di masa pandemi ini, perlukah untuk tetap memenuhi imunisasi si Kecil? Simak berikut ini.

Ada Sinus Preaurikular Di Telinga Anak, Haruskah Khawatir?

Apa itu sinus preaurikular? Mari simak berikut ini.

Baby Sakit? Jangan Panik Dulu! Siapkan P3K!

Pertolongan pertama pada saat baby sakit bukan panik ya mom! Jadi gimana dong? Yuk simak berikut ini.

Lindungi si Kecil dari Gigitan Nyamuk yuk Moms

Saat musim penghujan seperti ini, perkembangan nyamuk pasti akan sangat meningkat.

Jurus Ampuh Mengatasi Sembelit pada Bayi

Bagi Mom yang mempunyai bayi, salah satu hal yang kerap dikhawatirkan adalah saat bayi terkena sembelit.

Vonis TBC di Usia si Kecil 1 Tahun

Moms kali ini saya akan sharing tentang pengalaman dengan TBC yang dialami oleh keponakan saya.

Kenali Gejala Penyakit Roseola Infantum atau 'Gabaken' pada Bayi

Penyebab penyakit yang disebabkan oleh virus ini sebenarnya tidak berbahaya, namun gejalanya mirip dengan campak.

Jaundice/Kuning pada Bayi Baru Lahir

Si Kecil terkena kuning? Yuk simak cara mengatasinya ala Mom Annisa

Sirkumsisi (Sunat) pada Bayi Perempuan

Pada bulan ke-6 kehamilan, Obgyn sudah menginfokan bahwa bayi yang ada di kandungan berjenis kelamin perempuan.

Kenali Bahaya Stunting dan Pencegahannya

Stunting (Stunted Growth and Development) adalah perawakan kecil pada anak-anak di usia 1000 hari awal kehidupannya.

Bayi Tertidur Terus? Waspadai Bayi Kuning!

Ternyata bayi tertidur terus bisa menjadi salah satu gejala bahwa bayi kuning loh Moms

Mengurangi Gumoh pada si Kecil

Si kecil sering gumoh setiap minum ASI? Yuk cari tahu cara mengatasinya

TTN, Gangguan Pernafasan yang Menyebabkan Bayiku Dirawat di PERINA

Setiap Ibu pasti mau melahirkan anak yang sehat, IMD, & rooming in. Aku pun menantikan saat menunggu kelahiran si Kecil.

Si Kecil Selalu Muntah Sehabis Minum? Coba Lakukan Ini Moms!

Memiliki bayi memang perlu penjagaan yang sangat baik, seperti saat kita memberikan asupan kepada si Kecil.

Perlukah Membersihkan Mulut Bayi Setiap Hari?

Moms disini, mulai usia berapa membersihkan lidah dan mulut si kecil?

Hal yang Perlu Dilakukan saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur

Semakin bertambahnya usia bayi makin aktif, sebagai orangtua kita harus extra hati-hati & waspada dalam menjaganya.

Babyku Jadi Korban Mitos 'Kopi Antisipasi Kejang'

Hai Moms! Pernah denger istilah jaman dulu "ANAK DIKASIH KOPI UNTUK ANTISIPASI KEJANG"?

Bedakan Kulit Anak Terkena Herpes atau Serangan Tomcat!

Tomcat dan herpes sekilas kedua hal ini tampak sama di kulit, namun jika diamati keduanya berbeda