Categories

Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sulitkah Working Moms Berkomunikasi dengan Pre-toddler?

MY STORY  |  PARENTING  |  23 Apr '19

Memasuki usia 15 bulan, saya merasakan perkembangan Baby Gian semakin pesat, baik dalam tingkah laku maupun gaya bicara. Terkadang tingkah lakunya seperti tidak dapat dikendalikan sedangkan bicara masih menggunakan bahasa yang kita sebagai orang tua belum mengerti (belum jelas maksud yang dibicarakan si Kecil). Awal mulanya saya terlalu bingung menghadapi hal seperti ini, namun lama-kelamaan saya menemukan solusinya, berikut beberapa poin yang dapat saya bagikan:

Berkomunikasi menjelang baby tertidur

Kenapa seperti itu? Bagi working mom seperti saya, waktu luang yang memungkinkan saya berkomunikasi dengan Baby Gian adalah menjelang tidur. Ritual yang menjadi kebiasaan Moms bersama si Kecil bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi. Seperti saya yang masih meng-ASI-hi Baby Gian, maka saya menggunakan waktu ini untuk berbicara secara pribadi tentang apa yang ingin saya ungkapkan tentang perilakunya. Contohnya: terkadang Baby Gian susah makan, alias GTM, jadi semua makanan yang saya masak utuh. Bagi seorang ibu, hal ini menjadi “PR” yang harus dipecahkan. Nah menjelang tidur ini saya bisikan kata-kata positif seperti “Besok Gian makan yang banyak yah!, Besok Mommy masak makanan yang Gian suka, makan yang pintar yah biar Gian sehat kuat." Tanpa saya sadari Baby Gian “mengangguk” tanda jawaban “iya Mommy”. Keesokan harinya betapa senangnya saya ketika pulang kerja lihat semua makanan ludes dimakan Baby Gian.

Stop membentak si Kecil

Ketika Moms membentak si Kecil, apa yang kemudian dilakukan si Kecil? Semakin menjadi-jadikah tingkah lakunya? Yah, itu yang Baby Gian perlihatkan bahkan sambil tertawa ketika saya memarahinya dengan intonasi yang tinggi. Maka, saya mencoba untuk melakukan hal yang sebaliknya. ketika Baby Gian membuang mainannya, saya ambil mainan yang jatuh (begitu seterusnya sampai Baby Gian berhenti membuangnya) kemudian baru saya bertanya, kenapa mainannya dibuang? Ayo, bereskan mainannya, kalau Gian sudah tidak mau main (sambil Mom memberi contoh memasukan ke dalam box dan meminta si Kecil untuk membantu memasukan mainan tersebut).

Stop berbohong

Bohong besar ataupun kecil sama saja bagi si Kecil. Maka jangan lakukan hal itu yah Moms. Contohnya di awal saya pergi bekerja, selalu ada “drama” dari Baby Gian, lalu saya pergi diam-diam tanpa sepenglihatannya, apa yang terjadi? Lama-kelamaan Baby Gian menjadi tidak peduli lagi. Kemudian saya mengubah polanya ketika saya pergi bekerja maka saya bilang “Mommy pergi kerja dulu yah, nanti malam kita main.” Karena Baby Gian sudah bisa menjawab “Iya”, saya anggap mengerti dan ketika pulang si Kecil sudah menunggu dengan tersenyum dan antusias, bahkan ketika saya terlambat dari jam pulang biasanya, Baby Gian tetap menunggu untuk main bersama walaupun hanya sebentar karena ia sudah mengantuk.

Semoga bermanfaat!

By: Fenni jahja

Copyright by Babyologist

966 Fenni jahja

Comments

Related Stories