Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Sudah ASI, Tapi Kok Bayiku masih Kurus, ya?

BRANDS  |  HEALTH TIPS  |  PREGNANCY  |  21 Apr '20


Pernahkah terlintas adanya dilema sebagai seorang ibu tentang ASI? ASI sedikit, ASI keluar banyak tetapi si Kecil masih kurus. Moms pun berpikir apakah si Kecil kurang nutrisi. Kondisi si Kecil yang tidak juga naik berat badannya memicu percekcokan antara Moms, Ibu, dan Mertua. Ibunda dan Mertua merasa khawatir akan nutrisi cucunya sehingga mendesak Moms untuk memikirkan solusinya.

Sukses memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil adalah dambaan setiap ibu menyusui. Memang, ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi terbaik untuk bayi sampai dia sudah cukup umur untuk mengonsumsi sumber makanan lain selain ASI kelak. Sayangnya, sebagian besar busui hanya mementingkan kuantitas ASI dan melupakan fakta bahwa ASI yang diberikan kepada anak-anak mereka juga haruslah berkualitas baik. Tidak hanya itu, banyak busui yang langsung menjalani diet setelah melahirkan karena ingin mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil. Moms, lupakan dulu diet ingin kurus. Sebaliknya, makanlah makanan bergizi sehingga ASI Moms berkualitas. 

Ciri-ciri ASI berkualitas

Bila Moms saat ini sedang menyusui si Kecil, perhatikan tanda-tanda ASI berkualitas sebagai berikut:

1.    Si Kecil yang mendapatkan ASI berkualitas baik memiliki frekuensi buang air kecil hingga 6 kali per hari, terhitung sejak usianya 4 hari. Ketika dia buang air, volumenya sekitar 3 sendok makan penuh. Moms juga harus memperhatikan warna urinnya. Kondisi si Kecil sehat apabila urinnya berwarna kuning jernih.

2.    Moms juga harus memperhatikan intensitas buang air besar si Kecil untuk mengetahui apakah dia telah menerima nutrisi cukup. Dia seharusnya BAB setiap hari dengan karakteristik feses cenderung cair serta warnanya kuning. Terkadang, si Kecil tidak sering BAB meski sudah mendapatkan cukup ASI. Dalam hal ini, Moms tidak perlu terlalu khawatir. Bisa jadi ASI yang dia minum diserap sempurna oleh usus sehingga tidak membentuk tinja.

3.    Setelah meminum ASI berkualitas, si Kecil seharusnya akan tampak kenyang dan kemungkinan besar tertidur. Apabila si Kecil sering rewel atau menangis padahal telah mendapatkan ASI, bisa jadi dia sedang merasa tidak nyaman seperti popoknya harus diganti, ingin digendong, kegerahan, atau kolik.

4.    Baiknya kualitas ASI Moms juga dapat dilihat dari kenaikan berat badan si Kecil. Umumnya, bayi berusia 0-3 bulan yang minum ASI berkualitas baik akan naik berat badannya sebanyak 150-190 gram tiap minggu. Kemudian, ketika usianya 4-6 bulan, berat badannya akan naik sekitar 90-120 gram.

Meski ASI adalah nutrisi penting agar tumbuh kembang si Kecil optimal, ada busui yang mengeluh anaknya masih kurus atau memiliki berat badan di bawah normal padahal dia telah memberikan ASI eksklusif secara teratur. Untuk kasus ini, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya. Dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA dari RS Bunda Jakarta mengemukakan bahwa penyebab paling jelas dari kasus ini adalah volume ASI tidak cukup. Dia juga menggaris bawahi bahwa kualitas ASI dari setiap busui berbeda-beda. Kandungan air, protein, dan lemak dari ASI setiap busui memang tidak ada yang sama tergantung dengan kecukupan gizi ibu sendiri.

Pentingnya mempersiapkan ASI berkualitas sejak masa kehamilan

Sebetulnya, menyiapkan ASI berkualitas itu harus sejak masa hamil. Bahkan, agar pertumbuhan kelenjar susu benar-benar optimal, seorang calon ibu harus mengoptimalkan asupan gizi dan nutrisinya sejak remaja. Kemudian, sejak hamil muda, dia harus menunjang produksi ASI salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi. Payudara ibu hamil membesar sejak trimester pertama kehamilan karena kelenjar-kelenjar dalam payudara mulai tumbuh. ASI pertama diproduksi pada trimester kedua dengan bantuan hormon-hormon kehamilan termasuk progesteron dan estrogen. Bagian payudara seperti puting, kelenjar areolar, dan areola terus tumbuh sepanjang kehamilan. Ibu hamil sudah dapat memproduksi kolostrum pada minggu ke-16 kehamilan.

Mengetahui hal tersebut, Moms perlu benar-benar mempersiapkan diri memenuhi kebutuhan gizi Moms sejak hamil hingga menyusui. Adapun cara-cara meningkatkan kualitas ASI agar si Kecil sehat adalah sebagai berikut:

1.    Mengonsumsi lebih banyak cairan selama menyusui

Karena aktif memproduksi ASI, Moms membutuhkan dua kali jumlah air yang biasanya Moms konsumsi. Dengan menjaga diri agar tetap terhidrasi dengan baik, Moms akan lebih mudah memproduksi ASI sekitar 4 liter sehari. Hindari minuman-minuman bersifat diuretik seperti minuman manis, alkohol, teh, kopi, dan cokelat.

2.    Mengonsumsi makanan tinggi kalsium

Nutrisi kalsium sangat bermanfaat untuk mengembangkan tulang, otot, dan sistem saraf bayi. Ini adalah salah satu nutrisi yang paling banyak ditemukan di ASI. Moms dapat mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, susu organik, rumput laut, dan sarden merah untuk meningkatkan asupan kalsium yang pada akhirnya akan membentuk ASI berkualitas.

3.    Mengonsumsi makanan mengandung lemak sehat

Kandungan ASI berkualitas yang berpengaruh dalam pertumbuhan otak bayi adalah asam lemak esensial omega-3 dan DHA. Ini biasa ditemukan dalam hindmilk. Lemak sehat yang didapat dari santan, kacang dan biji mentah, alpukat, serta ikan rendah merkuri akan membantu meningkatkan kualitas hindmilk.

4.    Mengonsumsi makanan kaya protein

Agar si Kecil mendapatkan ASI yang kaya asam amino esensial, Moms perlu mengonsumsi makanan berprotein. Moms butuh setidaknya 1,4 gram/kilogram berat badan protein. Contoh makanan berprotein yang baik untuk busui adalah ikan, ayam, daging organik, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, dan produk susu.

Tidak semua nutrisi protein yang diperlukan Moms dapat secara optimal didapatkan dari mengonsumsi makanan dan minuman bergizi. Maka dari itu, kita butuh mengonsumsi suplemen kesehatan saripati ayam juga perlu, loh, Moms. Saripati ayam adalah suplemen kesehatan alami (yang sangat aman bagi ibu hamil dan menyusui karena tanpa ada bahan pengawet dan bahan kimia) yang berisi saripati ayam murni mengandung zat aktif bio amino peptide protein yang terbukti meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI serta memberikan energy alami sehingga tidak mudah lelah dan drop. 

Hasil bukti nyata penelitian saripati ayam. Sebanyak 30 ibu hamil dengan kondisi sehat berusia 23-39 tahun menjadi responden Taipei Medical University Hospital dalam penelitian efektivitas saripati ayam dalam meningkatkan kualitas kolostrum. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi suplemen tersebut sejak minggu ke-37 kehamilan hingga 3 hari setelah melahirkan kualitas kolostrumnya lebih tinggi daripada yang tidak mengonsumsinya.

Dalam penelitian yang berbeda, para ibu sehat yang mengonsumsi 2 botol saripati ayam rutin pagi dan sore bisa memproduksi ASI lebih awal daripada yang tidak. Bahkan, ASI yang dihasilkan mereka 2 kali lipat lebih banyak. Penelitian tersebut melibatkan 235 ibu yang baru saja melahirkan di Taiwan Chung Shan Medical University Hospital.

Bagusnya lagi untuk Moms, suplemen saripati ayam aman dikonsumsi kapan saja dan dimana saja, tanpa efek samping, dan bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat. Ada baiknya Moms minum suplemen ini di pagi hari sebelum beraktivitas serta berkonsultasi dulu dengan dokter apabila Moms sedang mengonsumsi obat tertentu.

Beberapa kiat di atas kiranya dapat Moms jadikan panduan untuk meningkatkan kualitas ASI Moms. Untuk lebih mengoptimalkan peningkatan berat badan si Kecil, Moms juga dapat menyiasatinya dengan memberikan lebih banyak hindmilk. Moms bisa melakukannya dengan cara memerah dulu ASI Moms supaya si Kecil mendapatkan lebih banyak hindmilk dalam satu sesi menyusui. Susu jenis ini, yang keluar setelah foremilk, kaya akan lemak.

ASI dengan kuantitas dan kualitas terbaik sudah tentu menjadi dambaan setiap ibu menyusui. Betapa bahagianya Moms apabila Moms juga bisa memberikan nutrisi terbaik selama menjalani masa ASI eksklusif. Selamat mengASIhi, Moms! Dengan #BrandsSaripatiAyam, selama menyusui Moms tidak hanya dapat #SiapASI dan #SiapEnergiAntiDrop. 

Yuk sama-sama pelajari bagaimana cara menyiapkan ASI Berkualitas untuk si Kecil di sini!

Referensi: Detik Health, Dokter Sehat, Klik Dokter, The Asian Parent

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

4567 Brands Suntory Indonesia

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Tips Mengolah Masakan yang Dikukus untuk Ibu Hamil

Memakan makanan yang dikukus terkadang bikin eneg. Bagaimana cara menyiasatinya?

Goreng, Rebus, atau Kukus? Mana yang Lebih Baik Untuk Ibu Hamil?

Mengapa mengukus makanan menjadi metode terbaik untuk ibu hamil? Yuk, temukan jawabannya di sini!

Tips Mengencangkan Kulit Kendur Pasca Melahirkan

Kulit yang mengendur biasanya menjadi salah satu hal yang dialami ibu pascamelahirkan.

Cara Menghilangkan Stretch Mark dengan Serum

Pada dasarnya stretch marks tidak bisa dihilangkan, tetapi masih bisa disamarkan. Bagaimana caranya?

Tips Mencegah Stretch Marks saat Hamil

Menurut The National Health Service, stretch marks biasanya terjadi ketika bb ibu hamil bertambah.