Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Suamiku Mengambil Keputusan Operasi Caesar Ketika Melihatku Sangat Lemas

MY STORY  |  PREGNANCY  |  22 Jan '20


Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayinya lahir dengan sehat, selamat tanpa kekurangan suatu apa pun. Bagaimana proses lahiran nantinya, tentu kita ingin proses tersebut berjalan dengan lancar entah itu melahirkan secara normal ataupun caesar.

Awalnya, memang saya ingin melahirkan secara normal bahkan ketika posisi bayi sungsang. Dokter melakukan beberapa saran seperti gerakan sujud misalnya. Posisi bayi waktu itu akhirnya tidak sungsang lagi. HPL semakin dekat tetapi belum juga adanya kontraksi atau tanda-tanda akan melahirkan. Akhirnya dokter menyarankan untuk berhubungan intim agar sperma bisa memicu terjadinya kontraksi. Benar saja, malamnya tepat jam 1 malam, air ketuban pecah kemudian kami segera berangkat ke rumah sakit. Kebetulan waktu itu memang memilih rumah sakit yang jaraknya dekat dari rumah, bahkan saya pun biasa berjalan kaki ketika sebelumnya mengikuti senam hamil yang diadakan oleh rumah sakit tersebut.

Setelah sampai di rumah sakit, memang air ketuban sudah keluar tetapi perawat mengatakan bahwa saya masih bisa melahirkan normal. Setelah menunggu hampir 12 jam lebih, pembukaan tidak bertambah hanya pembukaan 1 saja, waktu itu di ruangan saya berdua dengan ibu yang lain dan waktu yang hampir bersamaan. Di saat pembukaan saya tidak bertambah, saya mendengar perawat mengatakan pada pasien sebelah: "bukaan sudah hampir lengkap, siap-siap ya ibu". Wahh.. di situ jujur saya kepikiran Moms karena pembukaan saya tetap saja pada bukaan 1 dan tidak bertambah.

Keadaan yang lemas sekali membuat suami tidak tega dan mengambil keputusan untuk melakukan operasi. Akhirnya dokter menyetujui karena memang tidak kunjung ada bukaan tambahan dan kondisi saya yang sudah tidak memungkinkan melakukan persalinan normal.

Tepat jam 2 siang saya bersiap untuk melakukan operasi. Ada 3 pasien yang menunggu hanya saya saja yang benar-benar lemas kata suami. Mungkin karena pasien lain sudah dijadwalkan untuk operasi. Akhirnya operasi dilakukan dan jam setengah 3 sore lahirlah putra pertama kami dengan selamat.

Dari kejadian ini saya mengambil kesimpulan bahwa keputusan bisa segera diambil sebelum dokter memberikan keputusan. Melihat kondisi dan keadaan dan tentunya hak pasien yang memilih untuk melahirkan secara caesar dengan persetujuan dokter. Karena buat saya yang terpenting adalah kondisi bayi lahir dengan sehat, selamat, tanpa kurang suatu apa pun. Apa pun prosesnya, melahirkan secara normal atau pun operasi caesar, seorang ibu tetaplah ibu yang luar biasa.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

7282 Dinar Indah Palupi

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Positive Thinking, Modal Utamaku Atasi Bayi Sungsang Menjelang Persalinan

Trimester ketiga merupakan masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil.

Tips Memilih Klinik atau Rumah Sakit untuk Bersalin

Melahirkan menjadi momen yang ditunggu sekaligus momen yang bikin deg-degan bagi Moms.

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan USG 4D

Seiring dengan perkembangan teknologi, alat kedokteran pun kian canggih. Termasuk juga alat untuk USG si Kecil

Bagaimana Rasanya Melahirkan Normal? (Part 1)

Dengan cara apa pun seorang Ibu melahirkan, semua Ibu hebat dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Cerita Kehamilanku

Masing-masing wanita mempunyai cerita kehamilan yang berbeda. Begitu pun dengan Saya.

Benarkah Mandi Kembang 7 Bulan dapat Melancarkan Proses Persalinan?

Di daerah saya tradisi mandi kembang di usia 7 bulan kehamilan masih sering dilakukan masyarakat sekitar.

Cerita Persalinan Pertamaku, Hampir Caesar di Menit Terakhir

Moms yang sudah mendekati HPL pasti sudah mulai resah, antara bahagia dan khawatir.

Pengalaman Saya Menggunakan BPJS Kesehatan selama Masa Kehamilan

Di awal pernikahan kami, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan BPJS Kesehatan.

Birthball untuk Ibu Hamil!

Minggu lalu, suami saya menawarkan untuk membeli birthball. Mungkin karna ukuran perut sudah semakin besar

Pengalaman Melahirkan Anak Pertamaku

Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu bagi para pasangan suami istri. Ada yang cepat ada pula yang tidak.

Birthing Support: Hal yang Harus Dilakukan Para Birth Partner

Birth partner adalah seseorang yang akan menemani Moms selama proses persalinan nanti.

Berniat USG 4D? Perhatikan Tiga Hal Berikut!

Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang niat saya untuk USG 4D saat hamil.

Proses Lahiran yang Terbaik Buat Aku

Di sini aku akan berbagi cerita-cerita tentang proses lahirnya Caelan 3 bulan lalu. Simak yuk Moms!

Hospital Bag Checklist

Berhubung banyak temenku yang akan lahiran soon, jadi ingat zaman hamil Zo bingung banget mau packing apa.

Pengalamanku Alami Plasenta Previa di Kehamilan ke 3

Sore hari saat mau mandi sore, saya dibuat kaget karena mendapati air kencing saya berwarna merah segar.

Punya Baby Brain Tetap Bisa Lulus S2

Hai Moms, saya mau share tentang baby brain yang saya alami saat hamil si Kecil khususnya pada trimester ketiga.

LITMUS: Pendeteksi Cairan Ketuban

Di usia kehamilan trimester tiga kita harus lebih waspada terhadap penurunan volume air ketuban.

Arlin's Birth Story

Hi Moms! Kali ini saya ingin berbagi ceritaku nih selama proses melahirkan. Semoga bisa menambah wawasan.

Senam atau Yoga Hamil?

Di antara Moms mungkin ada yang memilih senam atau yoga. Banyak juga yang bingung mana yang lebih baik.

Preggo Story: Trimester 3, Sebentar Lagi Kita Bertemu

Masuk trimester ketiga saya buat birthplan dan konsultasikan sama dokter kandungan. Kalau Moms bagaimana?