Manufacturers

Suppliers

  • 120
  • 15
  • 160
  • 25
  • 400

Suamiku jadi Obat Ketika Baby Blues Menghampiri

MY STORY  |  OTHERS  |  03 Sep '19


Perubahan status menjadi seorang ibu adalah sesuatu yang sangat membahagiakan bagi seorang wanita. Dari proses kehamilan, melewati setiap trimester kehamilan dengan penuh sukacita sekalipun terjadi morning sickness. Menjadi seorang ibu baru menurut saya cukup sulit Moms. Ada beban berat yang harus dipikirkan, dilakukan dan dipertanggungjawabkan. Apalagi jika menjadi new Mom dan harus terpisah jauh dari orang tua atau LDM-an dengan suami. Hal ini yang bisa memicu seorang ibu terkena baby blues syndrom.

Apa sih baby blues itu?

Baby blues adalah suatu keadaan yang dialami oleh seorang wanita yang baru melahirkan, di mana dia merasakan kesedihan yang berlebihan. Ada banyak faktor yang bisa membuat seorang new Mom terkena baby blues. Di antaranya:

1. Adanya perubahan hormonal pasca melahirkan
Selama menjalani kehamilan, hormon dalam tubuh seorang ibu meningkat seiring pertumbuhan janin. Namun setelah melalui tahap persalinan, jumlah produksi hormon seperti estrogen, progesteron dan endorfin mengalami penurunan sehingga mempengaruhi kondisi emosional ibu seperti mudah lelah, mudah tersinggung, mudah marah dan sangat sensitif.

2. Adanya perubahan kebiasaan
Menyandang status seorang ibu, pastinya akan mengubah kebiasaan kita 180 derajat. Yang tadinya bisa santai-santai menikmati tidur, sekarang mesti begadang atau terbangun di malam hari untuk menyusui anak atau mengganti diapers. Tentu perlu penyesuaian diri agar tetap bisa menikmati rutinitas sebagai new Mom.

3. Pengaruh psikis
Selain perubahan kebiasaan, juga bisa karena psikis. Terkadang kita merasakan kecemasan yang sangat berlebihan setelah menjadi seorang ibu. Kecemasan tentang bagaimana caranya merawat anak dengan baik, bagaimana caranya agar anak bisa tercukupi ASInya dan banyak kecemasan lain. Ditambah lagi jika tidak adanya dukungan moril dari suami atau keluarga terdekat. Pastinya kita sebagai ibu baru merasa depresi dan bisa memicu baby blues.

Pengalamanku ketika baby blues menghampiri

Proses persalinan anak saya yang pertama bisa dibilang cukup mengerikan dan akan selalu menjadi kenangan yang cukup menakutkan. Kehamilan saya terindikasi preeklampsia dan harus transfusi darah sebanyak 4 kantong pasca melahirkan. Sebagai ibu baru, itu perjuangan yang sangat luar biasa dan cukup melelahkan. Saya menjalani proses sebagai ibu baru dengan banyak belajar. Beruntung masih ada orang tua yang membantuku. Keribetan berawal ketika beberapa hari setelah melahirkan ibu saya harus pergi ke luar kota. Otomatis tidak ada yang membantu, saya mulai bingung sendiri merawat anak. Biasanya saya terima beres mulai dari memandikan sampai memakaikan baju si Kecil. Saya biasanya kebagian ketika akan menyusui. Stres pastinya, saya uring-uringan. Objek kekesalan saya pasti ke suami. Puncak kekesalan saya, ketika itu ada keluarga yang protes tentang pemberian nama anak. Saya tersinggung dan membalas celotehannya. Padahal itu untuk kebaikan anak saya juga lho Moms. Cuman waktu itu saya merasa tidak ada yang perhatian, tidak ada yang mau membantu. Hanya saya dan anak saya. Ditambah lagi waktu itu, payudara saya bengkak karena si Kecil masih malas menyusui, banyak tidurnya. Puting lecet yang tidak tahu harus bagaimana. Tetap menyusui si Kecil, payudara sakit. Tidak disusui, malahan tambah sakit. Alhasil deh, emosi tingkat tinggi plus menangis depan suami.

Beruntung suami saya cukup sabar, sekalipun selalu dimarahi, dia cuman senyum sekalipun saya tahu dia juga capek. Dia selalu menemani jika malam harus begadang untuk menyusui si Kecil. Biasanya jika siang hari dia membiarkan saya istirahat. Urusan anak dia yang ambil alih. Suami saya juga sangat tidak sungkan untuk mengerjakan pekerjaan wanita seperti mencuci atau sekedar membuatkan saya makanan.

Dukungan dan perhatian suami sangat mempengaruhi mood kita sebagai new Mom. Untuk itu ada baiknya Moms, selama menjalani kehamilan kita juga harus banyak membaca dan belajar. Ada banyak referensi yang bisa kita jadikan acuan setelah menjadi seorang ibu. Komitmen dengan suami untuk saling mendukung dalam merawat anak. Tidak sungkan untuk curhat tentang masalah kita dalam merawat anak dengan keluarga atau teman yang kita percaya juga bisa membantu kita agar terhindar dari syndrome baby blues. Intinya sebagai ibu, harus tetap positive thinking ya Moms, tetap happy. Semua ibu di dunia ini adalah ibu yang hebat.

Untuk suamiku, terima kasih ya Abi sudah jadi suami siaga. Terima kasih sudah jadi suami yang sabar.

Yuk download aplikasi Babyo di Android & iOS dan bergabung dengan ribuan Moms lainnya untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan rewards! You really don't want to miss out!

206 Nurulynayah Soenaryo

Comments

Related Stories

LATEST POSTS

Manfaat Air Purifier untuk Pencegahan Virus

Partikel udara kotor ternyata dapat mempercepat penyebaran virus. Air purifier efektif untuk membantu menghilangkan partikel udara kotor.

Waspadai Banjir Bersama si Kecil Saat Musim Hujan

Salah satu masalah besar yang tidak bisa dihindari saat musim hujan adalah bencana banjir.

Tidak Hanya Melembabkan Udara, Berikut Manfaat Humidifier Lainnya

Humidifier tidak hanya berguna untuk melembapkan udara lho Moms, masih banyak manfaat yang bisa didapat dari humidifier

Pentingnya Mengatur Kelembapan Ruangan

Udara yang panas dan penggunaan AC yang sering menyebabkan kulit kering. Maka dari itu Moms perlu alat yang satu ini

Perlukah Air Humidifier untuk si Kecil?

Apa saja sih manfaat yang dapat dirasakan setelah menggunakan air humidifier bagi kesehatan si Kecil dan keluarga?

Ruangan Ber-AC Membuat Kulit Kering? Yuk Moms Pakai Humidifier!

Penggunaan AC setiap hari bisa membuat kulit kering, tapi tenang Moms ada solusinya untuk mengatasi kulit kering

Tidak Hanya Ibu, Ternyata Ayah Juga Rentan Mengalami Baby Blues

Baby blues yang biasa kita tau dapat menyerang seorang Ibu baru, tapi ternyata suami saya juga mengalaminya

Suami Jadi Tak Humoris? Jangan-Jangan Baby Blues

Baby blues selalu menjadi perbincangan hangat di dunia parenting dan ternyata suami juga berpotensi mengalaminya lho

Syndrome Baby Blues yang Dialami oleh Suamiku

Baby blues pada ayah berbeda dengan baby blues yang terjadi pada ibu akibat perubahan hormon pada wanita.

Baby Blues yang Terjadi pada Suamiku

Saat si Kecil lahir, tentu saya banyak sekali melihat perubahan yang terjadi dalam diri suami saya.

Ketika Suami Baby Blues, Ini Cara Saya Menanganinya

Aku ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana awal suamiku terkena baby blues dan bagaimana aku menyikapinya.

Cerita Syndrom Baby Blues yang Menimpa Suamiku

Lain anak, lain cerita. Saat anak kedua kami lahir, justru suami sayalah yang mengalami sindrom baby blues.

Baby Blues yang Dialami Ayah saat Kelahiran Anak Keduaku

Halo moms, sedikit cerita, saya ibu dari dua orang anak dimana umur saya dan suami berbeda 4 tahun.

Mengalami Baby Blues secara Bersamaan, Aku dan Suamiku Menjadi Semakin Mesra

Setelah menikah, saya memilih meninggalkan comfort zone saya di rumah orangtua, untuk ikut dengan suami

Waspada Pre-Baby Blues pada Suami!

Sepuluh tahun saya berpacaran dan akhirnya sampai di jenjang pernikahan.

Tipsku agar Daddy Blues Tidak Berujung Depresi

Memiliki anak adalah life changing moment bagi para pasangan. Mereka memiliki title baru, sebagai "orang tua".

Aku Tidak Baik-baik Saja

Ada perasaan takut ketika aku hanya sendirian di rumah bersama bayiku. Bayiku berusia dua minggu saat itu.

Mari Kita Pahami Kondisi Psikis Ibu yang Baru saja Melahirkan

Menjadi seorang Ibu merupakan suatu hal yang menurut saya ajaib

Pengalaman Baby Blues Dan Beberapa Faktor Penyebabnya

Baby blues pernah dirasakan sebagian besar ibu. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan baby blues

Cemburu Sama Anak Akibat Baby Blues

Sempurna: lahiran normal, pembukaan cepat, ASI lancar, keluarga besar siap membantu, tapi tetap alami baby blues?